Resolusi-2013-ku

Resolusi 2013. Pendidikan dan Persiapan Untuk Masa Depan

Belum jago realisasikan resolusi.

Resolution, what the hell is that? Mungkin saja saya khilaf menulis tulisan ini. Membaca tulisan saya saja mengenai resolusi saya tahun sebelumnya, bisa dikatakan nyaris gagal. Nyaris gagal, kenapa bisa? Disitu tertulis bahwa tahun 2012 saya harus menyelesaikan pendidikan S1 saya. And clearly, it didn’t happened. So 2013 ini, apa resolusi saya? Bisakah saya untuk tidak mengulangi janji resolusi 2012 yang tidak terealisasi tadi?

Secara garis besar, resolusi saya tahun 2013 ini kembali tidak muluk-muluk seperti tahun lalu. Yang nomor satu tetap menyelesaikan pendidikan S1 saya. Kemudian melanjutkan pendidikan S2 diluar negeri (mudah-mudahan bisa terwujud). Kemudian satu lagi yang sangat penting. Yaitu, a girlfriend. Yeah, that’s it.

Resolusi-2013-ku

Resolusi 2013

Tahun 2013 ini akan menjadi a big gamble year buat saya. Tahun dimana saya akan mengalami suatu masa peralihan lain dalam hidup saya. Kalau saja seandainya tahun ini saya akan menyandang gelar sarjana. Which is, saya sudah sangat wajib untuk bisa menghidupi diri sendiri, karena harus punya pekerjaan. Dan juga mengingat umur saya memang  sudah bukan remaja cengeng lagi. Sebenarnya saat ini, bisa dikatakan saya sudah bisa menghidupi diri sendiri dengan hasil dari pekerjaan saya sebagai staf disalah satu perusahaan swasta. Alhamdulillah…

Menikah?

Yang selalu saya pikirkan adalah, bagaimana masa depan saya. Umur saya akan genap 23 tahun pada september tahun ini. Kalau mengingat kembali pelajaran SD, usia normal untuk menikah bagi seorang laki-laki adalah 25 tahun, berarti 2 tahun mendatang saya akan menikah? Who knows. Apakah saya sudah punya persiapan untuk berkeluarga? Meskipun saya sendiri tidak menargetkan untuk segera menikah kalau umur saya sudah 25 tahun nanti. Big question, huh?

Tapi, kalau dipikir kenapa mau menikah dua tahun kedepan? Padahal calonnya saja belum ada. Maka dari itu, resolusi saya tahun ini juga mencakup yang satu itu, punya pacar atau sejenisnya. Atau lebih tepatnya calon isteri. Saya akui, memang sangat sulit untuk segera menetapkan calonnya. Karena butuh waktu yang tidak sebentar untuk mempelajari si calon.

Maka dari itu, proses mengenal diri si calon ini harus mulai sejak dulu. Sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Kalau dulunya belum sempat. Sekarang lah saatnya. Mudah-mudahan tahun 2013 ini resolusi saya bukan sekedar satu hal yang tertulis dan terbaca. Tapi seharusnya terealisasikan.

Wassalaam…

Kutulis dengan sadar.

Muhammad Rizqi Fahma

4 Responses

  1. fasyaulia
    January 6, 2013
    • rizqi
      January 13, 2013
  2. oomguru
    January 11, 2013
    • rizqi
      January 12, 2013

Write a response

%d bloggers like this: