A masterpiece by Bon Jovi

Livin’ on prayer, anda mungkin sudah sering mendengarnya. Ini adalah judul lagu dari band asal Amerika, Bon Jovi. Saya sangat suka lagu ini, sejak pertama kali mendengarnya waktu masih SMP dulu. Bertahun-tahun berlalu, saya tidak pernah paham dengan isi lagunya. Saya hanya mendengar dan tahu sedikit penggalan liriknya. Baru beberapa bulan terakhir ini saya mulai membaca liriknya baik-baik. Dan ternyata maknanya dalam. Ini tentang cinta.

Bon-Jovi-Livin'-on-Prayer-Quote
Livin’ on Prayer | background by swingshoes.net

Secara harfiah, livin’ on prayer berarti “hidup dalam do’a”. Saya mengartikannya sebagai keyakinan Tommy dan Gina bahwa mereka mampu melewati semua cobaan yang mereka hadapi. Inilah interpretasi saya tentang lagu ini:

Tommy, dulu dia bekerja di dermaga. Dia bekerja sebagai buruh. Tapi nasibnya kurang beruntung, beberapa saat setelah para buruh melakukan demonstrasi, dia terkena imbasnya. Dia dipecat.

Hidup begitu keras, sangat keras.

Gina bekerja di kantin (warung atau semacamnya) sepanjang hari. Dia bekerja demi “cintanya”, Tommy. Dia mengumpulkan uang untuk menghidupi kehidupan sehari-hari mereka. Dia melakukannya demi cinta, ya demi cinta!

 “Kita harus bertahan dengan apa yang telah kita miliki. Ini tidak akan memberikan perbedaan kalau kita berkecukupan atau tidak.” Kata Gina.

“Kita sudah saling memiliki, dan itu sudah sangat berarti.”

“Demi cinta, kita akan mencobanya.”

“Kita sudah separuh jalan. Genggam tanganku, kita pasti bisa, aku berjanji!

Pada titik ini, Gina optimis bahwa mereka pasti bisa melalui kesulitan yang dihadapi.

Keadaan tak kunjung berubah, malah semakin parah.

Gina kelihatannya sudah tidak tahan lagi, dia mulai menyerah. Dia berpikir untuk meninggalkan Tommy.

Ketika dia menangis dimalam hari, Tommy berbisik:

“Sayang, tenang, kita akan baik-baik saja.”

“Kita harus bertahan dengan apa yang telah kita miliki.”

“Kita sudah saling memiliki, dan itu sudah sangat berarti.”

“Demi cinta, kita akan mencobanya.”

“Kita sudah separuh jalan. Genggam tanganku, kita pasti bisa, aku berjanji!

“Kita harus bertahan, siap atau tidak.”

“Mengapa kau meninggalkannya, sedangkan kau sudah memiliki segalanya?”

Itu lah kira-kira makna dari lagu “Livin’ on Prayer” Bon Jovi. Lagu dengan makna yang dalam menurut saya. Banyak orang yang “gagal dalam cinta” hanya karena masalah sederhana. Mereka tidak yakin kalau mereka bisa melewati semua cobaan yang mereka hadapi. Mereka terlalu melebih-lebihkan masalah yang mereka hadapi seolah-olah selamanya mereka akan terjerembab dalam keterpurukan.

Sama seperti kurva, seharusnya mereka bisa melihat kalau kurva itu bisa bergerak naik setelah mengalami penurunan. Mereka kurang optimis, dan sudah terlanjur pesimis. Mereka memilih meninggalkan pasangan mereka, seolah mereka telah meninggalkan masalah itu bersama pasangannya. Padahal tidak sama sekali. Bersama orang lain, mereka belum pasti akan mendapatkan orang yang baik seperti yang telah mereka tinggalkan. Dan akhirnya apa, hanya penyesalan yang mereka rasakan.

Satu sesal dalam hati mereka,

“mengapa tidak bertahan saja bersama dirinya dulu?”

Itu lah salah satu cerita dalam dunia percintaan, kawan. 🙂

Semoga ini tidak terjadi pada diri kalian dan saya sendiri! Dan mari kita do’akan semoga Tommy dan Gina bisa mempertahankan cinta mereka.

Livin’ on Prayer.

Ciao!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *