Hemat Listrik Kamar Kos

Hampir 3 Bulan Tidak Beli Token Listrik Kamar Kos, 5 Hal Ini yang Membuat Kos Saya Irit Listrik

Kebiasaan menghemat listrik ini juga bisa kamu lakukan!

Semenjak OJT (On The Job Training) di Jakarta, saya tinggal di kamar kos yang menggunakan meteran listrik sistem token. Meteran listrik ini seperti halnya dengan penggunaan kartu sim pascabayar, dimana terlebih dahulu kita mengisi pulsa handphone (nomor kita) baru kemudian kita bisa menggunakan layanannya. Selama hampir 3 bulan tinggal di kosan ini, saya belum pernah mengisi ulang pulsa listrik saya.

Sangat hemat, dan begini cara saya melakukannya (nomor 4 yang paling unik):

1. Cabut semua peralatan listrik ketika tidak digunakan

Sejak dulu saya membiasakan diri mencabut peralatan listrik ketika tidak digunakan. Baik itu TV, laptop, ataupun sekedar charger hp. Pokoknya ketika tidak digunakan, peralatan-peralatan tersebut saya cabut dari colokan listrik, termasuk ketika saya tinggal di kamar kos.

Sebelum berangkat ke kantor, saya usahakan untuk mengecek semua colokan listrik untuk memastikan tidak ada perangkat yang tersambung ke aliran listrik. Semakin sedikit alat yang tercolok ke aliran listrik, semakin sedikit listrik yang mengaliri alat-alat tersebut, dan semakin kecil kemungkinan penggunaan token listrik.

lampu panjang

2. Mematikan semua lampu yang tidak saya gunakan

Kamar kos saya memiliki lampu depan untuk pencahayaan luar ruangan. Meskipun lampu itu tujuannya untuk memberikan penerangan untuk keluar masuk kamar saya, saya hampir tidak pernah menyalakannya. Tanpa lampu depan kamar kos saya, orang tetap bisa melihat dengan jelas jalan keluar masuk kamar kos masing-masing.

3. Tidak memilih kamar kos yang menggunakan AC

Jakarta memang panas, tapi tidak semua kamar kos di Jakarta itu panas meskipun tidak dilengkapi AC (Air Conditioner). Kamar kos saya ada dilantai 1 dan bisa dibilang tidak terlalu kena sinar matahari langsung. Sejak pertama kali saya melihat-lihat kos ini, saya menyimpulkan bahwa saya tidak butuh AC, meskipun ada kamar yang dilengkapi dengan AC.

Memilih kamar kos yang tidak ber-AC membuat saya tidak perlu mengeluarkan biaya listrik yang lebih besar. Meskipun kamar saya juga sering terasa panas, tapi untuk mendinginkan hawa dalam kamar saya, saya menggunakan kipas angin yang ukurannya kecil.

Mensubtitusi AC dengan kipas angin juga bisa menghemat penggunaan listrik.

4. Charge handphone dan laptop di kantor

Saya pikir ini langkah yang paling signifikan mengurangi penggunaan listrik saya di kamar kos.
Dalam sehari saya menggunakan laptop selama berjam-jam, begitu pun handphone (sama seperti kalian). Dalam sehari paling tidak 2 kali saya mencharge handphone dan laptop saya, yang mana tentu saja, kalau saya charge kedua perangkat ini di kos saya setiap hari akan memperbanyak penggunaan listrik kos saya.

laptop toshiba dan charger handphone one plus new

Maka dari itu, setiap sampai dan sebelum saya pulang dari kantor saya selalu mencharge laptop dan handphone saya. Karena saya selalu pulang malam hari dari kantor, maka tidak banyak waktu yang tersisa untuk saya bermain laptop dan handphone di kamar kos, sehingga saya tidak perlu sering mencharge perangkat-perangkat tersebut.

Lagipula, tidak ada larangan mencharge handphone dan laptop di kantor. Jadi kenapa tidak mencharge handphone dan laptop sebelum pulang ke kos.

5. Pulang setiap weekends

Setiap weekends saya selalu pulang ke Bandung untuk berkumpul bersama anak dan istri saya. Dari segi penggunaan listrik, bisa dibilang saya sudah menghemat penggunaan listrik selama dua hari setiap minggunya.

6. Manfaatkan sisa pulsa listrik yang ada

Saat pertama kali saya menempati kamar kos saya ini, pulsa listrik yang tersisa dari penghuni sebelumnya masih ada 10.01 KwH.Meteran Listrik Kos

Awalnya saya memperkirakan bahwa saya akan harus membeli token (pulsa) listrik dalam waktu dekat. Itu hanya perkiraan saya, saya tidak tahu berapa banyak penggunaan listrik harian yang akan saya pakai, karena ini pertama kalinya saya tinggal di kosan yang listriknya menggunakan pulsa/ token.

Ternyata sisa 10.01 KwH itu bisa bertahan hingga hampir 3 bulan!

Baru setelah sisa token listrik kosan saya kurang dari 5.0 KwH indikatornya menyala. Untungnya saya sudah membeli token via internet banking BNI.

Begini cara mudah membeli token listrik via BNI Internet Banking, dan cara mengisi ulang pulsa listrik.

Semoga sharing ini bermanfaat untuk rekan-rekan sekalian yang ingin menghemat listrik ketika sedang ngekos.

Cheers!

32

One Response

  1. evylia hardy
    March 26, 2018

Write a response

%d bloggers like this: