Menu Close

Tag: Opini

Alay, Lebay, Pilihan Atau Cuma Ikut-Ikutan

Alay, lebay, kurang lebih sama saja

Wah, maksud nya apa? Maksud saya adalah kecenderungannya untuk cenderung melebih-lebih kan sesuatu, atau terlalu mendramatisir sesuatu yang tidak perlu dll. Pengertian alay itu sendiri setahu saya belum ada dalam kamus besar bahasa Indonesia. Kalau ada tolong kasih tahu saya. 🙂 Inilah hasil definisi dari alay itu dari berbagai sumber:

Alay:

1. Sikap dan sifat

Pakaian yang ngejreng, contoh: baju kuning terang dengan celana merah sepatu ijo topi ungu, kacamata oranye.

Tongkrongannya di pinggir pinggir jalan, yang cowok godain cewe yang lagi lewat, dan cewek godain cowo yang lewat (itu pun kalau ceweknya berani atau alanya sudah stadium 4)

Dandanan Emo dengerin musik Emo, ditanya sejarah Emo malah bilang yang nemuin musik emo adalah ST 12 dan Kangen Band.

Dimanapun kapanpun selalu foto-foto, baik di angkot, di toilet, di kelas, lagi naek motor, disamping mobil orang, dengan gaya foto imut yang angle nya dari samping dari atas dari bawah asal tetap jari telunjuk di bibir yang dimonyongin.

Social Networkingnya Friendster, pake foto cowo ganteng atau cewek cantik biar keliatan gaul dan menggunakan nick pRinceSs cuTeyZ, mYu luccU, kYuz cAntiexZ dan selalu bikin shoutout “j9n lUpA eTtz aquw yuGz”.

2. Tulisan

aku : akyu, aq, akko, aquwh

kamu: kamuh, kamoh, kamuwh, kamyu,qm

maaf: mu’uph,muphs,maav

sorry: cowyie, cory

add : ett, edd

for : vor, vow

lagi : agi, agy

narsis: nharciezt, nharciest

makan: mums, muumhs, mumum

lucu : luthu, lutchuw

– siapa: cppa, cp, ciuppu, cypa

– Semua tulisan diatas dengan kombinasi huruf besar dan kecil, angka dan spesial karakter.

Lebay:

Lebay adalah sebuah kata istilah yang kemunculannya dimulai sejak tahun 2006 yang berarti melebih-lebihkan diri sendiri tanpa memperdulikan tanggapan ataupun pertimbangan-pertimbangan yang ada ditengah masyarakat. Dalam arti singkatnya, Lebay bisa berarti Sombong / Egoistik / Terlalu berlebihan. Dalam berpendapat, mereka yang Lebay biasanya menanggap diri mereka yang benar dan apa yang menjadi sudut pandang ataupun pendapatnya sudah menjadi ketetapan yang sulit diubah lagi. Mereka yang Lebay, sulit untuk menerima pengakuan orang lain yang tidak dia sukai tentang dirinya. Sangat senang menerima apa yang menjadi harapannya dan menolak apa yang tidak dia sukai. (Hilman).

ALAY-LEBAY

ALAY-LEBAY

Bagaimana komentar orang-orang soal alay dan lebay?

Komentar orang-orang soal alay dan lebay bermacam-macam, berikut beberapa komentar:

  • Kepanjangan alay itu anak layangan… anak kampunglah gitu… Jadi… alay adalah anak tradisional yg mencoba menjadi modern dengan cara yg salah dan masih membawa sifat kekampungannya itu… PEACE FOR ALAY … ALAY=LEBIH SAMPAH DARI PADA SAMPAH.
  • Alay (anak layangan) itu 3 level diatas lebay. Kalau lebay itu paling hanya kalimat yang agimana gitu.
  • Kalau lebay paling cuma gini:

“Gue tadi dalam perjalanan menuju neraka, tapi gue salah belok, jadinya ke surga”

Paling cuma gitu aja. Tapi kalau ALAY?

“Aqquwh tagh bisa hiduwph tanda dirimuwh saiiangs”

ataupun dengan tulisan keriting seksi campur angka plus special karakter.

 

Apa pun itu (alay, lebay) kurang lebih sama saja. Ibarat durian montong dan durian gajah, sama-sama durian. Mau jadi alay, lebay ato apa, terserah masing-masing. Pilihan ada pada anda, tinggal anda yang tentukan. Yang penting hindari lah untuk ikut-ikutan. Kalau baik yah, alhamdulillah, kalau tidak? Itu urusan anda. Saya sendiri tidak memilih diantara keduanya (alay dan lebay). Peace! B-)

*Tulisan saya ini tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan pihak-pihak tertentu. hanya lah sebuah pandangan tentang subyek yang dimaksud. Kalau ada komentar, saran, kritik, feel free saja untuk mengisi kolom komentar dibawah ini. Atau kalau bisa, email saja via halaman contact me saya. Thanks! 🙂

Heran Dengan Nenek-Nenek

Beberapa waktu yang lalu saya sempat menulis sebuah artikel tentang nenek-nenek. Didalam artikel itu saya memuat cerita/opini saya tentang keberadaan nenek-nenek yang entah kenapa sepertinya sudah jarang saya temui (mungkin hanya saya saja yang mengalami :)). Yang menarik dari artikel ini adalah jumlah pengunjungnya yang paling banyak dibanding dengan artikel-artikel yang sudah saya muat sebelumnya di personal blog saya ini. Setidaknya sampai saat ini (27 Juni 2011).

Nenek-Keren

Nenek Somewhat

Artikel nenek-nenek ini mengalahkan artikel-artikel lain saya seperti artikel motogp yang merupakan category dengan postingan terbanyak diantara category lainnya. Saya sendiri memang punya passion yang tinggi dengan motogp. Itulah mengapa saya selalu mengupdate blog dengan artikel motogp, ya karena itu lah passion saya.

Ini adalah search query blog saya berdasarkan hasil crawl google (menggunakan google webmaster tools nya google).

Crawl-stats-nenek1

Kueri Nenek

Sangat jelas terlihat kalau artikel nenek-nenek itu jauh melampaui search query dari query lainnya. Bahkan diurutan kedua (motogp 2011) pun tak sampai setengah dari query yang dihasilkan artikel nenek-nenek itu dari mesin pencari nya google. Dan diurutan ketiga pun tetap nenek-nenek.

Bagaimana tanggapan saya tentang hal ini? Terus terang saya cuma tersenyum melihat hasil ini. Ini adalah salah satu bahan joke saya pribadi, melihat nenek-nenek menjadi query pertama di Google Webmaster tools blog ini. Oh iya, kalau mau lihat stats dari admin blog saya, hasil nya seperti dibawah ini:

Stats-admin

Pencarian Kata Nenek

Hasil nya kurang lebih sama dengan Google Webmaster Tools tadi.

Mengapa bisa demikian? Kenapa nenek-nenek bisa mengalahkan motogp? Menurut saya faktor-faktornya sebagai berikut:

  1. Artikel nenek-nenek saya terindeks dengan baik, dan pengunjung mengkliknya dari hasil pencarian dengan kata kunci nenek-nenek dari google.
  2. Artikel motogp saya kurang populer dibandingkan dengan artikel-artikel motogp lainnya berdasarkan search engine. Ya, tentu saja, karena blog saya ini tidak terfokus hanya pada tema motogp saja. Traffik dari search engine yang masuk ke artikel motogp saya saya anggap keberuntungan saja, karena tidak ada cara-cara tertentu yang saya terapkan untuk menjadi nomor kesekian di hasil pencarian google. Just accidentally. Lagian traffik blog saya sendiri tak seberapa, belum pernah lebih dari 100 per hari (sejauh ini).

Kedepannya saya tetap akan menulis hal-hal apa saja yang menyenangkan untuk ditulis. Seperti tulisan-tulisan saya lainnya. BTW, thanks for read it. See Ya 🙂

Ride on the Broken Road

Check one, check two, check three… Buat kamu yang hobi berkendara berhati-hati lah, jalanan makin kejam, jumlah pengendara lebih banyak, lubangnya juga begitu. Volume jalan sekarang tambah besar, tentu tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melaju diatasnya. Masalah pun muncul, salah satunya jalan berlubang. Apalagi di musim hujan seperti sekarang ini, lubang-lubang dijalan makin banyak, dan alamak…. lubang nya sangar-sangar. Kalau kurang hati-hati kita bisa jadi korban lakalantas, dan mudah-mudahan kita bisa terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan itu.

Musim hujan dan beberapa kondisi diatas memang menjadi penyebab utama kerusakan jalan, tapi tidak diimbangi dengan perbaikan yang semestinya rutin dilakukan. Oleh siapa? Guess who! Semua pasti menjawab pemerintah. Masa’ supir bus, supir truk, ato supir tank. Logika nya Supir bus dan supir truk memang sewajarnya wajib membantu pemerintah untuk memperbaiki jalan yang rusak, karena merekalah orang-orang yang membawa kendaraan yang bertonase tinggi kejalan raya. Bukan supir tank, hehehe…. just kiddin’.

Terus terang, saya sebagai pengguna jalan, yang tiap tahun bayar pajak sangat tidak nyaman dengan keadaan seperti ini. Tapi, mau bagaimana lagi. Pemerintah yang seharusnya tanggap menanganinya eh malah kurang respon dengan keadaan seperti ini. Padahal kalau dibiarkan, kerugiannya luar biasa. Selain menimbulkan korban jiwa, roda perekonomian juga akan sangat terganggu. Semua tau kan kalau moda transportasi yang paling banyak digunakan untuk mengantarkan barang-barang dari produsen ke konsumen adalah moda transportasi darat. Jadi, kalau jalan banyak rusak bagaimana perekonomian mau tumbuh pesat. Setidaknya pajak-pajak yang dibayar oleh pemilik kendaraan dipakai untuk memelihara jalan dengan rutin (masukan untuk pemerintah), dan harus merata.

Saya tulis artikel ini, untuk mengejewantahkan perasaan saya sebagai pengendara motor, yang tiap tahun bayar pajak, tapi tidak puas dengan kondisi jalan yang banyak mengalami kerusakan, dan tidak cepat ditanggulangi. Mudah-mudahan pihak berwenang bisa segera mengatasinya. Bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan kinerja pemerintah. Tidak semua pemakai jalan tertib, saya pun kadang begitu. Banyak kendaraan yang melaju dengan beban yang tidak seharusnya dijalan, ini seharusnya ditindaki dengan tidak diperbolehkan melintas dengan beban yang lebih dari kapasitas jalan. Intinya semua pemakai jalan harus tertib. Biar masalah-masalah lalu lintas bisa diminimalisir.