Berat juga meninggalkannya

Film selalu menjadi sumber inspirasi bagi saya. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari penggalan kisah yang dimunculkan dalam sebuah film. Beberapa diantaranya sangat inspiratif, sampai-sampai memancing penontonnya untuk melakukan hal yang sama dalam film. Dan beberapa potongan adegan dalam suatu film memiliki kesamaan dengan keadaan realita yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita.

Salah satu film terbaik yang pernah saya tonton adalah The Shawshank Redemption. Saya pernah menulis tentang film ini di blog ini. Singkatnya, film ini menceritakan tentang perjuangan Andy Dufresne dalam penjara dan pencariannya untuk membuktikan bahwa dia tidak bersalah. Dan pada akhirnya, Andy mampu melewati semua itu dengan caranya sendiri.

Apa hubungannya dengan kampus/ kuliah?

Saat ini saya masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur. Terus terang saja, saya masih merasa bahwa saya tidak berada pada tempat yang tepat. Sampai dengan saat ini, saya masih merasa demikian. Padahal saat ini saya sudah menginjak semester 8, beberapa teman-teman saya bahkan ada yang akan wisuda bulan depan. Mencatat bahwa saya masih dalam keadaan denial adalah bukan pilihan bijak. Saya tidak perlu lagi berpikir demikian.

 

Segalanya berlalu dengan begitu cepat. Bahkan kadang saya merasa telah kehilangan 4 tahun dalam kehidupan ini. Pathetic, Menyedihkan.

 

Danau Unhas
Danau Unhas

Perjuangan saya melawan perasaan denial ini terus saya lakukan. Apapun itu, saya sudah berusaha untuk mengatasinya. Saya berusaha untuk tetap merasa nyaman dalam keadaan yang sebaliknya. Kadang saya merasa seperti orang bodoh dengan ber”tingkah” seperti itu. Yah, mau bagaimana lagi, ini adalah salah satu jalan untuk tetap stay ditempat ini.

Kemudian beberapa hal mulai membaik. Kalau dulu prestasi akademik saya – diukur dari IP (Indeks Prestasi) & IPK (IP Kumulatif) – terjun bebas sejak memasuki tahun pertama, kini sudah mulai membaik. Saya sudah mulai rajin masuk kuliah, mengerjakan tugas dan mengumpulkannya meskipun kadang tidak tepat waktu.

Semester demi semester berlalu, ternyata sudah masuk tahun-tahun terakhir

Seiring dengan berkurangnya mata kuliah yang tersisa, waktu untuk melihat kampus dari dekat semakin banyak. Paling tidak dampak dari berkurang nya mata kuliah yang tersisa adalah tugas yang juga mulai berkurang. Inilah kesempatan bagi saya untuk menikmati saat-saat yang mungkin tidak akan terulang lagi nanti.

Pertama kau membencinya….. Lalu kau terbiasa dengannya.

Setelah cukup waktu lewat….. Kau merasa bergantung padanya.

– Red (Morgan Freeman) dalam The Shawshank Redemption

Itulah salah satu penggalan kalimat dalam film The Shawshank Redemption. Sangat pas dengan apa yang saya rasakan saat ini. Saya berpikir, sepertinya terlalu cepat untuk meninggalkan kampus ini. Kampus yang nyatanya telah meninggalkan banyak kenangan dalam memori saya. Tapi menunda sarjana juga bukan pilihan yang bijak.

Dan meskipun kampus ini secara fisik bukan penjara, tapi perasaan yang hampir sama dengan yang dialami narapidana dalam penjara Shawshank menjadi hikmah tersendiri.

I just want to take a deep breath and contemplating for a moment.

2 thoughts on “Kampus Shawshank

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *