Giants in a big screen

Sebelumnya Pacific Rim bukan lah film yang menjadi “film yang harus” saya tonton bulan ini. Saya berencana menonton Despicable Me 2 atau Lone Ranger. Tapi, berhubung karena salah satu crew animator nya adalah orang Indonesia maka keputusan saya berubah. Ronny Gani, sang animator juga orang yang baik. Terbukti, dia membalas email saya. 🙂

Beberapa hari yang lalu, saya juga sempat melihat di twitter kalau film ini menjadi trending topic. Saya menjadi penasaran dengan bagaimana thriller film ini, dan ternyata memang bukan film yang boleh dilewatkan begitu. Saya harus menonton film ini, gumam saya kemarin sore.

Saya tiba di bioskop 21, sejam lebih sebelum film ini mulai. Dengan perkiraan bahwa antrian akan panjang. And boom…. Ternyata perkiraan saya salah. Sama sekali tidak ada antrian. Nafas saya menjadi lebih stabil. Fiuuh… lega, bisa memilih tempat duduk seenaknya.

Dan yes, film ini pun saya tonton. Suasana didalam bioskop aman dan terkendali. Tidak banyak penonton, dan tidak ada staf bioskop 21 yang berpatroli mengawasi penonton. Berhubung karena teman yang duduk disamping saya menyandarkan kakinya pada sandaran kursi didepannya.

Wallpaper-Jaeger-pacific-rim
Jaeger | Sumber: screencrush.com

Sejak awal sampai akhir film ini menayangkan adegan-adegan yang memacu adrenalin. Bukan hanya soal apa yang tampil dilayar yang menampilkan perkelahian antara raksasa Kaiju dan Jaeger super besar itu. Tapi juga sound effects nya yang menggelegar. Bayangkan bagaimana suara gedung yang runtuh, suara raksasa yang berkelahi, badai, dan lain-lain.

Kaiju: bahasa Jepang, yang secara harifiah berarti “makhluk aneh”, tapi secara umum diartikan sebagai monster raksasa.

Jaeger: robot raksasa yang dibuat untuk melindungi manusia dari para Kaiju.

Cerita film ini pun menarik menurut saya, meskipun ada yang sangat tidak masuk akal soal asal muasal si Kaiju ini. Yah, namanya juga film. Tapi, again… cara orang-orang Hollywood ini mengemas cerita yang sungguh sangat tidak masuk akal bisa diterima begitu saja adalah luar biasa. Contoh lain misalnya, kenapa si Kaiju tidak menyerang helicopter yang membawa Jaeger, supaya dia tidak perlu repot-repot menunggu si Jaeger jatuh dengan posisi stabil untuk berkelahi. Dia kan bisa ambil keuntungan posisi dari situ. Hehehe… ingat, again kawan.. again! Ini film Hollywood!

Yang saya tandai dalam film ini juga adalah soal adegan pertarungannya, yang hampir semuanya terjadi pada malam hari, dan dalam cuaca hujan/badai! Wow… betapa epicnya pertarungan kedua jenis makhluk raksasa ini. Teman saya berpendapat kalau si pembuat film ini sengaja melakukannya supaya tidak banyak sumber daya yang dikeluarkan untuk membuat adegan perkelahian tampak jelas di siang hari. Karena, you know lah, kalau siang kan detail monster-monster dan robot raksasa ini lebih menuntut banyak perhatian.

Tapi, meskipun pertarungannya hampir semua terjadi di malam hari. Tapi sama sekali bukan masalah buat saya. Ada kesan tersendiri melihat pertarungannya terjadi di malam hari. Efek lighting dalam film ini tentu saja sangat menentukan. Dan sebagai penonton, menurut saya visual  FX nya secara keseluruhan sangat keren. Soal ceritanya juga keren. Action-action terjadi silih berganti diselingi sedikit joke yang menghibur. Yah, skor 9 dari maksimal 10.

Pacific Rim menurut kamu bagaimana?

One thought on “Tentang Pacific Rim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *