Kebingungan

Saya masih ingat perbincangan saya dengan seorang teman sekitar dua bulan yang lalu. Waktu itu saya baru saja selesai ujian Seminar Terbuka tugas akhir saya. Teman saya yang berinisial A ini sudah lebih dulu sarjana daripada saya. Singkatnya begini, kami memperbincangkan mengenai masa depan. Apa yang akan kami masing-masing lakukan setelah selesai, adalah pertanyaannya.

Karena dia sudah sarjana, sepatutnya dia harus segera bekerja. Atau kah melanjutkan pendidikan ke jenjang S2, pikir saya waktu itu. Teman saya ini mengakui kalau dirinya juga masih kebingungan. Dia juga menjelaskan bahwa dirinya masih belum melakukan apa-apa. Dia tidak langsung bergerilya mengirimkan CV (Curriculum Vitae) ke perusahaan-perusahaan untuk melamar pekerjaan. Betapa sia-sianya waktu yang ia lewatkan beberapa bulan ini, batin saya.

Rizqi-Fahma---PINSO-(not-related)
No Description, Saking Bingungnya! | Sumber: Pinso

Ketika ditanyai mengenai rencana saya setelah lulus S1 nanti, saya mengatakan kemungkinan besar saya akan kembali ke perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya. Keinginan untuk melanjutkan S2 waktu itu tentu saja ada, tapi saya belum berencana untuk segera lanjut selepas Sarjana. Tapi, dibandingkan dengan teman saya ini, rencana hidup saya masih lebih jelas, pikir saya waktu itu.

Sekarang giliran saya

Dan tibalah saatnya saya menyandang gelar fresh graduate. Minggu lalu adalah hari wisuda saya. Sudah sekitar sepuluh hari berselang, masih belum ada aktifitas yang berarti yang mengindikasikan bahwa saya tetap berada pada rencana yang saya buat dua bulan yang lalu.

Rencana untuk kembali ke perusahaan tempat saya dulu bekerja tidak berjalan lancar. Bukan karena perusahaan bersangkutan menolak saya, tapi masalahnya ada pada saya sendiri. Kepala saya dipenuhi oleh rasa malas. Sebelumnya saya sudah sempat masuk kantor beberapa hari sebelum saya wisuda. Tapi, selama hari-hari tersebut, pikiran saya selalu diluar. Entah apa yang saya pikirkan, seperti ada perasaan selalu ingin pulang lebih cepat.

Rasa malas saya tetap bersemayam sampai dengan saat ini. Padahal ini sudah mendekati bulan suci Ramadhan, which is, saya akan butuh uang untuk keperluan puasa dan lebaran nanti. Sedangkan, saat ini saya hanya mengandalkan dukungan finansial dari orang tua saya. Parahnya, saya sama sekali belum mencari alternative lain untuk bisa mendapatkan pekerjaan.

Pada titik ini lah terjadi flash back ke percakapan saya dengan teman dua bulan yang lalu. Saya yang dulu berpikir bahwa betapa meruginya teman saya ini karena sama sekali belum berjuang untuk mendapatkan pekerjaan dan masih bersantai-santai, tiba-tiba merasakan hal yang sama.

we-re-happy-free-confused-lonely-in-the-best-way
Seharusnya Begini | Sumber: keepcalm-o-matic.co.uk

Sebagai seorang fresh graduate, keinginan untuk bebas melakukan sesuatu tanpa ada gangguan adalah hal yang sangat saya inginkan saat ini. Saya sadari beban tugas akhir selama setengah tahun terakhir ini masih butuh pelampiasan sebelum masuk ke tahap kehidupan selanjutnya. Dan, yang sangat sering saya pikirkan adalah, apa yang akan saya lakukan supaya masa depan saya jauh dari kesuraman? Apakah saya akan melakukannya dengan penuh passion? Apakah saya akan menerima konsekuensinya? dan apakah orang-orang terdekat mendukung?

Pertanyaan-pertanyaan yang sungguh membuat beban sebagai seorang fresh graduate bertambah. Bukan hanya sekedar pekerjaan yang saya butuhkan. Tapi sebuah pekerjaan yang tidak akan saya sesali untuk dilakukan, pekerjaan yang merupakan passion saya, dan saya akan betul-betul menikmatinya. Ataukah melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. saya tidak menekankan untuk lanjut pada jurusan yang sama dengan jurusan S1 saya. Karena saya paham bahwa itu bukan lah passion saya. Dan untuk lanjut pada jurusan berbeda juga tidak mudah, meskipun saya yakin bahwa itu lah passion saya.

Saya hanya lah seorang fresh graduate yang baru seminggu lebih diwisuda. Banyak tuntutan dan beban. Meskipun belum ada langkah konkret yang saya lakukan, tapi saya tidak tinggal diam dalam kekosongan. Setidaknya saya juga memikirkan yang terbaik dan akan berusaha untuk mencapainya, suatu saat nanti.

Here I am, I am just another fresh graduate in this world!

3 thoughts on “Terjadi Hal yang Sama pada si Fresh Graduate

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *