Menu Close

Tag: Puasa

Belanda, Bulan Kedelapan

Sekarang sudah bulan Juni, 2016, menandakan bahwa ini sudah bulan kedelapan saya di Belanda. Dibulan kedelapan ini, kami semua sudah semakin sibuk dengan tesis masing-masing. Kabar baiknya, ini berarti wisuda tinggal beberapa bulan lagi. Tapi, kabar buruknya, menyelesaikan tesis dengan baik itu tidak lah mudah. Read more

Laporan Ramadhan 1434 H Bagian Pertama

Terjadi penurunan ibadah

Seharusnya sudah saya tulis tulisan ini beberapa hari yang lalu. Pasalnya, Ini adalah laporan ramadhan (ramadhan report) bagian pertama saya untuk tahun 1434 H/2013 ini. Dan saya berencana membuat dua laporan puasa. So, secara logika, seharusnya saya sudah menulis ini paling tidak setelah 15 hari ramadhan telah berakhir. Dan, sekarang sudah lewat dari 15 ramadhan, which means… saya harus menulis, segera! Ahahahay!

Truth to be told, secara keseluruhan, bagian pertama ramadhan tahun ini tidak sebaik tahun lalu dalam hal ibadah. Harus saya akui demikian. Bagian pertama ramadhan tahun lalu cukup parah jumlah terawih saya, tapi bagian yang sama ramadhan tahun ini malah lebih parah. Saya tidak punya berapa jumlah pasti terawih saya tahun lalu, karena dulu saya tidak mencatat jumlah pasti terawih saya. Tapi, tahun ini Alhamdulillah saya mencatat jumlah terawih saya. Pertanyaannya, kenapa saya mengatakan kalau tahun ini lebih parah dari tahun lalu? You know lah guys, feeling!

Bukan hanya soal jumlah terawih, tapi juga soal jumlah juz dalam Al Qur’an yang saya baca. Kalau tahun lalu dibagian yang sama, saya sudah tamat satu kali, atau paling tidak segera tamat. Tahun ini, sampai dengan 20 puasa, saya belum sekali pun menamatkan 30 juz.

Oh iya, bukan sebagai perbandingan, saya membuat rekapitulasi ramadhan tahun ini. Dalam hal ini, saya bagi menjadi: shalat lima waktu, tadarruz, terawih, sahur, dan puasa. Saya buat rekap ini dalam program Ms. Excel. Berikut adalah screenshotnya:

Rekap-Ramadhan-1434-H

Rekap Ramadhanku

Dari screenshot rekap yang saya buat (15 hari pertama), bisa dilihat:

Shalat Subuh5 kali absen
Shalat Dhuhur0 kali absen
Shalat Ashar0 kali absen
Shalat Maghrib0 kali absen
Shalat Isya1 kali absen
Shalat Terawih11 kali absen
Sahur1 kali absen
Puasa0 kali absen
TadarruzSampai juz 14

Dari tabel diatas, bisa dilihat kalau absen shalatwajib saya yang terbanyak adalah shalat subuh, dengan 5 kali absen. Alhamdulillah, untuk shalat dhuhur, ashar dan maghrib tidak ada absen. Nah, terawih lain lagi

Saya tidak tahu apakah membuat rekapitulasi ramadhan menjadi amalan tambahan. Tapi, setidaknya ada yang bisa saya jadikan refleksi soal ibadah saya dalam bulan yang penuh berkah ini. Sehingga, nanti saya akan merasakan penyesalan atau semacamnya karena melihat kurva ibadah saya yang menukik akhir-akhir ini.

Tapi, anyway, selain sebagai bahan refleksi ibadah saya, membuat rekap seperti ini juga menjadi pengisi waktu luang sekaligus hiburan buat saya. Mumpung masih muda dan pengangguran coy! Hahay!

Untuk kawan-kawan yang sedang menjalankan ibadah, wassalam!

Puasa Report Part 1

Puasaku sampai dengan hari ke-13

Alhamdulillah, sampai hari ini (13 Agustus 2011) sudah 12 hari puasa saya lalui.  Sejauh ini puasa nya lancar-lancar saja. Tidak ada puasa yang batal setahu saya, tidak pernah makan, minum, berbuat maksiat (yang disengaja) :). Awal-awal puasa juga tidak seberat apa yang seperti dikatakan beberapa teman soal puasa pada hari-hari pertama yang biasa nya lebih berat. Karena katanya tubuh masih menyesuaikan diri dengan kondisi tidak makan, minum namun  tetap dengan aktivitas. Saya merasa tidak terlalu beda dengan hari-hari biasa kalau bicara soal tidak makan disiang hari. Sudah biasa tidak makan dalam waktu lama soal nya 🙂

Asyiknya buka puasa dengan teman-teman

Awal-awal puasa saya habiskan dirumah orang tua. Alhamdulillah sahur juga di rumah, tapi buka puasa tidak semua dilakukan di rumah. Yah, kadang di rumah tetangga, tapi sejauh ini saya belum pernah buka puasa di mesjid. Khawatir nafsu buka tidak terpenuhi, mengerti kalau buka puasa di mesjid itu kan tidak seleluasa di rumah.

Kurang lebih seminggu terakhir ini, saya kembali ke tempat kos saya di Makassar, dekat kampus. Otomatis sahur dan buka puasa tidak lagi di rumah. Saya tidak terlalu peduli soal ini. Didaerah pondokan kampus kos-kosan) banyak dijajakan makanan untuk buka puasa (takjil). Mulai dari Es teler, pisang ijo, es buah, kue-kue kering seperti jalang kote, dll. Dalam hal ini pisang ijo adalah takjil favorit saya. Kenapa pisang ijo? Pertama, rasa nya yang enak, warna nya yang eye catching, mengenyangkan jadi bisa tahan tidak makan lagi, bahkan sampai sahur masih bisa tahan tidak makan, tapi ini tidak saya biasakan. Alasan lain kenapa pisang ijo, adalah ya! harga nya. Cukup terjangkau untuk mahasiswa seperti saya. Satu porsi biasa nya seharga 4 ribu rupiah dengan 2 biji pisang ijo, plus sirup dan susu.

es-pisang-ijo

Pisang Ijo

Hal yang membuat buka puasa di daerah kos-kosan kampus beda dengan di rumah adalah kebersamaan dengan teman sesama mahasiswa, maupun teman-teman lain yang sama-sama tinggal didaerah kos-kosan, baik yang sudah bekerja atau yang sudah berkeluarga.  Soal menu kesukaan, bermacam-macam sesuai dengan pilihan masing-masing. Tapi yang saya lihat lebih banyak yang suka pisang ijo. Go ahead, pisang ijo! 🙂

Bagaimana dengan ibadah lain?

Alhamdulilah ibadah lain juga lancar-lancar saja. Shalat wajib, alhamdulillah (lumayan) lancar, Shalat terawih? Ehm… Kalau yang ini terus terang saja tidak full. Kebetulan mesjid didekat kos-kosan saya shalat nya agak lama selesainya, ini salah satu hal yang mempengaruhi sering nya saya bolos terawih. Soal tadarrus, mudah-mudahan bisa khatam 2 kali sama dengan tahun lalu. Soal sedekah, alhamdulillah diusahakan untuk selalu dilakukan. Selama masih ada uang di dompet (padahal cuma uang kecil) 🙂 Yah, yang penting ada, dan yang paling penting keikhlasannya!

Bagaimana dengan pengalaman puasa anda di ramadhan ini?