Saya tidak pernah pernah senang dengan ide tersebut apabila menyangkut penempatan kelas. Kenapa? Bukan hanya masalah diversifikasi nama yang monoton yang tidak menarik menurut saya, tapi yang lebih penting lagi, kemungkinan kurang kompetitifnya kualitas suatu kelas jika kelas-kelas diurut berdasarkan abjad nama siswanya. Ini berdasarkan pengalaman saya (kemungkinan kasusnya akan berbeda dengan kasus anda). Anak yang memiliki awalan nama dengan abjad yang terdepan (A-Z) akan ditempatkan di kelas yang terdepan pula, dan “celakanya” bagi anak dengan awalan nama yang posisinya dalam alfabet lebih dibelakang, akan ditempatkan di kelas yang dibelakang juga, apalagi yang berawalan Z namanya.

Awalan nama saya adalah M, dan besar kemungkinan saya akan ditempatkan di kelas F, seperti yang selalu terjadi di sekolah-sekolah. Beruntung, saya tidak pernah terlempar di kelas tersebut, karena saya selalu ada di kelas unggulan. Tapi sayang bagi anak yang prestasinya kurang baik, yang harus terlempar ke kelas jauh, yang biasanya akan sekelompok dengan anak-anak yang juga kurang bagus prestasinya. Mungkin tidak semua kasus seperti itu, bisa saja contoh yang saya sebutkan diatas tidak berlaku di kasus lain.

Hanya saja, sekali lagi, penempatan kelas berdasarkan abjad nama siswa itu menurut saya bukan lah hal yang terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *