Beberapa Tahun yang Lalu dan Sekarang

Beberapa minggu yang lalu saya mendapat kabar gembira bahwa salah seorang teman baik saya, Nawir, sudah melangsungkan pernikahan. Saya ikut senang dengan kabar gembira tersebut, tapi sayang sekali saya tidak bisa menghadiri acara pernikahannya, berhubung karena saat ini saya masih kuliah di Belanda.

Dulu kami pernah tinggal selama beberapa tahun dalam satu rumah kos saat masih kuliah di Makassar. Jadi, tentu saja kami sudah sangat saling mengenal satu sama lain. Kami berasal dari satu daerah, dan dari satu SMA yang sama, karena itu kami sangat akrab, ketika butuh bantuan, pasti kami akan meminta bantuan satu sama lain. Termasuk ketika kamar saya kebanjiran, saya mengevakuasi barang-barang saya ke kamarnya, dan numpang tidur di kamarnya (kalau waktu itu saya tidak tidur di warung kopi). Begitupun ketika saya pindah ke tempat kos lain, dia juga sempat numpang di kamar saya sambil mencari kos yang lain.

Bisa dibilang kami memiliki banyak kesamaan, kami sama-sama kuliah di bidang Teknik (walaupun beda perguruan tinggi), punya hobi bersepeda, main game, dan dulu sama-sama tidak punya pacar, alias jomblo. Kami sering bercanda tentang status jomblo masing-masing. Kadang kami membuat lelucon mengenai hal yang berkaitan dengan pacaran, tentang merepotkannya berpacaran itu, tentang “lebay nya” orang-orang yang berpacaran, dll.

Tapi, ada juga waktu dimana kami menyadari bahwa punya pacar juga ada baiknya, dimana ada lawan jenis yang memberikan perhatian, semangat disaat sedang suntuk, atau setidaknya bisa memberikan kami makanan gratis hasil masakan sendiri. Tapi, kembali, ketika kami sedang lupa akan semua itu, kami pasti akan membuat lelucon tentang tidak bergunanya pacaran itu, sambil berusaha menguatkan diri bahwa kami tidak butuh pacar.

Kurang lebih lima tahun kami tinggal bersama, sampai kemudian dia bekerja dan pindah keluar kota, dan bahkan pindah ke Kalimantan. Dan saat itu, saya baru selesai S1. Kemudian saya “merantau” ke Jawa, dan sempat kuliah S2 di Bandung, lalu kemudian saya kuliah S2 lagi di Belanda (Saya tidak menyelesaikan S2 saya di Bandung). Sejak saat itu, saya dan Nawir sudah semakin jarang berkomunikasi, karena kami sibuk dengan kesibukan masing-masing. Tapi, walaupun kami tidak sesering dulu berkomunikasi, kami masih bisa mengetahui keadaan masing-masing, berkat adanya situs jejaring sosial. Dan dari situlah saya mengetahui bahwa Nawir sudah akan menikah saat itu. Saya turut senang dengan kabar gembira tersebut.

Sekitar 8 tahun lalu hingga 5 tahun setelahnya kami sering bercanda tentang status masing-masing, dan saat ini keadaan sudah berubah. 8 tahun lalu kami masih belum menginjak usia 20, dan sekarang sudah ada dipertengahan umur 20 tahun. Kadang saya berpikir bahwa ada benarnya perkataan bahwa waktu itu cepat berlalu.

Sekarang saya tidak tahu sama siapa lagi saya bisa bercanda soal hal-hal tadi karena sudah semakin banyak teman-teman saya yang sudah mulai berkeluarga. Entahlah, rasanya sudah semakin sulit bercanda tentang hal-hal tadi, karena sekarang semuanya sudah nampak serius.

Atau mungkin sudah saatnya bagi saya juga untuk mulai serius? We’ll see 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *