Menu Close

Page 2 of 65

GPTP Telkom – Masuk KDMP

Karyawan tetap setelah KDMP selesai?

What’s up? Sudah cukup lama saya tidak menulis lagi seputar GPTP (Great People Trainee Program) Telkom Indonesia.

Basically, KDMP adalah tahap terakhir sebelum para peserta GPTP diangkat menjadi karyawan tetap di Telkom.

BTWSebelumnya saya menulis beberapa postingan yang terkait dengan GPTP, mulai dari pendaftaran, gaji, dan OJT. Berikut adalah listnya:

Read more

Ganti Nomor WhatsApp, Dari Nomor Belanda Ke Indonesia

Alasan dan cara mengganti nomor handphone di WhatsApp

Beberapa waktu yang lalu saya memutuskan mengganti nomor WhatsApp (WA) saya dari nomor HP Belanda (+31) ke nomor HP Indonesia (+62) saya.

Nomor Belanda ini sudah saya gunakan sebagai nomor WA sejak kurang lebih 3 tahun yang lalu, ketika masih kuliah S2 di Belanda.

Alasan – alasan kenapa saya mengganti nomor WA saya

Read more

Ternyata Mudah, Cara Bayar Pulsa Listrik (Token) via BNI Internet Banking [100% Berhasil]

Tidak sesulit perkiraan saya

Setelah hampir 3 bulan tidak membeli pulsa (token) listrik, tiba waktunya meteran listrik kos saya berkedip-kedip merah. Tandanya, sisa tokennya tinggal sedikit.

Setahu saya, meteran listrik PLN sistem token (or whatever) ini mulai membunyikan alarm tanda tokennya sudah mau habis, kalau sisa KwH (pulsa) nya dibawah 5.00. Kemarin meteran listrik kamar kos saya menunjukkan sisa pulsanya 4.99 KwH, artinya saya harus mengisi ulang pulsanya.

Saya memilih untuk mencoba melakukan pembelian token listrik PLN via internet banking.

Beli token PLN prabayar via BNI internet banking

Saya memilih membayar/ membeli token listrik PLN via internet banking BNI karena beberapa kali saya melihat menu pembelian PLN prabayar ini di halaman internet banking bank BNI. Cara yang saya lakukan untuk bayar listrik via BNI internet banking ini adalah sebagai berikut:

1. Login di https://ibank.bni.co.id

Masukkan User ID, Password, dan 4 angka kode login yang tersedia pada halaman login tersebut

2. Transaksi

Halaman Transaksi BNI Internet Banking

a. Klik menu “Transaksi
b. kemudian klik “Pembelian/Pembayaran
c. klik “Pembelian
d. Pada bagian “Opsi: Pilih” klik “PLN Prabayar
e. Klik tombol “OK

3. Isi detail pembayaran

Masukkan detail nomor meteran listrik BNI INternet Banking

a. Masukkan nomor meter listrik anda. Nomor meteran listrik ini biasanya terdiri dari 11 digit angka, yang tertera sebagai nomor barcode pada meteran listrik anda.

Saya memilih memasukkan nomor meter, karena saya tinggal di kamar kos yang IDPEL (ID Pelanggan PLN) nya yang saya tidak ketahui.

b. Pilih rekening debet (jika anda memiliki lebih dari 1 rekening BNI)
c. Klik tombol “Lanjutkan

4. Konfirmasi pembayaran PLN Prabayar

Halaman konfirmasi pembayaran listrik BNI Internet

a. Pilih salah satu nominal token pulsa PLN dalam menu “Stroom / Token Unsold“. Pilihannya sebagai berikut: 20.000, 50.000, 100.000, 200.000, 500.000, 1.000.000, 5.000.000, 10.000.000

*biaya admin nya sebesar Rp 3000

b. Masukkan kode BNI e-Secure Response (8 angka) – Jika anda menggunakan alat token BNI untuk setiap transaksi online banking anda.

c. Klik “Bayar

5. Terima kode token

Setelah dikonfirmasi dan berhasil, anda bisa mengambil kode stroom/token (stuk) untuk isi pulsa listrik PLN anda (20 digit angka). Kode tersebut tertera dalam bukti transaksi yang bisa didownload setelah pembayaran selesai.

Struk pembelian listrik BNI Internet

Tombol downloadnya biasanya ada pada bagian pojok bawah sebelah kanan, yang berbentuk ikon dokumen.

Cara mengisi ulang (memasukkan) kode token listrik PLN

Setelah anda mendapatkan kode token tadi, anda harus memasukkannya ke meteran listrik agar pulsa KwH listrik anda bertambah. Caranya:

1. Tekan tombol Enter (biasanya berwarna merah) pada meteran listrik anda.

meteran listrik sistem token PLN

2. Masukkan kode token yang tadi telah diterima itu.

3. Setelah selesai menginput kode token, Tekan tombol Enter. Setelah itu akan muncul pesan “Benar” pada layar meteran listrik anda.

4. Selesai.

Demikian langkah-langkah yang saya lakukan ketika mengisi ulang pulsa token PLN untuk kamar kos saya. Cara diatas bukan hanya untuk kamar kos, untuk rumah juga bisa, selama meteran listrik yang anda gunakan merupakan sistem listrik token.

Semoga membantu.

Cheers!

Hampir 3 Bulan Tidak Beli Token Listrik Kamar Kos, 5 Hal Ini yang Membuat Kos Saya Irit Listrik

Kebiasaan menghemat listrik ini juga bisa kamu lakukan!

Semenjak OJT (On The Job Training) di Jakarta, saya tinggal di kamar kos yang menggunakan meteran listrik sistem token. Meteran listrik ini seperti halnya dengan penggunaan kartu sim pascabayar, dimana terlebih dahulu kita mengisi pulsa handphone (nomor kita) baru kemudian kita bisa menggunakan layanannya. Selama hampir 3 bulan tinggal di kosan ini, saya belum pernah mengisi ulang pulsa listrik saya.

Sangat hemat, dan begini cara saya melakukannya (nomor 4 yang paling unik):

1. Cabut semua peralatan listrik ketika tidak digunakan

Sejak dulu saya membiasakan diri mencabut peralatan listrik ketika tidak digunakan. Baik itu TV, laptop, ataupun sekedar charger hp. Pokoknya ketika tidak digunakan, peralatan-peralatan tersebut saya cabut dari colokan listrik, termasuk ketika saya tinggal di kamar kos.

Sebelum berangkat ke kantor, saya usahakan untuk mengecek semua colokan listrik untuk memastikan tidak ada perangkat yang tersambung ke aliran listrik. Semakin sedikit alat yang tercolok ke aliran listrik, semakin sedikit listrik yang mengaliri alat-alat tersebut, dan semakin kecil kemungkinan penggunaan token listrik.

lampu panjang

2. Mematikan semua lampu yang tidak saya gunakan

Kamar kos saya memiliki lampu depan untuk pencahayaan luar ruangan. Meskipun lampu itu tujuannya untuk memberikan penerangan untuk keluar masuk kamar saya, saya hampir tidak pernah menyalakannya. Tanpa lampu depan kamar kos saya, orang tetap bisa melihat dengan jelas jalan keluar masuk kamar kos masing-masing.

3. Tidak memilih kamar kos yang menggunakan AC

Jakarta memang panas, tapi tidak semua kamar kos di Jakarta itu panas meskipun tidak dilengkapi AC (Air Conditioner). Kamar kos saya ada dilantai 1 dan bisa dibilang tidak terlalu kena sinar matahari langsung. Sejak pertama kali saya melihat-lihat kos ini, saya menyimpulkan bahwa saya tidak butuh AC, meskipun ada kamar yang dilengkapi dengan AC.

Memilih kamar kos yang tidak ber-AC membuat saya tidak perlu mengeluarkan biaya listrik yang lebih besar. Meskipun kamar saya juga sering terasa panas, tapi untuk mendinginkan hawa dalam kamar saya, saya menggunakan kipas angin yang ukurannya kecil.

Mensubtitusi AC dengan kipas angin juga bisa menghemat penggunaan listrik.

4. Charge handphone dan laptop di kantor

Saya pikir ini langkah yang paling signifikan mengurangi penggunaan listrik saya di kamar kos.
Dalam sehari saya menggunakan laptop selama berjam-jam, begitu pun handphone (sama seperti kalian). Dalam sehari paling tidak 2 kali saya mencharge handphone dan laptop saya, yang mana tentu saja, kalau saya charge kedua perangkat ini di kos saya setiap hari akan memperbanyak penggunaan listrik kos saya.

laptop toshiba dan charger handphone one plus new

Maka dari itu, setiap sampai dan sebelum saya pulang dari kantor saya selalu mencharge laptop dan handphone saya. Karena saya selalu pulang malam hari dari kantor, maka tidak banyak waktu yang tersisa untuk saya bermain laptop dan handphone di kamar kos, sehingga saya tidak perlu sering mencharge perangkat-perangkat tersebut.

Lagipula, tidak ada larangan mencharge handphone dan laptop di kantor. Jadi kenapa tidak mencharge handphone dan laptop sebelum pulang ke kos.

5. Pulang setiap weekends

Setiap weekends saya selalu pulang ke Bandung untuk berkumpul bersama anak dan istri saya. Dari segi penggunaan listrik, bisa dibilang saya sudah menghemat penggunaan listrik selama dua hari setiap minggunya.

6. Manfaatkan sisa pulsa listrik yang ada

Saat pertama kali saya menempati kamar kos saya ini, pulsa listrik yang tersisa dari penghuni sebelumnya masih ada 10.01 KwH.Meteran Listrik Kos

Awalnya saya memperkirakan bahwa saya akan harus membeli token (pulsa) listrik dalam waktu dekat. Itu hanya perkiraan saya, saya tidak tahu berapa banyak penggunaan listrik harian yang akan saya pakai, karena ini pertama kalinya saya tinggal di kosan yang listriknya menggunakan pulsa/ token.

Ternyata sisa 10.01 KwH itu bisa bertahan hingga hampir 3 bulan!

Baru setelah sisa token listrik kosan saya kurang dari 5.0 KwH indikatornya menyala. Untungnya saya sudah membeli token via internet banking BNI.

Begini cara mudah membeli token listrik via BNI Internet Banking, dan cara mengisi ulang pulsa listrik.

Semoga sharing ini bermanfaat untuk rekan-rekan sekalian yang ingin menghemat listrik ketika sedang ngekos.

Cheers!

Jumlah Aset Anak-anak Perusahaan Telkom

Penasaran dengan berapa total aset anak-anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia? Ini dia datanya

(scroll kebawah)

Disclaimer: jumlah aset yang tercantum dalam tulisan ini adalah aset sebelum eliminasi. Jumlah yang dimuat merujuk pada Laporan Keuangan Konsolidan PT Telkom tahun 2017 (data terakhir yang dimuat Telkom).

Anak perusahan (12) dan “Cucu perusahaan” (20)

Sesuai dengan laporan keuangan Q3 2017 PT Telekomunikasi Indonesia , jumlah entitas anak perusahaan Telkom (dengan kepemilikan langsung) adalah 12. Sedangkan entitas dengan kepemilikan tidak langsung berjumlah 20.

Mengenai daftar anak-anak perusahaan dan cucu perusahaan yang dimiliki PT Telekomunikasi Indonesia, bisa dibaca pada pada link tersebut.

Rooftop Telkomsel Smart Office (Anak Perusahaan Telkom)

Langsung saja, ini daftar total aset (unaudited) anak-anak perusahaan Telkom (total sebelum eliminasi) tertanggal 30 September 2017:

1. PT Telekomunikasi Selular (“Telkomsel”) = Rp 86,792 Triliun
2. PT Multimedia Nusantara (“Metra”) = Rp 13,186 Triliun
3. PT Dayamitra Telekomunikasi (“Dayamitra”) = Rp 11,926 Triliun
4. PT Telekomunikasi Indonesia International (“TII”) = Rp 8,093 Triliun
5. PT Graha Sarana Duta (“GSD”)/ Telkom Property = Rp 5,152 Triliun
6. PT Telkom Akses (“Telkom Akses”) = Rp 4,963 Triliun
7. PT PINS Indonesia (“PINS”) = Rp 3,615 Triliun
8. PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (“Telkom Infratel”) = Rp 1,783 Triliun
9. PT Patra Telekomunikasi Indonesia (“Patrakom”) = Rp 577 Miliar
10. PT Metranet (“Metranet”) = Rp 489 Miliar
11. PT Jalin Pembayaran Nusantara (“Jalin”) = Rp 232 Miliar
12. PT Napsindo Primatel Internasional (“Napsindo”) = Rp 5 Miliar

Telkom Indonesia Logo Whitey

Aset entitas anak perusahaan Telkom dengan kepemilikan tidak langsung (cucu perusahaan Telkom)

Berikut adalah data total aset entitas “cucu perusahaan” Telkom, per tanggal 30 September 2017 (unaudited):
*Angka aset dinyatakan sebagai aset sebelum dieliminasi

1. PT Sigma Cipta Caraka (“Sigma”) = Rp 6,596 Triliun
2. Telekomunikasi Indonesia International Pte. Ltd., Singapura (“Telin Singapura”) = Rp 2,872 Triliun
3. PT Infomedia Nusantara (“Infomedia”) = Rp 2,157 Triliun
4. PT Telkom Landmark Tower (“TLT”) = Rp 1,890 Triliun
5. Telekomunikasi Indonesia International (“TL”) S.A., Timor Leste = Rp 970 Miliar
6. PT Finnet Indonesia (“Finnet”) = Rp 811 Miliar
7. PT Metra Digital Media (“MD Media”) = Rp 696 Miliar
8. Telekomunikasi Indonesia International Ltd, Hong Kong (“Telin Hong Kong”) = Rp 592 Miliar
9. PT Metra Digital Investama (“MDI”) = Rp 496 Miliar
10. Telekomunikasi Indonesia International Pty Ltd, (“Telkom Australia”), Australia = Rp 304 Miliar
11. PT Metra Plasa (“Metra Plasa”) = Rp 300 Miliar
12. PT Graha Yasa Selaras (”GYS”) = Rp 234 Miliar
13. PT Nusantara Sukses Investasi (“NSI”) = Rp 178 Miliar
14. PT Administrasi Medika (“Ad Medika”) = Rp 164 Miliar
15. PT Melon (“Melon”) = Rp 135 Miliar
16. Telekomunikasi Indonesia International (“Telkom USA”), Inc., USA = Rp 83 Miliar
17. PT Satelit Multimedia Indonesia (“SMI”) = Rp 14 Miliar
18. PT Nusantara Sukses Sarana (“NSS”) = Rp 12 Miliar
19. PT Nusantara Sukses Realti (”NSR”) = belum ada data
20. PT Metra TV (“Metra TV”) = belum ada data

Dari data-data mengenai entitas perusahaan yang dimiliki oleh PT Telkom diatas, bisa dikatakan bahwa secara group aset Telkom sangat besar, dengan total hampir Rp 200 Triliun.

In Summary

Dari 32 entitas yang tercatat dalam laporan keuangan Telkom September 2017 (referensi data diatas), sangat jelas bahwa anak perusahaan Telkom yang paling “kaya” adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dengan aset sebesar Rp 86,792 Triliun (Delapan Puluh Enam Triliun Tujuh Ratus Sembilan Puluh Dua Miliar Rupiah). Jumlah tersebut sudah hampir mencapai separuh aset yang dimiliki oleh Telkom Group.

Semoga konten yang saya intisarikan dari laporan keuangan Telkom ini bermanfaat.

Cheers 🙂