Saya pernah bilang kalau saya pernah mendapatkan tiket murah dari Amsterdam ke Rotterdam. Tepatnya sekitar dua minggu lalu, ketika saya baru pertama kali menjejakan kaki di Belanda. Saat itu saya sangat kebingungan dengan semua hal yang ada didepan saya. Saya sangat bingung, ditambah lagi saya tidak punya tiket kereta. Dan saya tidak tau dimana dan bagaimana cara membelinya.

Yah, kamu tahu, sistem transportasi disini jauh lebih maju dari negara kita. Tentu saja sistem ticketing nya juga beda. Saya sempat bertemu dengan orang Indonesia di bandara Schiphol, yang sudah lama menetap di Belanda. Ibu-ibu itu dijemput oleh anaknya, dan mereka sempat memberikan penjelasan tentang ticketing ini.

Saya ditunjukkan bagaimana cara melihat jadwal perjalanan kereta dari Amsterdam menuju Amsterdam. Semuanya tertera dalam papan informasi yang berwarna kuning. Hanya saja, tantangannya adalah, bagaimana menemukan jadwal perjalanan yang tepat, ditengah banyaknya jadwal yang tertera dipapan tersebut.

Setelah sedikit mengerti, saya mencari tempat penjualan tiket tersebut, sambil mengambil uang Euro yang saya sudah persiapkan dari Indonesia. Disaat saya sedang mengambil uang sambil mendengarkan penjelasan tentang ticketing dari si anak ibu tadi, seseorang menghampiri saya dan menawarkan tiket perjalanan full day ke berbagai tujuan di Belanda.

Si perempuan bule, yang menawarkan ticket tersebut memberitahukan bahwa tiket tersebut bisa digunakan kemana saja seharian penuh. Harga yang tertera di kartu tersebut adalah 17 Euro, dan dia menawarkan kepada saya seharga 5 Euro. Dia bilang sudah tidak memakainya, dan sepertinya dia memberikan harga yang sangat murah kepada saya.

Disaat seperti itu, tentu saja saya menerima tawarannya, meskipun saya masih bingung bagaimana cara menggunakannya. Saya sempat merasa ragu juga, apakah tiket itu masih valid, walaupun sesuai dengan yang tertera di tiket, tiket tersebut valid sampai dengan 4 Oktober 2015, which was hari itu sendiri.

Daripada lama menunggu, saya “memberanikan diri” ke tempat tunggu kereta, sambil berharap bahwa tiket tersebut betul-betul masih valid dan saya tidak salah arah. Kereta pun datang, dan saya pun duduk. Tidak lama kemudian datanglah petugas pemeriksa tiket. Reaksi saya? Tenang-tenang saja. Yah, kalau memang tiketnya tidak valid, denda saja. Saya masih punya beberapa uang Euro. 😀

Dan, ternyata tiketnya masih valid. Perasaan saya jadi agak tenang, walaupun masih harap-harap cemas, apakah saya menuju arah yang benar atau salah.

Setelah kurang lebih 30-40 menit naik kereta, akhirnya kereta sampai di stasiun Rotterdam Centraal. Yeah.. Akhirnya sampai juga. Sambil membawa koper, tas selempang, dan tas punggung saya, saya menuju bangku tempat menunggu, setelah melewati gate untuk pengecekan tiket secara elektronik. Alangkah senangnya, ketika indikator tapping tiket tadi berwarna hijau dan pintu terbuka.

Saya dijemput dua orang Indonesia yang sama-sama kuliah di Erasmus University Rotterdam. Dan selama seminggu saya menumpang ditempat mereka sambil mencari tempat tinggal di Rotterdam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *