Menu Close

Tag: Dani Pedrosa

Selamat, Ben Spies!

Sabtu, 25 Juni 2011 sirkuit Assen, Belanda menjadi salah satu saksi bisu dari sejarah yang ditorehkan Ben Spies, pembalap motogp tim Yamaha Factory Racing. Ben Spies berhasil menjadi pemenang setelah melalui 26 laps lomba. Ini merupakan kemenangan pertama Ben Spies diajang motogp setelah 2 musim secara full menjadi pembalap motogp. Beberapa musim sebelumnya Ben Spies sempat menjadi salah satu rider motogp di tim Suzuki, namun bukan sebagai pembalap tetap.

Posisi dua lomba seri Assen, Belanda diisi oleh pembalap Repsol Honda, Casey Stoner dan disusul oleh rekan se-tim nya, Andrea Dovizioso disusul pembalap Ducati, Valentino Rossi dan rekan setimnya, Nicky Hayden. Sedangkan juara dunia motogp musim lalu, Jorge Lorenzo harus puas berada diposisi keenam. Lorenzo terlihat sangat kecewa dengan hasil ini karena diatas kertas, Lorenzo berpeluang besar memenangkan lomba seri ini mengingat juara seri Assen musim lalu adalah dia.

Ben-Spies-Motogp-Assen-2011

Ben Spies

Lorenzo sangat kecewa lantaran dia sempat terlibat kecelakaan dengan pembalap Gresini Honda, Marco Simoncelli di awal lap pertama. Kejadian ini bukan lah yang pertama kali dialami oleh Simoncelli. Kecelakaan Simoncelli yang melibatkan pembalap lain juga terjadi dengan Dani Pedrosa beberapa seri yang lalu sehingga Pedrosa mengalami cedera dan belum dapat tampil kembali sampai dengan seri Assen ini.

Marco Simoncelli juga sebenarnya punya kans besar untuk memenangkan lomba, mengingat dia merupakan pole sitter yang memimpin balapan dari start dengan Spies diurutan dua dan diikuti oleh Stoner.

Kembali ke Ben Spies, beberapa pembalap sempat memberikan selamat kepada dirinya sesaat setelah finish. Terlihat Stoner, Nicky Hayden, Valentino Rossi, Colin Edwards, dan juga rekan setimnya, Lorenzo serta beberapa pembalap lainnya mengucapkan selamat kepada Ben Spies.

Berikut klasemen sementara motogp sampai dengan seri Assen(25 Juni 2011):

  1. STONER 136
  2. LORENZO 108
  3. DOVIZIOSO 99
  4. ROSSI 81
  5. HAYDEN 71
  6. PEDROSA 61
  7. SPIES 61
  8. AOYAMA 51
  9. EDWARDS 46
  10. SIMONCELLI 39
  11. BARBERA 35
  12. ELIAS 34
  13. ABRAHAM 33
  14. CRUTCHLOW 32
  15. BAUTISTA 27

Salto Lagi

Berenang di kolam renang memang asik, coy. Paling tidak sebulan sekali saya ke kolam renang untuk ya, berenang lah. Kacamata renang sudah siap, tambah penutup kepala, biar rambut tidak terlalu banyak kena kaporit. Tiba-tiba beberapa anak masuk juga ke kolam renang, mereka saling mengadu nyali untuk ber salto. Tapi yang saya liat hanya satu orang diantara mereka yang  berani ber salto. Mulanya dia sedikit ragu untuk ber salto, mungkin karena saat itu saya melihatnya, jadi mungkin dia sedikit malu. Padahal saya sendiri sudah lama tak ber salto di kolam renang.

Wah, teringat lagi masa-masa SD dulu, waktu tetangga saya sering mengajak pergi berenang di kolam renang. Siapa yang tidak mau, transportasi ditanggung, karena tinggal nebeng mobil tetangga. Teman-teman seumuran saya yang laki-laki ikut semua, tidak lupa minta uang dulu sama mama. Sampai di kolam, buka baju dan langsung lompat ke kolam. Nama nya juga anak SD. Saya ingat sekali waktu itu, saya sangat senang ber salto di kolam. Bukan di kolam renang dewasa, yang dalamnya lebih dari 1 meter, tapi saya ber salto di kolam baby, kolamnya anak-anak kecil. Teman saya juga minta diajarkan untuk salto. Kuajar lah dia, cara nya begini. begini, dan begini. Intinya kalo mau salto, harus berani. Terus terang, dulu salto itu sangat menyenangkan.

Salto-air

Salto

Kembali ke masa sekarang. Saya yang melihat beberapa anak tadi yang saling beradu nyali untuk salto juga merasa terpancing. Berenanglah saya ke bagian kolam yang paling dalam. OK, ancang-ancang sudah diambil. Masa si bocah tadi bisa salto sedangkan saya yang lebih senior tidak berani. Tarik nafas….. lompat…. salto…… Horee….. ternyata kemampuan salto saya masih cukup bagus. Heheheh…. Kau liat itu, bocah! Kembali kepinggir kolam. Naik lagi, ambil ancang-ancang….. Kali ini salto kebelakang. Lari…. Iya…. Lompat…. Ups…. bukan salto, tidak ada gerakan membalikkan badan. Rupanya saya juga takut….. Dasar pecundang! Yang kulakukan hanya gerakan melompat kebelakang. Bukan salto.

Next, ah salto kedepan saja dulu. Perbaiki gerakan tadi, sekaligus pertajam nyali. Nafas siap, kali ini saya mengambil ancang-ancang lebih jauh. Lari…. Lompat…. Iya’…. Bukk…. Byuuurr…… Akhir nya saya jatuh ke kolam. Tetap dengan gaya salto. Pas kepala muncul kepermukaan, aduh…. kepala ku sakit. Kuraba bagian atas kepala ku, eh ada benjolan. Ternyata suara tadi benturan kepala ku dengan pinggiran kolam yang dilapisi marmer. Sakit juga… Benjolannya lumayan besar lah.

Saya jadi terbayang kanker di kepala. Aduh, jangan berfikiran parno, man. Biasanya saya pulang dari kolam renang menjelang maghrib, tapi kali ini saya pulang lebih cepat. Bagaimana mau berenang, kepala saja pusing sekali. Sempat berenang berapa kali dari pinggir kolam kepinggiran lain, dan mencoba menahan nafas. Tapi ah, saya pulang saja, waktunya recovery di rumah. Lagian dini hari nanti ada Big Match bertajuk El Clasico antara Real Madrid melawan Barcelona.

Sampai tulisan ini saya tulis, (dua hari kemudian) benjolan dikepala saya masih ada, sudah mendingan lah dari hari pertama. Pesan saya, kalau mau salto di kolam renang, posisi menentukan, jangan salah ambil ancang-ancang, paling tidak berani lah. Tapi ingat, resiko ditanggung sendiri. See ya!

Qatar Masih Milik Stoner

Seri pembuka motogp 2011 digelar di sirkuit Losail, Qatar 20 Maret 2011. Seperti yang diperkirakan oleh pengamat, pemenang seri motogp ini adalah Casey Stoner, melengkapi pole position nya. Casey Stoner layak digelari raja sirkuit Losail, karena dalam 5 musim terakhir, dia berhasil memenangkannya sebanyak 4 kali. Kecuali musim lalu, dia tak berhasil menyelesaikan balapan, karena terjatuh dan tak dapat melanjutkan lomba.

Stoner-Qatar-2011

Stoner

Stoner tentu layak mendapatkan acungan jempol, karena kali ini ia membela tim yang berbeda dibanding 4 race sebelumnya di Losail dimana ia kini menunggangi Honda. Musim sebelumnya ia membela tim Ducati. Tentu bukan hanya Stoner yang layak diacungi jempol. Dibalik kemenangannya, dukungan tim Repsol Honda sangat mempengaruhi performa pembalap-pembalapnya, bukan hanya Casey Stoner, tapi juga Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso yang membela tim yang sama. Performa trio Repsol Honda di tes pra musim sangat memukau, dimana pembalap-pembalapnya silih berganti menjadi pembalap tercepat.

Namun, Honda tentu tak boleh menyombongkan diri karena 4 dari 5 pembalap terdepan adalah pembalap yang menunggangi Honda, dimana Marco Simoncelli juga masuk dalam 5 besar, sebagai satu-satunya pembalap tim satelit Honda. Performa Jorge Lorenzo patut diwaspadai, start dari posisi 3, dia berhasil finish diurutan 2 mengungguli Dani Pedrosa yang sebelumnya start dari posisi 2 namun finish di posisi 3. Jorge Lorenzo mampu mendahului Pedrosa beberapa lap terakhir, meninggalkan Pedrosa lebih jauh dibanding saat Pedrosa didepan Lorenzo.

Bagaimana dengan Valentino Rossi?

Race ini tidak berakhir manis seperti musim lalu, dimana Valentino Rossi mampu memenangi seri perdana ini. Race kali ini Rossi hanya finish diposisi 7, dibawah Ben Spies yang merupakan rekan se-tim Jorge Lorenzo di Yamaha. Performa Rossi yang kurang maksimal ditengarai karena dia masih dalam proses adaptasi dengan tunggangan barunya, Ducati Desmosedici GP11 ditambah lagi dengan cidera bahunya yang belum pulih 100 %. Mudah-mudahan, masalah The Doctor dapat segera teratasi, dan mampu kembli bersaing dengan pembalap lainnya.