Hey, Sushi-Dragon-Roll

Sushi Struggles

Pertama X

Kapan lagi kalau bukan sekarang? Saya pikir begitu lah seharusnya, ketika ada kesempatan dan hal-hal lain mendukung, kenapa tidak? Malam ini saya dan seorang teman menyempatkan diri untuk mencicipi sushi. Sebuah makanan yang sangat baru untuk lidah saya. Sudah lama saya mau mencoba makanan khas Jepang ini, hanya saja belum sempat.

Dan kau tahu kawan, pengaruh sosial media itu sangat dahsyat. Dan ini lah yang menuntun saya ke salah satu warung sushi di Makassar, yang makin terkenal karena sering disebut-sebut di salah satu situs jejaring sosial. Komentar-komentar positif dari para customers nya bikin saya makin penasaran dengan sushi dan warung ini.

Hey, Sushi-Dragon-Roll
Dragon Roll

Setelah menunggu beberapa menit, pesanan saya: Dragon Roll, mendarat di depan saya. Kesan pertama: hmmm… bentukmu memang aneh, tapi tenang saja, kau akan kulumat!”, tapi begitu saya melihat kearah jam 1 dari sushi ini, saya malah bingung. Sumpit, kawan! Waduh, saya coba mengingat-ingat kapan terakhir kali saya makan pakai sumpit? Daaan… Ternyata belum pernah. Ini akan menjadi pengalaman pertama saya makan sushi + pake sumpit + ditempat umum. Perfect combination!

Yang membuat keadaan ini makin sempurna dalam ketidaksempurnaan adalah, kebanyakan dari customers warung ini adalah kaum hawa, yang seumuran dengan saya. Wadddooh… kebayang kan, bagaimana kalau mereka secara tidak sengaja ataupun sengaja melihat cara saya melumat Dragon Roll ini… mereka mungkin berprasangka bahwasanya saya adalah seorang alien jantan yang baru tiba dari dusun kecil terpencil yang seumur hidupnya tidak pernah makan dengan menggunakan sumpit. OMG!

Stay cool, cowok!

Stay cool apanya? Malu juga rasanya kalau tiba-tiba datang ke meja pelayannya untuk minta sendok. Ini Plan B, tapi sesungguhnya saya tidak berencana untuk itu. Sudahlah, ini adalah kesempatan bagi saya untuk langsung belajar makan dengan pakai sumpit. Siapa tahu, suatu hari nanti saya tinggal beberapa lama di Jepang dan setiap hari makan pakai sumpit. Practice makes perfect (almost)!

Dengan sedikit percobaan dengan menjepit pipet minuman dengan sumpit, saya mencoba menerapkannya pada si sushi. Awalnya saya cuma menusuk-nusuk gulungan sushi dengan sumpit untuk menyuap mulut saya. Dengan kepercayaan diri, akhirnya saya mencoba menjepit sushi, mencelupkannya kedalam “kecap cair”, dan mengunyahnya. Rasanya seperti sedang berada di Jepang! Kaboom! Jepang 10.000 km arah tenggara, pastinya! Satu demi satu gulungan sushi saya makan, dan hmmmm…. Diluar dugaan, seonggok sushi tadi bikin perut saya cukup kenyang.

Meski sempat membuat saya linglung, tapi rasanya asyik juga. Hanya perlu pembiasaan makan dengan menggunakan sumpit. Saya harus latihan makan pakai sumpit, kalau perlu menangkap lalat dengan sumpit! Seperti yang Bo Bo Ho pernah praktekkan dalam salah satu film nya.

Untuk kalian yang masih newbie dengan sumpit, Cheers!

9 thoughts on “Sushi Struggles

    1. Untungnya aku nggak ngerasa ndeso. Eh, tapi Ndeso itu sebenarnya “Cool” loh. 😀
      Kalo Shabu-shabu dan Ramen aku nggak pernah coba. Pake sumpit juga ya? Oh, no…..

  1. mereka mungkin berprasangka bahwasanya saya adalah seorang alien jantan yang baru tiba dari dusun kecil terpencil yang seumur hidupnya tidak pernah makan dengan menggunakan sumpit. OMG! —-> ngakak baca ini 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *