Wish you all the best! Semoga lancar proses seleksi kalian

Bagi kamu yang sudah pernah berkunjung ke blog ini mencari informasi mengenai rekrutmen PT Telkom Indonesia, selamat datang kembali.

Bagi kamu yang baru pertama kali berkunjung kesini dengan tujuan yang sama, selamat datang! Kamu sudah berkunjung ke salah satu tempat dimana yang menuliskan tentang pengalaman rekrutmen GPTP Telkom dituliskan oleh salah satu peserta, yang alhamdulillah berhasil lulus.

Saya adalah salah satu peserta yang lulus masuk GPTP 6, tahun 2017 lalu.

Hopefully the next time will be yours!

Me

Menulis tentang pengalaman mendaftar GPTP dan setelahnya

Saya tidak tahu habis minum apa atau dapat mimpi apa selama ini sehingga sejauh ini saya telah menulis kurang lebih 15 artikel tentang pengalaman saya mengikuti rekrutmen GPTP Telkom, diantaranya sebagai berikut:

Dari ke 16 tulisan tersebut, sejauh ini yang paling banyak dibaca adalah:

Dengan melihat satistik blog saya selama setahun terakhir ini, para pengunjung yang datang paling sering membaca tentang GPTP Telkom, padahal jumlah artikel dengan tema tersebut hanya 15 dari 320 (hanya sekitar 5%) artikel yang saya posting diblog ini.

Selain itu, ternyata cukup banyak juga yang menanyakan pertanyaan terkait rekrutmen GPTP Telkom ke saya baik melalui kolom komentar yang ada dibawah setiap postingan diblog ini, maupun via halaman contact me saya.

Hal ini membuat saya sadar bahwa pendaftar rekrutmen GPTP Telkom sangat haus akan pengalaman real dari orang-orang yang mendaftar, dan bahkan yang dari yang sudah diterima bekerja di Telkom. Lanjut lagi, dengan banyaknya pertanyaan yang saya terima membuat saya berasumsi bahwa pendaftar GPTP Telkom semakin lama semakin banyak.

Pada saat GPTP 6, jumlah pendaftar mencapai kurang lebih 17.000 orang.

Apa yang ingin saya sampaikan kepada kalian, para pendaftar GPTP?

Honestly saya tidak akan menuliskan tips-tips bagaimana caranya supaya bisa lulus GPTP Telkom dan diterima bekerja disana, namun saya ingin memberi masukan tentang beberapa hal seperti:

  1. Pentingnya originalitas/ keunikan kalian
  2. Pentingnya motivasi
  3. Plan B

OK, saya akan menuliskan popin-poin diatas dengan lebih detail. Here you go:

1. Pentingnya originalitas/ keunikan kalian

Ini sangat berlaku sejak penyusunan berkas (aplikasi/ administrasi) pendaftaran kalian, sampai dengan tahap wawancara.

Originalitas dalam CV

Walaupun sebagai freshgrad, tidak menutup kemungkinan kalian sudah memiliki banyak pengalaman dan prestasi, yang mungkin dalam benak kalian sangat indah jika kalian cantumkan dalam CV kalian.

Believe me or not, tidak semua recruiter tertarik melihat setumpuk pengalaman/ prestasi, yang bisa jadi tidak relevan dengan posisi yang dilamar. Itu akan membuat recruiter menganggap bahwa barisan teks-teks tersebut membuang-buang waktu mereka yang berharga, dan membuat mereka melewatkan (skipping) CV kalian menuju CV pendaftar lainnya.

Para recruiter bisa saja berfikir bahwa kalian sedang “bluffing” dengan apa yang kalian cantumkan di CV kalian, dan beranggapan bahwa kalian berusaha mengelabui mereka dengan cara yang sia-sia. That’s not good.

Originalitas dalam wawancara

Saya teringat dengan pengalaman seorang teman yang juga lulus di GPTP 6.

Sebut saja namanya “Joko.”

Ketika wawancara, si Joko ditanyai tentang skripisinya. Tema skripsinya seingat saya (berdasarkan dari ceritanya) adalah tentang degradasi ban pada balapan Formula 1. Dia adalah lulusan jurusan statistik, by the way.

Kalau dipikir-pikir, apa hubungannya skripsi tentang degradasi ban F1 dan pekerjaan yang dilamar di perusahaan Telekomunikasi?

Wallahu alaam

Tapi, dari cara dia menjawab pertanyaan-pertanyaan (yang tentunya berantai dari recruiter Telkom) tersebut, dia berhasil menjelaskan bagaimana proses dia mengumpulkan data (yang pasti tidak mudah), cara dia mengolah dan menganalisis data tersebut, dan kemudian bagaimana dia menginterpretasikan hasilnya dalam skripsinya.

Hal tersebut menjadi cerita yang menarik bagi recruiters, yang mungkin bagi mereka value yang dimiliki si Joko, dilihat dari keunikannya memilih tema skripsi tersebut membuat mereka berpikir bahwa si Joko memiliki potensi yang akan berguna dimasa yang akan datang.

Dan anyway, lebih lanjut mengenai cerita si Joko tadi, pada saat interview dia sempat ditanyai mengapa apa dia tertarik bekerja di F1?

Jawaban yang dia berikan waktu itu: “tentu saja sangat ingin bekerja di F1.” hanya saja saat itu bekerja di F1 sangatlah sulit.

2. Pentingnya motivasi

Banyak orang yang mendaftar GPTP sebanyak lebih dari satu kali. Salah satunya adalah teman saya.

Setiap pembukaan rekrutmen GPTP Telkom, ada belasan ribu orang yang mendaftar, dan ketika lulus semuanya akan digembleng di Corpu (Corporate University) dan PUSDIKHUB.

Disana saya mendengar sebagian besar adalah orang yang pernah gagal dalam mendaftar GPTP.

Jika pernah tidak lulus GPTP, kalian tidak sendirian.

Mereka-mereka inilah makhluk yang memiliki motivasi tinggi dimana sekali dan bahkan kegagalan yang berulang-ulang tidak membuat motivasinya hilang. Mereka tetap mendaftar, mengumpulkan berkas, mengikuti proses seleksi, dan bersaing dengan para pendaftar-pendaftar lainnya yang lebih muda untuk mendapatkan satu spot didalam reskrutmen Great People Trainee Program (GPTP Telkom).

So, sekali lagi, bagi kalian yang mendaftar GPTP, selalu jaga dan tingkatkan motivasi kalian!

3. Plan B

Don’t put all your eggs in one basket

Miguel Cervantes, who wrote Don Quixote in 1605

Jangan letakkan semua telur yang kamu miliki dalam satu keranjang.

Jangan letakkan semua harapanmu pada satu tempat saja.

Mungkin terdengar pesimis, tapi ada baiknya jika kalian mempersiapkan rencana cadangan. Karena tidak semua rencana awal akan berhasil.

Dalam setiap kesempatan hanya ada 2 kemungkinan, berhasil atau tidak. Jika dalam pendaftaran kali ini kalian tidak lulus, jangan berkecil hati. Kembalilah ke poin 2 tadi: ingat pentingnya motivasi

Dan jika umur kalian sudah tidak memungkinkan untuk mendaftar lagi di Telkom, jangan sedih karena masih ada banyak perusahaan lain diluar sana.

  • Perusahaan yang sudah well established
  • Startup

Ada begitu banyak perusahaan yang sudah well established diluar sana selain Telkom, misalnya: Pertamina, Exxon, PLN, maupun perusahaan konsultansi seperti PWC, EY, Deloitte, yang gajinya lebih besar dari Telkom (for real!).

Take your chance!

Ataupun daftarlah ke perusahaan-perusahaan startup seperti Go-Jek, Grab, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, dll. Banyak startup diluar sana yang menawarkan pengalaman kerja yang lebih kekinian dan bisa jadi gajinya juga lebih besar (walaupun bonusnya belum tentu lebih besar dari Telkom).

Give it a shot!

Bisa jadi plan B kalian lebih baik daripada plan A saya. Who knows, right?

Lastly, but most importantly…

Terus terang saya salut dengan teman-teman yang telah menanyakan hal-hal seputar rekrutmen GPTP Telkom, dan saya berterima kasih karena kalian membuat saya termotivasi untuk tetap ngeblog.

Disini saya mendoakan supaya proses seleksi kalian dapat berjalan lancar, dan tentunya kalian bisa lulus.

Apapun hasilnya, semoga kalian diberikan karir yang cemerlang.

That’s it. I wish you all the best, fellas.

Saya juga pernah berada diposisi kalian, dan juga pernah gagal.

Let’s just don’t give up.

Cheers!