Menu Close

Tag: Hujan

Cuaca Akhir Mei Ini

Beberapa waktu belakangan ini cuaca sering mendung. Pagi harinya diselimuti kabut, dan malam ini ada thunder storm diluar. Walaupun begitu, hujan disini tidak seperti di Indonesia yang hujannya lebih lebat dibandingkan yang pernah saya alami disini, di Rotterdam. Entahlah, mungkin hujan disini memang begitu-begitu saja, dalam artian tidak lebat, ataukah hujan lebatnya belum turun? Entahlah… Selamat menikmati cuaca seperti ini, oh me.

November Rain Pada Hari Pertamanya

Dia nyata!

November Rain, satu lagu dari band Guns N’ Roses sangat pas untuk mengawali hari pertama dibulan November ini. Meski sebenarnya pagi tadi cuaca sangat cerah. Mencuci pakaian sepertinya sangat memungkinkan, kebetulan saya juga tidak terlambat bangun.

Setelah yakin dengan perkiraan sendiri bahwa hari ini mungkin tidak akan hujan, pagi harinya saya mencuci pakaian yang sudah bertumpuk sejak minggu lalu.

Hujan-November

Hujan di Kos-kosan

Sampai dengan dhuhur saya masih belum punya firasat bahwa akan turun hujan. Masih segar dikepala saya lantunan lagu November Rain yang tadi pagi saya putar di kantor.

Tapi, setelah melihat keluar jendela kantor, ternyata perkiraan saya 99,01% perkiraan saya sudah pasti salah. Diluar sana langit sedang mendung. Perasaan saya mulai tidak enak.

Saya sempatkan makan siang dulu, kemudian shalat dhuhur dan segera memacu kuda besi menuju tempat kos saya di Tamalanrea. Jarak ditambah banyaknya kendaraan dari Panakkukang menuju Tamalanrea sama dengan waktu yang tidak sebentar. Apalagi ternyata tetes-tetes gerimis sudah mulai jatuh ketika saya belum jauh dari kantor. Perasaan jadi makin tidak enak. :mrgreen:

Motor saya pacu sedikit diatas kecepatan rata-rata saya ketika pulang kantor. Aspal basah, lalu lintas padat, lewat! Yang saya pikirkan hanyalah sampai di tempat kos sesegera mungkin. November Rain semakin terasa, dan sungguh nyata!

Dan semakin dekat dengan tempat kos saya, hujannya semakin menjadi-jadi. Hanya terhitung jari pengendara sepeda motor yang melaju dijalan yang sama dengan saya. Saya tidak peduli. Jemuran saya seperti menangis dibiarkan kehujanan. Tunggu aku, jemuranku!

Sampai di kamar, segera saya tanggalkan sweater, celana panjang, helm dan headset. Segera naik ke lantai tiga. Daaaan…. Mereka (jemuran saya) terlihat menyedihkan. 😥 hampir saja air mata ini menetes. Saya rela memacu motor dengan kecepatan tinggi, dan nyaris jatuh hanya untuk menyelamatkan jemuran yang tadi pagi saya cuci ini.

Terbayang betapa susahnya bangun pagi dan meyakinkan diri untuk mencuci pakaian kotor dihari kerja. Apalagi musim hujan sudah nyata didepan mata. November rain, kamu nyata! Dan jemuran ku basah!

Hujan Hari Jum’at

Percaya tidak percaya

Apakah anda percaya mitos? Apakah anda termasuk orang yang gampang menerima asumsi/pendapat orang lain? Kalau begitu, mungkin kita berbeda.

Baru saja saya keluar kamar untuk mengambil jemuran dilantai tiga tempat kos saya. Dan saat mengambil pakaian, seorang teman juga ikut keatas mengambil jemurannya. Dan anda tahu hari ini hari apa. Hari Jum’at saudara-saudara sekalian. masih kurang se-jam sepulang dari shalat Jum’at, dan tiba-tiba turun hujan.

Hujan-diluar-kamar

Rain Outside

Anak kos mana yang rela membiarkan jemurannya kebasahan? Diwaktu yang sama, jumlah pakaian yang ada dilemari juga menipis. Dan ini hujan saudara-saudara.

Pernah mendengar cerita/mitos bahwa hujan di hari Jum’at itu = hujan sepanjang minggu? Itu lah yang sempat saya bicarakan dengan teman yang juga mengambil jemurannya tadi. sebenarnya mitos itu juga baru saya dengar belum lama ini. Seumur hidup kawan, baru pada tahun keempat saya ini mendengar cerita seperti itu.

Dan tentu saja saya tidak percaya.

Apakah anda juga harus percaya? Hell, no. itu terserah anda.

Jangan terlalu mudah percaya dengan mitos, jangan terlalu gampang terbawa arus, jangan terlalu mudah dipengaruhi. Anda punya pemikiran sendiri, kawan. Stand it, or rebuild it.

Pakai Payung, Kenapa Tidak?

Cuaca memang tidak menentu belakangan ini. Katanya, kalau dulu musim hujan itu terjadi di bulan yang berakhir –ber, seperti September, Oktober, November dan Desember. Itu dulu! 😎 Makanya jangan heran kalau belakangan ini sebentar-sebentar hujan, sebentar-sebentar panas.

Karena tidak mau basah kuyup kalau hujan pas jalan kaki ke kampus, saya beli payung. Maunya payung warna abu-abu, tapi yah karena tidak ada, maka saya pilih yang warna merah saja.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan payung saya. Yang saya khawatirkan cuma kualitasnya saja. Namanya juga payung murah, jadi suatu saat saya harus siap kalau misalnya payung nya robek atau terbalik karena angin kencang. Saya juga yakin kalau payung ini tidak akan bertahan lama.

Mr-Umbrella

Payung

Soal pakai payung, saya rasa fine-fine saja. Sampai dengan suatu saat, teman saya bertanya apa tidak malu sebagai cowok pakai payung ke kampus. Ditambah lagi, notabene saya ini anak Fakultas Teknik, yang katanya pantang pakai payung, apalagi yang gondrong. Pantang lari kalau hujan. Well, that’s fool saya pikir. Kenapa mau sebodoh itu. Saya pikir kenapa mesti malu pakai payung. Daripada basah kuyup, baju, celana, sepatu, dan tas basah, kenapa tidak pakai payung saja.

Saya lihat, memang jarang ada cowok yang pakai payung kalau hujan. Mereka lebih memilih basah diguyur hujan daripada memakai payung. Sepertinya gengsi lah salah satu penyebabnya. Atau kah karena memang tidak punya payung? Padahal payung harganya juga tidak seberapa. Dibanding harus menanggung penderitaan pakaian yang basah, apalagi pakaian susah kering kalau musim hujan.

Pernah juga suatu waktu, ketika saya mau ke kampus pas hujan (Tentu saja saya pakai payung waktu itu). Seorang senior yang baik hati, sempat bercanda dengan mengatakan “saya kira tadi cewek yang lewat, karena pakai payung”, well memang waktu itu saya masih gondrong, tapi saya tidak perlu tersinggung, karena saya laki-laki tulen. 😛  Lagi-lagi diuji! Pakai payung, go ahead!

Teman-teman saya yang cewek juga sempat tertawa mengetahui kalau saya bawa payung ke kampus (karena hujan). Mereka mengaku memang jarang melihat cowok berani pakai payung. Saya jelaskan tidak ada yang salah kalau cowok pakai payung saat hujan. Di Jepang saja, laki-laki pakai payung. Cowok-cowok keren pakai payung. Tidak percaya? Tonton saja film nya Crows Zero, disitu kamu akan lihat para aktor nya pakai payung, termasuk Sherizawa. Saya tidak habis pikir, kenapa banyak cowok-cowok atau bahkan cewek malu pakai payung, lihat saja Jepang, negara yang maju, penduduknya tidak malu pakai payung. Entah cowok atau cewek. 🙄

Pakai payung itu manusiawi, kok. Pakai payung, kenapa tidak? 😉

Hujan = Malas?

Sudah masuk musim hujan. So what? Pertanyaan yang bagus! Pertama: adegan basah-basahan saat hujan semakin bertambah. Kedua: karena sering hujan, pakaian jadi sering dan banyak yang basah. Tiga: banyak pakaian yang menumpuk, karena tidak dicuci, alasannya pakaian susah kering. Empat: motor juga jadi lebih sering kotor! Lima: mantel dan payung jadi tambah mahal!

Hujan

Hujan

Tapi, inti dari “so what” nya musim hujan adalah MALAS. Baru berapa hari diguyur hujan, saya jadi tambah malas. Bangun pagi bisa sampai lebih lambat 10 menit! Bayangkan, 10 menit! Kalau hari-hari biasa bangun jam 7.00, sekarang jadi 7.10! Hmmm…. Tidak terlalu parah sebenarnya, tapi yang parah itu adalah frekuensi tidur dalam sehari meningkat drastis. Baru baring-baring sebentar, hitungan menit sudah tidak sadarkan diri. Macam mana pula ini! Untung saja, final test saya untuk semeter ini sudah selesai. Kalau tidak, waduh… I can’t imagine! 😎

Jadwal yang tertunda

Oh iya, karena sudah beberapa bulan terakhir ini sibuk dengan kegiatan kuliah dan sekitarnya, kesempatan untuk olahraga juga semakin kurang. Sebagai pembalasannya, saya berencana untuk pergi berenang, ya di kolam renang lah. Takut hanyut kalo di sungai! 🙁 Rencana, fix! Eh, pas hari H nya tiba, malah cuaca mendung, dan sepertinya langit diatas kolam renang juga hujan. Tampak dari kejauhan! Aduh, jadi tambah malas kalau begini.

Tidak syukur

Saya curiga, kalau musim hujan yang tidak kenal orang ini adalah dampak dari cerewet nya orang-orang dalam hal tidak bersyukur. Contohnya begini: kalau cuaca lagi panas-panas, “Aduuh… hari ini panasss sekaliiii….. Kapan hujan yaaaa…..?” Eh, pas cuaca jadi sering hujan, “Huwaaa…. Hujan lagiiii???? Kapan berhentinyaaa???? Ada janji iniii… Ada janji ituuuu…. Pakaian tidak kering-kering…. Jadi tambah sering beringusss…..” 😉 Anak kecil saja ceria kalau hujan!

Sebenarnya kita juga bisa bersyukur dengan hujan ini. Saya banyak melihat orang-orang bersyukur karena sering hujan, apalagi kalau banjir. Ya, serius! Mereka adalah penangkap ikan-ikan yang lepas dari empang orang lain! Mereka dapat rejeki plus plus. Bukan mereka yang pelihara ikannya, tapi mereka yang untung. Ckckckc… ini jangan ditiru!

Jadi, untuk apa malas saat musim hujan? (pesan untuk saya) padahal orang diluar sana bisa memanfaatkan peluang saat hujan. Setidaknya ada hal positif dari cuaca hujan begini. Yang pasti jangan tambah malas!

Hujan bikin perut cepat lapar juga rupanya, saya makan dulu ya…. 🙂