Menu Close

Tag: Lagu

Lagu Untuk Ramadhan – Maher Zain

Hotel California, Sebuah Lagu

Memang sebuah lagu lawas. Om-om kita lebih dulu mendengar lagu ini. Tapi man, ini bukan lagu untuk satu generasi. Saya suka lagu ini. Selalu! Entah kapan saya pertama kali mendengar lagu ini, dengan momen apa, dengan siapa, I don’t care. I love this song.

Tanpa perlu tahu artinya, sepertinya lagu ini menyiratkan sebuah kepedihan. Tidak percaya? Coba saja dengar lagu ini sampai selesai. Jangan berhenti sebelum melodi dibagian akhir lagu selesai. Pokok nya dengar dan rasakan menurut imajinasi mu. Got it? Feel it? Well, I’m not sure about that, anyway. Semua orang punya perspektif berbeda dalam mengartikan sebuah lagu.

The-Eagles,-Hotel-California

Hotel California?

Saya pernah mendengar kalau isi dari lagu ini sebenarnya mengandung unsur kekerasan. Disebuah berita, entah itu dari radio atau artikel di internet, katanya Hotel California itu adalah kiasan dari sebuah rumah sakit jiwa! Uhm… kekerasan, rumah sakit jiwa…. Apalagi selanjutnya? Sayangnya saya belum pernah tahu bagaimana makna sebenarnya dari lagu ini, saya belum pernah tahu itu dari personel The Eagles sendiri.

“Welcome to the Hotel California.”

Such a lovely place.

Such a lovely face.

Plenty of room at the Hotel California.

Any time of year,

You can find it here.

Lagunya kaya dengan suara instrumen. Mereka adalah pemain musik handal. Saya pernah menonton video konser akustik nya, dan luar biasa… enak sekali didengar. Penonton bertepuk tangan dan melakukannya sambil berdiri (standing applause) saat lagu selesai.

Once again, I love this song.

Nothing Ever Was oleh Tom Langford

Tersembunyi

Bukan lagu baru. Musiknya terdengar sederhana. Lirik nya pun juga tidak panjang. Tapi lagu ini sangat enak didengar. Yah, katanya istilahnya “easy listening”. Meskipun lagu ini keluar tahun 2006 dari album Here Comes Memory, tapi baru beberapa waktu belakangan ini masuk kedalam playlist saya. Sebenarnya saya tidak sengaja menemukannya. Berniat mengecek folder music yang ada dalam laptop Vaio saya, beberapa lagu saya putar. Dan salah satunya lagu ini, Nothing Ever Was, oleh Tom Langford.

Tom-Langford-Music-Guitar

Tom Langford

Sekali mendengar rasanya tidak cukup. Hari-hari pertama saya memutar nya sampai belasan kali. Musiknya menenangkan, apalagi kalau didengar pas cuaca lagi hujan.

Nothing ever was good enough

Nothing ever was good enough, no.

Nothing ever was good enough for you.

Begitu lah penggalan reff dari lagu itu.

Isinya?

Sepertinya, lagu ini bercerita seputar pencarian. Seseorang yang sedang melakukan pencarian. Eh, tapi ini Cuma perkiraan saya saja. Bukan Tom yang bilang sama saya. 🙂

Bagaimana dengan lagu kamu?

Mungkin Esok

Saya sedang down

Dan bertanya-tanya mengapa

Awan-awan hitam kecil ini

Terus mengikuti ku

 

Oh, ini membuang-buang waktuku

Berfikir untuk meninggalkannya

Dan membeli senyum pelangi

Tapi bebas

Mereka semua bebas

Mungkin-Esok

Mungkin esok

Kutemukan jalan ku kembali

Mungkin esok

Kutemukan jalan ku kembali

 

Kulihat disekitar, di kehidupan yang indah ini

Menjadi kembali terpuruk

Tapi tetap bernafas, tetap hidup

Tetap hidup

 

Saya ingin angin segar dan fikiran yang terbuka

Saya ingin berenang di samudera

Menikmati waktu hidup ku

Hidup ku

 

Mungkin esok

Kutemukan jalan ku kembali

Mungkin esok

Kutemukan jalan ku kembali

 

*Terinspirasi dari lagu Stereophonics, “Maybe Tomorrow”. Dengan alih bahasa yang kurang sempurna, tapi setidaknya mewakili isi lagunya sendiri. Thanks Kelly Jones, you wrote a beautiful song. “Oooh Me….” , Great voice, dude!