Menu Close

Tag: KKN (page 1 of 2)

KKN, Berakhir Sudah. Tapi…

Berat juga meninggalkan posko

Dua bulan kurang tiga hari telah berlalu. Perasaan hari-hari pertama yang selalu bertanya kapan KKN ini akan segera berakhir menjadi menguap entah kemana. Tentu saja tidak ada perasaan yang menginginkan untuk melupakan semua kenangan yang ada selama KKN ini.

Tidak akan terulang lagi kejadian sidak mendadak oleh kepala UPT KKN yang membuat perasaan kami deg-degan. Tidak ada lagi giliran cuci piring untuk kami yang laki-laki (perempuan yang bertugas memasak). Tidak ada lagi kegiatan belanja di pasar bersama-sama. Dan masih banyak lagi tidak akan-tidak akan ada yang lain. Karena KKN telah usai, kawan…

Everything-was-beautiful-and-nothing-hurt

Sedih

Lanjut ke bela negara dan outbound

Berakhirnya masa KKN di posko kelurahan Samalewa, Bungoro, Pangkep ini menjadi awal bagi kami mahasiswa peserta KKN Unhas gelombang 81 untuk mengikuti rangkian kegiatan yang lain, yaitu bela negara yang dilaksanakan di RINDAM VII WIRABUANA, Pakatto, Gowa. Memang tidak semua mahasiswa KKN ikut serta dalam kegiatan ini, bahkan ada beberapa mahasiswa yang “lari” dari barak karena merasa tidak nyaman dengan keadaan didalam sana. Dan terus terang, saya juga sempat berfikir untuk lari dari barak.

Tiga hari tiga malam mengikuti kegiatan bela negara dan outbound di Pakatto terasa lama sekali, meskipun sebenarnya kami juga mendapatkan banyak pengalaman yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya. Yah, semuanya karena kami semua ingin segera pulang ke rumah masing-masing.

Setelah acara penarikan dan dilanjutkan dengan kegiatan bela negara dan outbound, kami semua diantar ke kampus kami, Universitas Hasanuddin dengan kendaraan Paskas TNI. Dan disanalah-kemungkinan terakhir kali-kami berkumpul bersama dengan teman-teman KKN dari posko kecamatan/kabupaten lain.

KKN telah usai, dan apa pun yang terjadi kami kembali ke kehidupan masing-masing, melakukan rutinitas masing-masing.

Unhas… Unhas… RINDAM… RINDAM… Bubar, jalan!!!!

KKN, Tinggal Beberapa Hari Lagi

Masya Allah, tidak terasa sudah hampir dua bulan saya KKN. Paling tidak sudah 55 hari sejak hari pertama kami ditempatkan di posko masing-masing.

Hari ini (24/4/12) saya dan beberapa teman-teman lain berangkat ke Makassar untuk membawa pulang sebagian besar barang (pakaian) ke rumah masing-masing. Perpisahan sudah mulai terasa….

Tetangga-tetangga posko juga sudah tau kalau tidak lama lagi kami akan meninggalkan lokasi. Tampak raut wajah sedih diantara mereka. Apalagi bocah-bocah kecil yang rata-rata masih SD, mereka sering bertanya-tanya tentang jadwal penarikan kami. Sedih juga rasanya… :'(

Masih teringat rasanya sewaktu pertama kali menginjakkan kaki di posko kami, kelurahan Samalewa, kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep. Kami masih belum bisa bersosialisasi dengan warga sekitar. Tapi, seiring berjalannya waktu, kami menjadi semakin akrab.

Waktu memang menjawabnya….

Dan dalam waktu tidak lebih dari 4×24 jam dari sekarang kami akan meninggalkan lokasi KKN kami menuju Pakatto (Kab. Gowa) sebagai tahap akhir masa KKN kami.

Entahlah, apakah hal ini akan terulang kembali? Kecil kemungkinannya. Semuanya akan kembali ke rutinitas masing-masing. Saya dan kawan-kawan akan kembali melanjutkan proses perkuliahan, dan warga juga akan melanjutkan kesehariannya.

Semoga disisa sisa waktu di lokasi KKN ini, kami masih dapat memberikan yang terbaik bagi semuanya. 🙂

Oh iya, alhamdulillah program kerja saya (monografi kelurahan) sudah selesai…. Yeeee…. 😀

Hang Sejenak (Semoga)

Uhmmm… sudah seminggu lebih saya tidak pernah lagi menulis di blog saya ini. Lain juga rasanya tidak pernah lagi mengupdate blog. Karena banyak kegiatan, iya. Saat ini saya masih dalam masa KKN (kuliah kerja nyata). Dan tidak akan lama lagi (±2 minggu) KKN saya ini akan berakhir.

Menulis beberapa kata yang saya tulis ini rasanya cukup berat. Saya harus mengulangi beberapa kata yang saya sudah tulis. Tapi, lebih baik saya tulis saja apa adanya. :00ps:

Sebenarnya saya sudah menulis beberapa tulisan dalam minggu ini. Tapi bukan untuk diposting diblog ini. Saya sedang mengerjakan “proyek” lain yang saya jadikan sebagai pengisi waktu luang. Dan saya harapkan suatu saat nanti ini akan berkembang sesuai dengan harapan saya. Yah, memang masih membutuhkan banyak waktu untuk melihatnya menjadi lebih baik. Proyek apa? Ada deh…

Bukannya tidak ada inspirasi untuk menulis di blog pribadi sih, tetap ada inspirasi. Tapi begitu lah, yang namanya inspirasi kalau tidak segera dicatat akan segera menguap. Lebih cepat dari pada air mendidih, kawan! Saya cukup kesulitan untuk menangkap inspirasi yang tiba-tiba muncul dikepala saya. Apalagi untuk menuangkannya di blog ini. Dan salah satu kendala lain adalah, saya belum punya Smartphone. Yah, paling tidak kalau ada Smartphone saya bisa dengan segera mencatat sebuah ide. Dan kalau koneksi lagi cepat, bisa segera diposting ke blog, dengan menggunakan aplikasi wordpress for mobilephone.

Beban fikiran juga semakin berat rupanya. Beberapa program kerja posko saya belum selesai. Apalagi ditambah dengan apa yang rutin saya fikirkan, yaitu mau jadi apa nanti? Kerja dimana nanti? Bagaimana dengan masa depan saya? Aduh, bagaimana tidak jadi hang kalau begini. 😥

Saya cuma ingin menjadi lebih produktif, menghasilkan  sesuatu yang lebih baik, dan bisa mendapatkan “enchantment” seperti buku Guy Kawasaki yang baru-baru ini saya selesai baca. Kalau bicara soal produktifitas dan kualitas, saya salut dengan beberapa blogger seperti Seth Godin, meskipun cuma punya satu bukunya, tapi tulisannya sangat kritis. Dan semoga dengan inspirasi dari beberapa blogger lain, saya juga bisa menjadi lebih produktif dan membuat semakin sedikit kesalahan dalam penulisan. Dan yang terpenting adalah tidak menjadi hang. :mrgreen:

*Ditulis dalam keadaan mengantuk.

Sebulan Sudah KKN

Tanggal 1 Maret 2012 lalu adalah hari pertama kami mengikuti kegiatan KKN. Dari yang tidak pernah bertemu sebelumnya menjadi akrab sepenuhnya dalam satu lingkungan bersama. Pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu dari tri darma pendidikan menjadi warna baru dalam kehidupan pekuliahan. Dan kini, tanggal 1 April 2012, sudah tepat sebulan kami ber KKN. Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep adalah lokasi KKN saya.

Wait on, sir. 1 paragraf tadi adalah tulisan saya dalam versi yang-dibuat-lebih-kaku. Biasa nya saya tidak sungkan-sungkan untuk menuliskan apa saja yang ada dibenak saya. Terasa atau tidak terasa, sebulan sudah berlalu. Saya tidak sempat lagi menghitung berapa hari kami ber KKN belakangan ini. Untung saja ini sudah tanggal satu. Berbeda dengan hari-hari pertama dulu. Saya menghitung sampai hari ketiga. Rasanya lama sekali. Saya bertanya, kapan ini akan berakhir, kenapa lama sekali?

Heran juga, kenapa waktu jadi cepat berlalu. Saya jadi semakin yakin dengan teori relativitas Einstein. Waktu bisa saja bersifat relatif untuk orang-orang yang berbeda. Jangan lupa, CMIIW (Correct Me IF I’m Wrong) 🙂 waktu bisa saja menjadi lebih berarti kalau kita menikmati proses yang terjadi didalamnya. Itu lah yang terjadi dalam KKN ini. Meskipun bisa dikatakan bahwa tidak semua (100%) dari semua kejadian yang berlangsung bisa dikatakan menyenangkan. Mungkin tidak seratus persen, tapi bisa saja 99,9%. Iya kan? 😀

Dua-2

Just 2

Dari sebulan kami ber KKN, ada banyak kegiatan yang telah kami lakukan, mulai dari program kerja, hingga hal-hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan program kerja. Almost everything was fun. 😛 sempat juga sebagian dari kami (termasuk saya) mengalami nasib sial, kena sidak oleh kepala UPT KKN kampus. Akibatnya kami menjadi bahan pembicaraan di posko-posko lain, hingga posko lintas kabupaten. Malu? Kinda! Tapi kami punya alasan yang pantas sehingga kami bisa meninggalkan posko. Kalo diingat-ingat, itu adalah salah satu pengalaman yang bisa menjadi cerita untuk dikenang suatu saat nanti.

Sebulan telah berlalu, masih ada waktu kurang lebih sebulan lagi kegiatan KKN. Semoga semua program kerja bisa kami tuntaskan dengan baik, sehingga bukan hanya kami yang mendapatkan pelajaran berharga, tapi hasilnya warga sekitar juga merasakan hal positif di lingkungan mereka.

Damn, Begini Lah Rasanya Kena Sidak Mendadak

Bukan bajing yang hobi meloncat, akhirnya terjatuh juga. Dari beberapa kali meninggalkan posko, akhirnya kena getahnya juga. Saya dan beberapa teman se posko KKN lain didapati meninggalkan posko tanpa izin supervisor. Memang sudah ditakdirkan sepertinya. Saya, Nurul, Riri, Ifah, Budi dan Widya mendapat teguran langsung dari pihak UPT KKN Unhas.

Yah, begini lah rasanya. Sama sekali tidak ada feeling bahwa akan ada sidak oleh Pak Hasrullah, kepala UPT KKN Unhas. Saya memang sudah dua hari meninggalkan posko, karena ada asistensi laporan Kerja Praktek Profesi dengan dosen. Sementara teman-teman lain juga memiliki alasan kuat kenapa bisa meninggalkan posko. But there were no excuses. Semuanya harus menunggu pak Hasrullah, untuk mendapatkan “pencerahan” supaya lain kali tidak mengulangi kesalahan. 😯

we-are-sorry

Sorry

Dan kami mengakui bahwa kami salah

Setelah beberapa lama menunggu, sempat makan bakso, foto-foto, akhirnya beliau datang. Terlihat raut wajah teman-teman cemas menunggu keputusan pihak UPT. Satu per satu masuk kedalam ruangan berdinding kaca gelap. Diluar terdengar suara bentakan bapak-bapak. Semuanya kena peringatan. Dan terancam akan dikirimi surat peringatan kepada masing-masing Dekan. Kami mengakui bahwa kami memang salah. 😳

Untung saja saya sempat asistensi laporan sebelumnya, yang juga membuat saya menunggu lama. Karena dosen yang bersangkutan sedang menghadiri seminar mahasiswa pasca sarjana. Bisa dibayangkan betapa capeknya saya. Dari pagi cuma makan roti 3 biji, ditambah dengan kurang nya waktu istirahat sehingga sangat kewalahan rasanya.

Tapi, apa pun itu saya sudah pasrah. Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk asistensi laporan KP. Mengingat ini merupakan hasil praktek selama kurang lebih 3 bulan.

Apa yang bisa saya petik disini adalah, kesialan itu mutlak tidak bisa ditebak kapan datangnya. Karena kalau dilihat, dari beberapa banyak mahasiswa yang sering meninggalkan posko tidak semua kena teguran. Tapi, memang saya beberapa kali meniggalkan posko karena alasan mengurusi tugas yang sifatnya urgent.

Mudah-mudahan saat sidak selanjutnya saya ada di posko, dan tidak ada lagi teman-teman yang kena teguran. 🙄