Hari ini, 16 Februari 2012 adalah hari Kamis. So what? Apa yang istimewa? Hari ini adalah salah satu hari yang paling menyenangkan dalam minggu ini. Karena hari ini saya tidak ada kuliah. Tidak seperti biasanya, kalau saya tidak kuliah, saya biasanya menghabiskan banyak waktu di kamar kos saya. Istirahat , membaca, bersih-bersih kamar, cuci pakaian, atau kah sekali-sekali ke Mall untuk mencari-cari buku baru. Biasanya membaca buku lah yang paling banyak menyita waktu saya kalau sedang senggang.

Hari ini ada sesuatu yang beda, saya meletakkan satu benchmark baru, sekaligus rekor baru untuk diri saya sendiri. Hari ini saya mengayuh sepeda dari Makassar ke rumah orang tua saya di Kab. Pangkep. Menempuh jarak kurang lebih 50 km. dengan sepeda saya sendiri. Sebenarnya ini bukan lah hal yang wah bagaimana, karena mungkin orang-orang sudah biasa melihat pengendara sepeda yang menempuh jarak lebih jauh daripada saya. Sebut saja Tour de France, sehari bisa menempuh jarak sampai 150 km lebih, 3 kali lipat dibanding rekor saya. Tapi, dengan mempertimbangkan jenis sepeda, jalan, atmosfer kompetisi, serta profesionalisme di ajang Tour de France, tentu saja tidak bisa dibandingkan bulat-bulat dengan saya.

Rekor-baru-#cycling
Niyuw Rekord

Agenda ini sudah sejak beberapa bulan lalu saya rencanakan, namun baru terealisasi sekarang. Alhamdulilah, semuanya berjalan lancar meskipun tentu saja ada beberapa kendala kecil. Tadi saya sempat lupa mengambil kacamata saya. Terpaksa saya harus kembali lagi, padahal sudah ada sekitar  1,5 km perjalanan saya. But it was fine.

Jarak 50 km ini paling tidak 3 kali lipat dari jarak terjauh saya bersepeda sebelumnya. Kalau di Makassar, saya sempat mengayuh sepeda sampau ke Kab. Gowa, which is jaraknya, yah sekitar 15-an km lah dengan memakan waktu sampai maksimal 1 jam, karena biasanya macet. Dan berbeda dengan perjalanan yang saya mulai sejak pukul 5.50 dinihari tadi, yang menempuh jarak ±50 dalam waktu ±2,5 jam. Jadi, kalau dihitung, kecepatan rata-rata saya mencapai 20 km/jam. Sangat lambat kalau dibandingkan dengan naik motor, biasanya kecepatan rata-rata saya mencapai 60-75km/jam.

Tips bersepeda jarak jauh

Dari beberapa kali saya bersepeda jarak jauh, untuk mencapai tujuan, yang kita butuhkan adalah kecepatan yang konstan. Meski sebelumnya persiapan sudah harus lengkap, misalnya membawa kunci-kunci sepeda,mengecek rem, tekanan ban, membawa pompa ban, makanan dan minuman, sampai dengan obat-obatan.

Kecepatan yang konstan berarti kita tidak perlu terburu-buru untuk sampai secepat mungkin, tapi yang paling penting adalah kestabilan tenaga pada waktu yang dibutuhkan. Contohnya kalau pas ada tanjakan, biasanya tanjakan dijalan raya itu jaraknya dari 10-150 meter. Dan ditambah dengan sudut elevasi, maka konsistensi dalam hal kecepatan itu mutlak. Kecepatan yang dibutuhkan rendah namun stabil.

Realisasi think different

Thankfully, saya tiba dengan selamat dan sempat membuat beberapa orang tercengang dengan aksi saya. Wajar saja menurut saya. Karena saya sudah bertekad, dan merencanakannya jauh-jauh hari. Dan saya kira yang membuat orang tercengang, adalah karena mereka tidak pernah atau jarang melihat/mencobanya sendiri. Saya fikir selagi masih muda dan masih bisa berfikir beda tapi logis, kenapa tidak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *