Episode kedua dari iklan Joni blak-blakan Axis

Axis menayangkan iklan lanjutan dari Joni blak-blakan (bagian pertama), yang sebelumnya cukup menghibur. Di iklan yang kedua ini, Joni sudah tertangkap dan diikat dengan tali. Joni sepertinya terancam jadi santapan warga desa. Tiba-tiba seorang anak kecil datang menghalangi kehendak warga dengan mengingatkan kebaikan si Joni. “Kak Joni salah apa sih? Kan selama ini dia cuma ngomong blak-blakan.” Serentak warga kembali mengingat kebaikan si Joni yang blak-blakan.

Flashback pertama adalah adegan dimana beberapa orang yang buka puasa dengan rakus. Si Joni yang memperingatkan orang-orang tadi kemudian kena marah, dan ditambah dengan lemparan tulang ikan diwajahnya. Akibatnya, orang-orang yang rakus tadi, kekenyangan dan kesulitan bergerak. Pelajaran pertama dari sini, kalau makan jangan rakus.

Joni-Kecil-Bertemu-Orang-Tua-Iklan-AXIS-GSM

Flashback kedua adalah adegan pak Hansip yang ingin menghubungi warga desa untuk sahur. Si Hansip terlihat ragu untuk menghubungi semua warga, karena jumlahnya yang banyak. Datanglah si Joni menawarkan layanan Axis yang  hemat. Disinilah promosi Axis, mengandalkan layanan hemat pada jam-jam tengah malam hingga pagi. Sangat pas dengan moment menjelang ramadhan yang sudah tidak lama lagi akan tiba.

Mau lihat video iklan Axis, Joni blak-blakan yang kedua? Ini dia

Jadi, bagaimana dengan ceritanya?

Menurut saya pribadi, iklan Joni blak-blakan yang kedua ini biasa-biasa saja. Ceritanya tidak se menghibur (se lucu) iklan Joni blak-blakan yang pertama yang memang sangat lucu. Di bagian kedua ini, iklan tidak terlalu banyak menampilkan cerita yang lucu. Namun lebih menekankan promosi dari Axis. Yah, memang begitu lah iklan. Tapi seperti nya akan ada lanjutan dari episode kedua ini. Mudah-mudahan lebih menghibur lagi. Tetap iklan Axis menjadi iklan yang cukup menghibur penonton. Salut dengan advertising agent Axis!

3 thoughts on “Iklan Axis, Joni Blak-Blakan Bagian Kedua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *