Beginilah laporan puasa ku

Alhamdulillah, hari ini masih diberi kesempatan untuk melanjutkan postingan saya sebelumnya berkaitan dengan Puasa saya. Tulisan ini sempat mengalami beberapa penundaan yang mestinya saya tulis disaat-saat akhir ramadhan 1423 H ini. Namun karena beberapa kesibukan ditambah dengan keadaan yang belum memungkinkan, akhir nya baru sempat menulis ramadhan report ini meskipun sudah seminggu setelah hari lebaran.

Baiklah, puasa report saya yang kedua ini saya mulai dengan sahur dulu. Sahur saya selama paruh kedua ramadhan kali ini alhamdulillah sudah jarang bolong-bolong. Bandingkan dengan puasa 2 tahun lalu. Masya Allah… Waktu itu saya sempat tidak sahur selama seminggu lebih. Kenapa bisa? Betul sekali! Saya tidak sempat bangun sahur… Mungkin karena kegiatan saya yang waktu itu yang menuntut saya untuk tidur terlambat, dan akhirnya tidak bisa bangun sahur karena sangat mengantuk. Kegiatan apakah itu? Macam-macam. Mulai dari Membaca, main game, bercanda-canda dengan teman-teman, dll yang menyebabkan kantuk.

Ramadhan-ku
Ilustrasi

Kemudian yang kedua. Pasca bangun tidur setelah sahur. Eh sebelumnya saya mulai dulu dari ibadah shalat subuh. Alhamdulillah, shalat subuh saya pada ramadhan paruh kedua ini juga lancar. Meskipun beberapa kali sempat terlambat karena ketiduran. Biasa, habis makan biasa nya bukan hanya perut yang tambah berat, tapi kepala juga ikut-ikutan jadi berat. Pas dapat tempat baring, langsung ngantuk. Jadilah telat bangun. Setelah bangun biasanya kalau sempat lanjut dengan tadarrus Al Qur’an.

Bagaimana dengan Target 2 Juz nya?

Alhamdulillah, target saya yang satu ini juga completed, tak sampai 30 hari lah. Mengingat satu hari minimal harus baca 2 juz. Tapi dibeberapa kesempatan saya sempat membaca sampai dengan kurang lebih 4-6 juz. Karena punya beberapa defisit, karena beberapa hari sebelumnya tidak tadarrus. Resiko menunda pekerjaan, coy! Tapi komitmen harus tetap jalan. Lah, sudah diniatkan kok. 🙂

Sholat wajib dan Sunnah (Tarwih, Witir, dll)

Sholat wajib selama paruh kedua ramadhan ini lancar. Diusahakan shalat di Mesjid, tapi kenyataannya kebanyakan masih tidak di mesjid. Ah, kalau shalat tarwih dan witir Alhamdulillah diatas 80% full. Apalagi 10 malam terakhir. Shalat tarwih terlaksana dengan persentase yang menggembirakan. Dan dilakukan di beberapa mesjid yang berbeda pula.

Kalau sholat, yang paling susah adalah membuatnya menjadi khusyu. Susah sekali rasanya untuk mengkhusyu’kan shalat. Meskipun itu bukan sesuatu yang mustahil. Tapi dengan fikiran yang bercabang-cabang, ditambah lagi dengan suara petasan diluar sana, rasanya kadang harus ekstra fokus untuk bisa shalat khusyu.

Sedekah?

Soal sedekah, hmmmm….. Alhamdulillah, sudah kurang perhitungan soal jumlahnya. Diniatkan untuk rutin bersedekah dengan nominal yang juga harus lebih baik dari tahun kemarin. Bukan hanya di mesjid, tapi sedekah juga tergolong untuk tukang parkir. Meskipun yakin bahwa kebanyakan adalah illegal, tapi dengan niat sedekah, mereka juga berhak dapat rejeki nya. Dan alhamdulillah, karena niat untuk bersedekah dengan ikhlas, saya merasa bahwa benar kalau bersedekah itu tidak pernah merugikan, malah menambah rejeki. Dan juga sudah terbukti bagi saya.

Hambatan bagi kelancaran berpuasa

Subhanallaah…. Meskipun sempat mengalami beberapa hambatan selama berpuasa, tapi Alhamdulillah tidak satu pun puasa pada ramadhan kali  ini yang bolong (setau saya).  Beberapa hambatannya antara lain:

  • Cuaca yang cukup panas, ditambah dengan angin kering yang bertiup bercampur debu.
  • Tidak makan sahur. Meskipun sudah jarang, tapi yang satu ini cukup mempengaruhi. Meskipun tidak perlu mengacaukan puasa.
  • Kegiatan selama berpuasa yang cukup padat. Banyak waktu yang dihabiskan untuk berjalan kaki kesana kemari yang cukup memforsir tenaga saya.
  • Lingkungan (orang-orang yang tidak berpuasa) Harus saya akui, bahwa yang satu ini pasti dialami oleh banyak orang. Masih banyak kaum muslim dan muslimah yang dengan sengaja mengganggu ibadah puasa orang lain dengan cara makan, minum, merokok, sampai dengan berbusana yang tidak sopan.
Hambatan-hambatan yang diatas adalah beberapa dari sekian banyak hambatan yang ada selama berpuasa di bulan suci ramadhan. Tapi dengan niat yang kuat, hambatan tersebut tidak ada apa-apanya untuk melancarkan ibadah puasa. Saya selalu mengingat, bahwa hanya orang-orang yang beriman yang berpuasa. Bukannya merasa beriman sekali, tapi paling tidak ada usaha untuk menjadi orang yang beriman.
Barang kali sampai disini lah laporan puasa saya untuk paruh kedua Ramadhan kali ini (1423 H). Mudah-mudahan ramadhan selanjutnya lebih baik. Begitu pun dengan anda. Terima kasih 🙂
Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin yaa! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *