Wow… Luar biasa semangat Timnas PSSI U-23 Sea Games malam ini. Malam ini (22 Nov 2011) merupakan laga final cabang olahraga sepak bola yang mempertemukan Timnas U-23 Indonesia dengan Timnas U-23 Malaysia. Kedua tim bermain ngotot sepanjang pertandingan. Dan harus diakhiri dengan adu penalti, setelah skor tetap imbang 1-1 sampai 2×15 menit perpanjangan waktu berlalu.

Timnas Indonesia U23 Sea Games 2011
Timnas Indonesia U23 Sea Games 2011

Dewi fortuna lagi-lagi belum berpihak kepada timnas kita. Harus menelan kekalahan didepan pendukung sendiri, di stadion Gelora Bung Karno. Tak usah bersedih, kawan-kawan! Kalian telah bermain dengan sangat baik. Kami tahu kalau kami terlalu banyak berdosa dengan banyak mengumpat kesalahan-kesalahan kalian saat bermain. Begitu lah penonton, selalu merasa lebih jago dari para pemain. Termasuk saya sendiri.

Momen-momen seperti ini lah saat yang tepat untuk kembali memupuk kecintaan kita dengan negara sendiri. Dan sejujurnya, saya sendiri mungkin masih sangat kurang mengapresiasi nasionalisme itu sendiri, khususnya dengan negara sendiri. Salah satunya karena berdasar pada prestasi dibidang sepak bola. Dari dulu, saya sering pesimis dengan pertandingan yang dilakoni Timnas. Di level apa pun. Dan terbukti memang hasilnya selalu kurang menyenangkan.

Pesimis

Saya sering memperlihatkan rasa pesimis saya terhadap Timnas kepada bapak saya. Beliau adalah pendukung setia Timnas, selalu meperlihatkan rasa antusias disetiap pertandingan Timnas. Bagiku, itu adalah buang-buang waktu saja (dulu).

Optimis

Tapi, hal itu tidak berlaku untuk selamanya. Setahun lalu, ketika Timnas sedang berlaga di kompetisi AFF (dulu piala Tiger), saat itu lah saya melihat bahwa ternyata Timnas telah berkembang menjadi lebih baik. Bahkan jauh lebih baik! Meskipun belum berhasil menjadi juara, tapi itu sudah cukup membuat saya tertarik untuk menonton pertandingan Timnas. Mulai optimis.

Kembali ke malam ini

Malam ini, saya menonton pertandingan final sepak bola Sea Games di kamar seorang teman. Yah, saya tidak punya TV dikamar kos-kosan saya. Seperti kebanyakan, beberapa orang memang tidak memihak kepada Timnas, lebih condong ke pihak lawan. Mereka menjadi pembawa energi negatif didalam ruangan tempat kami menonton. Serupa dengan penyakit busuk yang pernah menghinggapi benak saya dulu.

Rasa nya telinga panas mendengar umpatan mereka kepada pemain Timnas sendiri, bukan pujian! Saya tidak terpengaruh untuk ikut-ikutan. Lebih memilih untuk diam dan melihat permainan. Lagian hasilnya juga pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Itu hal biasa! Saya mulai semakin terbiasa mengolah tekanan dalam menonton pertandingan, meskipun belum cukup baik.

Babak pertama berakhir, skor imbang 1-1. Turun minum (jeda babak pertama) saya memilih untuk kembali ke kamar saya. Kembali melanjutkan membaca buku biografi Steve Jobs, yang ditulis Walter Isaacson. Cara untuk menghilangkan ketegangan menonton pertandingan sepak bola itu. Setidaknya ini bertahan beberapa menit. Saya tak berdaya menahan hype dari suara teriakan penonton disekitar kamar. Akhirnya kuputsukan kembali ke kamar teman menonton pertandingan.

Meskipun kalah, tapi terus terang semangat para pemain memperlihatkan bahwa mereka pantang menyerah, dan memiliki mental untuk juara. Tidak ada kesalahan yang betul-betul fatal dilakukan. Dan yang terpenting, mereka betul-betul menikmati permainan. Menurut saya, ini lah intinya! Semangat yang betul-betul pure (murni) nampak dari permainan mereka! Ini lah yang harus kita aplikasikan dalam keseharian kita, menjadi pure melakukan apa yang kita lakukan. Do what you love, and love what you do! Kata Billy Boen dalam bukunya, Young On Top.

Sang juara

Tidak ada juara yang tidak pernah kalah sebelumnya. Saya yakin, begitu pula hal nya dengan Timnas kita. Ini adalah cobaan untuk Timnas. Dan juga untuk kita, sebagai penonton dan pendukung Timnas. Disini lah kita buktikan bahwa supporter, fans, penonton, apa pun itu tidak hanya mengelu-elu kan menyanjung nama tim kesayangan saat tim memenangkan pertandingan. Tapi menjadi penyemangat meskipun tim kesayangan gagal membawa pulang kemenangan dan gelar juara!

Tidak usah berkecil hati, tidak usah stress, tidak usah mengutuk diri sendiri. Kita sudah punya modal untuk jadi juara. Kita pasti juara, Suatu saat nanti, champions!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *