Cuaca memang tidak menentu belakangan ini. Katanya, kalau dulu musim hujan itu terjadi di bulan yang berakhir –ber, seperti September, Oktober, November dan Desember. Itu dulu! 😎 Makanya jangan heran kalau belakangan ini sebentar-sebentar hujan, sebentar-sebentar panas.

Karena tidak mau basah kuyup kalau hujan pas jalan kaki ke kampus, saya beli payung. Maunya payung warna abu-abu, tapi yah karena tidak ada, maka saya pilih yang warna merah saja.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan payung saya. Yang saya khawatirkan cuma kualitasnya saja. Namanya juga payung murah, jadi suatu saat saya harus siap kalau misalnya payung nya robek atau terbalik karena angin kencang. Saya juga yakin kalau payung ini tidak akan bertahan lama.

Mr-Umbrella
Payung

Soal pakai payung, saya rasa fine-fine saja. Sampai dengan suatu saat, teman saya bertanya apa tidak malu sebagai cowok pakai payung ke kampus. Ditambah lagi, notabene saya ini anak Fakultas Teknik, yang katanya pantang pakai payung, apalagi yang gondrong. Pantang lari kalau hujan. Well, that’s fool saya pikir. Kenapa mau sebodoh itu. Saya pikir kenapa mesti malu pakai payung. Daripada basah kuyup, baju, celana, sepatu, dan tas basah, kenapa tidak pakai payung saja.

Saya lihat, memang jarang ada cowok yang pakai payung kalau hujan. Mereka lebih memilih basah diguyur hujan daripada memakai payung. Sepertinya gengsi lah salah satu penyebabnya. Atau kah karena memang tidak punya payung? Padahal payung harganya juga tidak seberapa. Dibanding harus menanggung penderitaan pakaian yang basah, apalagi pakaian susah kering kalau musim hujan.

Pernah juga suatu waktu, ketika saya mau ke kampus pas hujan (Tentu saja saya pakai payung waktu itu). Seorang senior yang baik hati, sempat bercanda dengan mengatakan “saya kira tadi cewek yang lewat, karena pakai payung”, well memang waktu itu saya masih gondrong, tapi saya tidak perlu tersinggung, karena saya laki-laki tulen. 😛  Lagi-lagi diuji! Pakai payung, go ahead!

Teman-teman saya yang cewek juga sempat tertawa mengetahui kalau saya bawa payung ke kampus (karena hujan). Mereka mengaku memang jarang melihat cowok berani pakai payung. Saya jelaskan tidak ada yang salah kalau cowok pakai payung saat hujan. Di Jepang saja, laki-laki pakai payung. Cowok-cowok keren pakai payung. Tidak percaya? Tonton saja film nya Crows Zero, disitu kamu akan lihat para aktor nya pakai payung, termasuk Sherizawa. Saya tidak habis pikir, kenapa banyak cowok-cowok atau bahkan cewek malu pakai payung, lihat saja Jepang, negara yang maju, penduduknya tidak malu pakai payung. Entah cowok atau cewek. 🙄

Pakai payung itu manusiawi, kok. Pakai payung, kenapa tidak? 😉

2 thoughts on “Pakai Payung, Kenapa Tidak?

  1. Ah ini!
    saya sering diketawain temen-temen gara-gara pake payung kalau panas. katanya manja banget, centil, dan semacamnya. tapi saya sih seru-seru aja pake payung. anyway saya punya payung warna abu-abu, ada 3 hahaha kalau deket saya kasihin ke kamu nih 😛

    1. Hehehee…. Boleh, Fasya 🙂
      Sdh lama nyari payung abu-abu, tapi sampai sekarang belum dapat. Biar bisa jalan-jalan sambil hujan. Soalnya payungku robek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *