Membaca judulnya sebenarnya kurang menarik, saya juga mengakuinya. Tapi tulisan ini setidaknya saya buat untuk menuangkan bagaimana rasanya menjadi seorang pegawai/karyawan atau staff.

Alhamdulillah, saat ini saya sudah bekerja di sebuah perusahaan konsultan selama dua bulan. Saya sendiri belum punya gelar sarjana. Saya kuliah, dan sekarang sudah masuk semester 9. Pengalaman saya selama dua bulan mungkin sangat singkat jika dibandingkan dengan orang lain yang sudah bekerja selama berpuluh tahun. Tapi bagi seorang pemuda yang belum bergelar sarjana seperti saya, pengalaman sesingkat ini sudah sangat berharga.

Jam waker mirror edited by Rizqi Fahma Camera 360
Tik-tok

Saya sangat berterima kasih kepada Dana, seorang teman saya yang telah merekomendasikan saya kepada pemilik perusahaan untuk menerima saya bekerja.

Berharga? Ya, sangat berharga. Disaat orang lain yang sudah sarjana sangat galau dan pusing tidak karuan karena belum juga mendapatkan pekerjaan, saya sudah lebih dulu merasakan secuil pengalaman di dunia kerja.

Dunia kerja butuh kepercayaan

Saya sangat berterima kasih kepada pak Anto (Direktur perusahaan tempat saya bekerja sekarang ini) karena beliau menaruh kepercayaan kepada saya untuk melakukan beberapa pekerjaan, yang sebelumnya saya sendiri belum berani untuk mengerjakannya. Dan disini lah inti dari dunia kerja yang sebenarnya (menurut saya). Kepercayaan.

Pada awalnya saya hanya bertugas untuk mengisi form untuk kelengkapan dokumen perusahaan untuk mengikuti tender. Tidak sulit, prosesnya menggunakan internet, dan hampir semua datanya sudah ada. Dan mulai dari saat-saat pertama di kantor, saya tunjukkan bahwa saya bisa melakukan pekerjaan saya dengan lebih baik. Saya tidak ingin mengecewakan orang yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya.

Pekerjaan itu tantangan

Dan kemudian, seiring dengan berjalannya waktu, saya sudah menyelesaikan beberapa pekerjaan. Bahkan, saya tidak sungkan untuk menanyakan pekerjaan apa lagi yang harus saya kerjakan. Dan saya banyak bertanya!

Pekerjaan pun mulai bertambah, dan tingkat kesulitannya juga bertambah. Saya sangat menyadarinya. Rasanya level pekerjaan mulai meningkat. Saya jadi semakin sering lembur. Bahkan, saat bulan puasa baru-baru ini, saya bekerja sejak pagi (kurang lebih jam 9.30) sampai malam. Dan bahkan sampai sahur.

Orang lain mungkin berkomentar kalau pekerjaan saya terlalu berat, dan gajinya juga tidak banyak. Yah, mungkin tidak banyak bagi orang-orang yang bergaji tinggi. tapi bagi saya, jumlahnya sudah lumayan. Setidaknya saya sudah tidak membebani orang tua untuk biaya hidup sendiri.

Salah satu tantangan terberat yang saya alami adalah tentu saja workload yang sering lebih besar dari pada kemampuan. Saya selalu harus mengingat untuk tidak mengeluh, apapun tugas yang diberikan oleh atasan saya. Karena pada akhirnya, kita akan menyadari bahwa dengan cara seperti ini lah kita bisa melewati batas dari pada kemampuan kita yang sebelumnya.

Saya tidak akan bekerja sampai hari ini kalau tidak ada lagi tantangan dalam pekerjaan saya. Selalu ada tantangan baru yang saya dapatkan dalam pekerjaan yang saya jalani. Alhamdulillah, saya bisa katakan kalau sejauh ini saya menikmati hampir semua tantangannya. Dan mana kala saya sudah tidak menikmati lagi pekerjaan saya, saya akan mulai berfikir untuk meninggalkannya. Pekerjaan apa pun itu.

2 thoughts on “Cerita Soal Pekerjaan Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *