Procrastination-Comic-procrastination-

Selalu Ada Alasan

Ya, tugas kuliah

Saya pernah mendengar sebuah alasan kenapa seseorang tidak ingin kuliah. Alasannya sederhana, seseorang tadi katanya tidak mau belajar! Atau kah sederhananya begini, mau kuliah tapi tidak mau belajar. Asik juga alasannya menurut saya. Klasik! Dengan kejam saya berpendapat, kalau orang seperti itu lebih baik mati saja! Jangan harap bisa bertahan hidup di era sekarang ini kalau tidak mau belajar! Tapi, memang perlu diluruskan redaksi kata dari apa yang dimaksudkan seseorang tersebut. Mungkin maksudnya, hanya “tidak ingin dibebani banyak tugas” dari kegiatan perkuliahan.

Dan saya pun sependapat dengan itu. Saya sama sekali tidak begitu senang dengan tugas kuliah. Kecuali dengan hal yang menarik menurut saya. Karena saya adalah seorang mahasiswa yang sedang memasuki tahun-tahun terakhir, tentu saja sudah berpengalaman menghadapi banyak nya tugas. tapi bukan pengalaman melakukan semuanya dengan baik. Kalau dihitung-hitung mungkin hanya sekitar separuh atau kurang yang saya kerjakan. Beberapa tugas kuliah memuakkan! 🙂

Ada sedikit perubahan

Tidak semuanya berubah menjadi lebih baik. Sebelumnya keadaan sangat buruk. Maksud saya, nilai-nilai saya semakin menurun. Saya fikir, ini tidak  boleh terus terjadi. Saya harus bisa mendapat nilai yang lebih baik. Aha, tentu saja saya harus rajin mengerjakan tugas dan mengumpulkannya tepat waktu. Perlahan-lahan energi positif mulai hadir. Dan ya, saya mulai rajin mengerjakan tugas. Tapi, tentu saja tidak semuanya berjalan mulus. Tapi sudah ada perubahan dalam nilai, sudah menjadi lebih baik.

Sebenarnya saya tidak senang dengan alasan mengerjakan tugas semata-mata untuk mendapatkan nilai yang baik. Kata orang “BURENK” – singkatan dari “Buru Ranking”. Saya selalu berusaha untuk tidak menjadi orang seperti itu. Dan motivasi saya untuk rajin mengerjakan tugas adalah, karena saya “hanya” ingin merasakan, bagaimana rasa nya menjadi mahasiswa yang rajin mengerjakan tugas. Mungkin ada hikmah yang bisa dipetik dengan menjadi orang yang seperti itu. Layak untuk dicoba. 😀

Alasan lain kali (ternyata bukan saat ini)

Banyak tugas menumpuk, ada inisiatif untuk segera menyelesaikannya. Laptop sudah dinyalakan, buku catatan tentang tugas sudah dibuka sambil menunggu booting laptop. Foto copy-an bahan kuliah dibaca sejenak. Oh yeah! Ternyata tugas sudah semakin menumpuk.

Booting laptop selesai. Refresh dulu….. tengok kembali lembaran-lembaran tadi. Rasa nya sedang berada dilorong yang gelap. “I got to handle it!” perlawanan dari dalam diri sudah muncul. Oh, iya. Mungkin saya akan membutuhkan bahan dari internet. Modem pun dicolok. Wait…. Wait…. Wait…. Voila! Connected to internet!

Sepertinya saya harus menenangkan kepala saya sejenak dengan mendengarkan musik. Yup! Asik, mendengarkan musik sambil browsing internet. Oh iya, sambil menunggu loading, putar video dulu ah. Masih ada video yang belum sempat saya tonton kemarin. Menjadikan alasan untuk menenangkan diri untuk membuat proses mengerjakan tugas menjadi lebih asik.

Procrastination-Comic-procrastination-
Prokrastinasi

Aduh, mata sudah mengantuk. Sabar ya, tugas… minum dulu ah…. Eh, masih ada sisa kue dalam bungkusannya. Makan dulu, nanti mubazzir kalau tidak dimakan. Aduh, kamar terasa panas. Keluar dulu sebentar. Angin diluar lebih sejuk. Tinggal buka pintu kamar, keluar sebentar. Ada pemandangan indah diluar. Melihat lampu malam terpencar.

Dan akhir nya

Unfortunately… semua alasan tadi membuat tugas tidak selesai. Alasan satu berpindah ke alasan yang lain, mencoba yang ini, eh ada yang lain yang sepertinya lebih menarik untuk dicoba. dari titik pertama ke titik kedua, kemudian ke titik ketiga, begitu seterusnya. Dari satu titik ke titik yang lainnya. Sampai akhirnya tugas tidak dieksekusi. Semuanya terputar-putar di medan prokrastinasi – pembunuh produktivitas nomor 1 dikepala saya. Dan ironis nya, tulisan ini lahir sewaktu saya sedang melakukannya (tidak menyelesaikan tugas saya, seperti yang saya rencanakan sebalumnya).

Selalu ada alasan atas tidak terjadi nya sesuatu. Right? 🙂

2 thoughts on “Selalu Ada Alasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *