Tadi malam saya sempat menonton film Dredd. Saya tertarik menonton film ini setelah melihat sedikit highlight nya sebelum menonton film Taken 2 beberapa minggu yang lalu. Pada saat menonton highlight nya itu, saya tau kalau film ini punya kemiripan dengan film The Raid yang diperankan oleh Iko Uwais, seorang aktor berbakat Indonesia.

Ceritanya mirip, dimana ada oknum penegak keadilan yang berusaha menegakkan hukum dan kemudian terjebak dalam satu gedung bertingkat tinggi. Hanya saja, skala dalam film Dredd dibuat lebih besar. Dan lebih modern. Kalau di film The Raid, gedung nya dikuasai oleh seorang penjahat laki-laki, di film Dredd, gedungnya dikuasai oleh geng Ma-Ma, yang notabene pemimpinnya adalah seorang wanita.

wallpaper film dredd
Dredd

Kesamaan lainnya adalah adanya konflik pengkhianatan didalam pasukan penegak keadilan pada kedua film tersebut. Dari segi jumlah pasukan yang melakukan penetrasi dalam gedung, jumlah pasukan dalam film The Raid lebih banyak dibandingkan dengan Dredd yang awalnya hanya dua orang, dan kemudian bertambah menjadi enam orang, namun keempat personil tambahan semuanya adalah pengkhianat.

Dari segi senjata, senjata di film The Raid tidak secanggih dengan yang ada di film Dredd. Senjata di film Dredd juga lebih powerful. Kemiripan yang lain dalam kedua film tentu saja adalah kesadisannya. Kedua film sangat sadis, tanpa kompromi. Film ini sebaiknya tidak dipertontonkan kepada anak dibawah umur.

Salah satu hal yang menjadi bahan pemicu konflik dalam film Dredd adalah narkoba jenis terbaru, yang dinamakan Slo-Mo (Slow Motion) yang membuat penggunanya dapat merasakan sensasi “fly” dalam gerakan lambat. Dan saya fikir, sutradara dan visual efek nya berhasil menciptakan kesan itu bagi penonton.

Secara keseluruhan, saya suka film Dredd ini. Ceritanya tidak membosankan, dan selalu ada aksi yang menegangkan. Tapi, ada sedikit joke juga sebenarnya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *