Sad-Eyes

Makin Rabun, Sepertinya…

Malam yang sepi. Biasanya malam begini masih mengalun lagu-lagu rock dari kamar lantai bawah pondokan saya. Atau kah lagu-lagu hip-hop, r&b atau sejenisnya. Malam ini betul-betul sepi. Hanya James Blunt dengan You’re Beautiful nya yang menemani. Sepi, malam ini.

Malam ini memang sepi. Oh, masih ada kata lain yang membosankan selain sepi untuk malam ini? Yah, dan mata saya terasa tambah rabun.

Oh, sekarang giliran High… James Blunt lagi… Saya selalu suka lagu ini.

Mata rabun bagi saya untuk saat ini adalah hal yang wajar. Kebiasaan saya belakangan ini banyak membuat mata saya kurang istirahat. Bangun pagi, tidak perlu cuci muka dan kumur-kumur buku sudah ada ditangan, dibaca dengan berusaha menyerap arti setiap kata dan berpacu dengan waktu yang semakin beranjak. Karena sebentar lagi akan ada kuliah. Membaca buku selalu menyenangkan, boy. Tapi entah kenapa, buku kuliah tidak pernah menarik menurut saya. 🙁

Sad-Eyes

Eye oh Mata

Belakangan ini saya banyak membaca (kembali) buku-buku karya Andrea Hirata. Penulis yang selalu saya idolakan. Dan semua buku nya yang saya baca belakangan ini adalah buku-buku yang pernah saya baca waktu masih SMA dulu. Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov, semuanya tetralogi yang tidak pernah membosankan untuk dibaca. Dan saat ini, tidak sesuai urutan, giliran Edensor, setelah yang lainnya sudah saya baca.

Bukan hanya buku yang membuat mata saya yang menjadi rabun. Kebiasaan saya menatap layar LCD laptop adalah salah satu biangnya. Saya fikir ini lah yang paling membuat penglihatan saya  menjadi semakin terganggu. Sure! Belum lagi koran, dan bacaan-bacaan lain yang berbahasa Inggris membuat mata saya harus bekerja ekstra, karena harus membiasakan diri dengan bahasa yang bukan bahasa ibu kita itu.

Tapi, kondisi ini tidak membuat saya surut untuk tetap memperkaya pengetahuan saya dari buku, internet, majalah, dan koran. Yang harus saya fikirkan adalah menyiasati bagaimana mata saya mendapat nutrisi yang cukup dan istirahat yang efisien.

Semoga mata ini tidak menjadi semakin rabun, bisa kembali seperti semula. With all my respect, my dear eyes.

No Responses

Write a response

%d bloggers like this: