Kincir Angin Belanda - Pengalaman Kuliah di Belanda

Kenapa Saya Memilih Kuliah S2 di Belanda

Long story short

Ketika wawancara beasiswa LPDP dulu saya ditanya,

“Kenapa kamu mau kuliah di Belanda? Padahal banyak negara lain yang juga punya universitas yang bagus-bagus”

Mozaik-mozaik jawabannya bisa anda baca dibawah ini

Kuliah di Belanda memang sudah menjadi cita-cita saya sejak masih S1 dulu. Saat itu tahun 2009, semester tiga saya kuliah. Sempat ada Holland Education Fair di kota Makassar (saya kuliah S1 di Universitas Hasanuddin), dan salah satu kampus dari Belanda yang ikut event itu adalah IHS, Erasmus Universiteit Rotterdam.

Kampus tersebut adalah sekolah yang basis keilmuan yang diajarkan adalah tentang ilmu perkotaan, which was sangat linear dengan program studi S1 saya (Teknik Pengembangan Wilayah dan Kota).

Jembatan Erasmusbrug, Rotterdam

Jembatan Erasmusbrug, Rotterdam

Experience is the key

Presentasi dan experience yang saya dapatkan waktu itu sangat menarik perhatian saya. IHS mengirimkan perwakilan langsung dari Belanda untuk menjelaskan tentang kampus dan program perkuliahan yang diajarkan disana.

Dengan presentasi yang demikian menarik dan realistis dengan kondisi perkotaan saat ini, ditambah dengan beberapa “perks” yang saya dapatkan dari Holland Education Fair tersebut membuat experience yang sangat berkesan dan membuka mata saya untuk bercita-cita kuliah di Belanda.

Itulah salah satu dari sekian banyak alasan saya memilih kuliah di Belanda. Alasan lainnya adalah sebagai berikut:

Reputasi kampus yang bagus

Kampus-kampus di Belanda umumnya memiliki kualitas pendidikan yang bermutu tinggi. Erasmus Universiteit sendiri selalu masuk kedalam list 100 Top Universities di seluruh dunia. Di Belanda sendiri, Erasmus Universiteit selalu menjadi salah satu dari kampus terbaik, tahun 2016 CWUR (Center for World Universities Ranking) menempatkan Erasmus Universiteit Rotterdam di peringkat kedua kampus terbaik di Belanda.

Untuk riset, kampus-kampus di Belanda sangat terkenal di bidang:

  • Hukum
  • Bisnis & Manajemen
  • Agrikultur
  • Psikologi

Biaya kuliah yang cukup terjangkau

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang punya sistem pendidikan yang maju, biaya kuliah di Belanda termasuk cukup terjangkau. Saat kuliah di IHS Erasmus Universiteit Rotterdam 2015 yang lalu, biaya kuliahnya untuk setahun penuh sebesar €11.900.

Dibandingkan dengan program yang sama tentang Urban Studies (MSc) di UCL, tuition fee nya untuk international students diatas €20.000. Sedangkan untuk di RMIT Australia (MSc Urban Planning and Environment) tuition fee nya diatas US$ 22,000 per tahun.

Banyak mahasiswa internasional

Seriously, ada banyak mahasiswa yang berasal dari lebih dari 160 negara di dunia yang belajar di Belanda. Lingkungan yang sangat internasional ini membuat saya sangat ingin merasakan bagaimana berinteraksi dengan orang-orang dengan beragam budaya dari seluruh dunia.

Kampus Erasmus Universiteit, Rotterdam

Kampus Erasmus Universiteit, Rotterdam

Banyak pilihan studi dalam Bahasa Inggris

Hal ini juga menjadi salah satu alasan saya ketika ditanya pada saat wawancara beasiswa LPDP tahun 2015:

“Kenapa kamu memilih Belanda dan tidak memilih kuliah di Jepang? Padahal kualitas pendidikan disana juga salah satu yang terbaik di dunia.”

Saya menjawab:

“Saya tidak bisa berbahasa Jepang sama sekali, dan lagipula bahasa pengantar dalam perkuliahan di Belanda juga dalam Bahasa Inggris. Sehingga dengan bekal Bahasa Inggris yang saat ini saya punya, saya bisa lebih cepat beradaptasi kuliah di Belanda, dibanding harus belajar Bahasa Jepang dari awal.”

Selain itu, faktanya sebagian besar (95%) warga Belanda bisa berbahasa Inggris. Sehingga untuk percakapan sehari-hari ketika membeli kebutuhan sehari-hari misalnya, kamu tidak akan menghadapi kendala. Selama kamu bisa berbahasa Inggris.

Rizqi Fahma - At Eiffel Paris

Waktu Jalan-jalan di Paris

Jalan-jalan ke negara lain di Eropa

Semuanya pasti suka dengan hal ini, tidak terkecuali dengan saya. Faktanya, untuk bisa jalan-jalan ke hampir semua negara di Eropa tidak butuh visa, jika kita punya verblijfstitel (ID card Belanda). Dengan verblijfstitel, saya bisa ke negara-negara lain di Eropa (kecuali Inggris) tanpa harus memegang visa baru yang tentunya butuh biaya pada saat mendaftar. Selain itu, kelebihan kuliah di Belanda terkait dengan jalan-jalan adalah:

  • Lokasi yang relatif dekat dengan negara-negara Uni Eropa lain seperti: Belgia, Jerman, Perancis, Italia.
  • Biaya perjalanan ke negara-negara tersebut relatif terjangkau.
  • Perjalanan antar negara cukup tersebut relatif cepat.
Sepeda di Belanda dan Kincir Angin

Sepeda Saya di Belanda

Sepeda

Personally, saya adalah penggemar sepeda, dan Belanda adalah negara yang kaya akan sepeda. Saya selalu senang dengan ide bersepeda ke sekolah atau ke kantor. Belanda sendiri adalah salah satu negara dengan infrastruktur sepeda yang sangat baik di dunia.

Hal-hal tersebut lah yang menjadi alasan-alasan kenapa saya begitu ingin kuliah S2 di Belanda. Beberapa poin diatas juga menjadi jawaban saya ketika ditanyakan tentang alasan kenapa memilih S2 di Belanda ketika wawancara beasiswa LPDP. Alhamdulillah jawaban-jawaban tersebut turut membantu saya mendapat beasiswa LPDP dan kuliah S2 di Belanda.

Ingin tau lebih banyak tentang pengalaman saya kuliah S2 di Belanda, silahkan komentar dibawah ini, atau silahkan PM saya via contact page blog ini.

Kalau saya bisa kuliah di Belanda, kamu juga pasti bisa!

Cheers

26

No Responses

Write a response

%d bloggers like this: