Menu Close

Tag: Resolusi

Resolusi 2016

Intro:

Sudah dua tahun saya tidak menulis resolusi. Alasannya, pertama karena kebanyakan resolusi yang saya buat tidak terealisasi, sehingga saya jadi sungkan membuat resolusi. Kedua adalah, saya selalu lupa untuk menyempatkan diri menulis resolusi, sejak awal tahun baru sampai dengan malam pergantian tahun selanjutnya. Read more

Apa Resolusi 2016 Saya?

Masih sedang dipikirkan 🙂

[UPDATE] ini adalah resolusi saya untuk tahun 2016.

Resolusi 2013. Pendidikan dan Persiapan Untuk Masa Depan

Belum jago realisasikan resolusi.

Resolution, what the hell is that? Mungkin saja saya khilaf menulis tulisan ini. Membaca tulisan saya saja mengenai resolusi saya tahun sebelumnya, bisa dikatakan nyaris gagal. Nyaris gagal, kenapa bisa? Disitu tertulis bahwa tahun 2012 saya harus menyelesaikan pendidikan S1 saya. And clearly, it didn’t happened. So 2013 ini, apa resolusi saya? Bisakah saya untuk tidak mengulangi janji resolusi 2012 yang tidak terealisasi tadi?

Secara garis besar, resolusi saya tahun 2013 ini kembali tidak muluk-muluk seperti tahun lalu. Yang nomor satu tetap menyelesaikan pendidikan S1 saya. Kemudian melanjutkan pendidikan S2 diluar negeri (mudah-mudahan bisa terwujud). Kemudian satu lagi yang sangat penting. Yaitu, a girlfriend. Yeah, that’s it.

Resolusi-2013-ku

Resolusi 2013

Tahun 2013 ini akan menjadi a big gamble year buat saya. Tahun dimana saya akan mengalami suatu masa peralihan lain dalam hidup saya. Kalau saja seandainya tahun ini saya akan menyandang gelar sarjana. Which is, saya sudah sangat wajib untuk bisa menghidupi diri sendiri, karena harus punya pekerjaan. Dan juga mengingat umur saya memang  sudah bukan remaja cengeng lagi. Sebenarnya saat ini, bisa dikatakan saya sudah bisa menghidupi diri sendiri dengan hasil dari pekerjaan saya sebagai staf disalah satu perusahaan swasta. Alhamdulillah…

Menikah?

Yang selalu saya pikirkan adalah, bagaimana masa depan saya. Umur saya akan genap 23 tahun pada september tahun ini. Kalau mengingat kembali pelajaran SD, usia normal untuk menikah bagi seorang laki-laki adalah 25 tahun, berarti 2 tahun mendatang saya akan menikah? Who knows. Apakah saya sudah punya persiapan untuk berkeluarga? Meskipun saya sendiri tidak menargetkan untuk segera menikah kalau umur saya sudah 25 tahun nanti. Big question, huh?

Tapi, kalau dipikir kenapa mau menikah dua tahun kedepan? Padahal calonnya saja belum ada. Maka dari itu, resolusi saya tahun ini juga mencakup yang satu itu, punya pacar atau sejenisnya. Atau lebih tepatnya calon isteri. Saya akui, memang sangat sulit untuk segera menetapkan calonnya. Karena butuh waktu yang tidak sebentar untuk mempelajari si calon.

Maka dari itu, proses mengenal diri si calon ini harus mulai sejak dulu. Sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Kalau dulunya belum sempat. Sekarang lah saatnya. Mudah-mudahan tahun 2013 ini resolusi saya bukan sekedar satu hal yang tertulis dan terbaca. Tapi seharusnya terealisasikan.

Wassalaam…

Kutulis dengan sadar.

Muhammad Rizqi Fahma

Resolusi 2012

Sedikit tentang resolusi

Resolusi yang berdasarkan kata serapan dari bahasa Inggris, resolution berarti: pemecahan, keputusan, ketetapan, putusan, ketetapan hati, kebulatan, keteguhan hati, kebulatan hati, pendirian teguh (Google Translate). Sebelumnya saya belum pernah membuat/menyusun sebuah resolusi untuk menghadapi tahun baru. Yah, memang diluar sana banyak yang sudah terbiasa membuat sebuah resolusi. Tapi saya baru mau “mencoba” membuat resolusi.  Karena menurut saya resolusi itu sama saja dengan rencana kedepan. Absolutely!

resolusi-ku

Resolusi

Resolusi saya

Ok, saya tidak terlalu banyak membuat detail resolusi saya. Secara umum resolusi saya untuk tahun 2012 ini secara umum masih seputar pendidikan saya [titik]. Tahun ini saya harus menyelesaikan pendidikan S1 saya, dan sangat berharap untuk mendapatkan beasiswa. Sebaik-baiknya adalah beasiswa keluar negeri (sudah sangat lama memendamnya). Dan kalau misalnya tahun ini selesai S1,tapi tidak dapat beasiswa saya harus mendalami passion saya, dan pilihan lainnya adalah terjun ke lapangan kerja.

Resolusi saya yang lain adalah tetap menambah koleksi buku minimal 1 buah per bulan. Dan tentu saja harus dibaca! Eh, buku lainnya juga.

Apa yang harus saya lakukan?

Ow, jangan tanyakan itu lagi. Tentu saja saya harus memperbaiki bidang akademik saya. IPK saya harus lebih baik lagi. Dan yang paling penting dibalik semua proses itu saya harus menikmati proses nya.

Oh iya, seperti yang ada pada gambar:

Resolutions Need Real Solutions

Resolusi itu butuh solusi yang nyata. Yang nyata, kawan!

Semester 7, Check

Just another semester…

Terasa atau tidak terasa, semester 7 ini sudah berakhir. Kenyataannya, sudah 3 tahun setengah saya kuliah. Padahal rasanya baru beberapa waktu yang lalu saya masih berstatus sebagai mahasiswa baru. Sekarang sudah ada tiga angkatan lebih muda dari saya. Dulu masih tunduk-tunduk kalau masuk kampus, sekarang kepala sudah menengadah. Tidak tahu sedang mengarah kemana.

Alhamdulillah, semester 7 ini tidak ada hal yang sangat parah. Meskipun pasti tidak lepas dari masalah. Masalahnya bersifat umum lah. Jadwal yang padat, karena semester ini saya mengambil 23 SKS yang lebih banyak dibanding rata-rata teman sekelas saya. Bukan hanya jadwal kuliah yang jadi masalah, tapi tugas-tugas nya lah yang banyak menyita waktu. Karena jadwal yang padat ini lah, saya sempat sakit :mrgreen: . Tapi, alhamdulillah tidak sampai masuk rumah sakit.

Semester-7-Checklist

Checklist

Beberapa hal yang patut saya catat dari semester 7 ini adalah:

  • Sudah semakin rajin masuk kuliah (tingkat kehadiran sudah 80%).
  • Jadi lebih sering kerja tugas. *tapi kadang tidak tepat waktu :-(.
  • KKL (Kuliah Kerja Lapangan) di 3 negara: Singapura, Malaysia dan Thailand sudah selesai.
  • KP (Kerja Praktek) sudah selesai. *tapi kurang aktif 🙁 .
  • Sudah pernah merasakan kerja proyek (1 proyek monorail, 1 proyek dengan konsultan, dan 1 proyek penelitian dengan dosen).
  • Sudah menyelesaikan hampir semua mata kuliah. *Beberapa mata kuliah yang bernilai buruk harus diulang. :-(.

Kurang lebih itu lah beberapa poin penting pada semester 7 yang lalu. Bagaimana dengan IP (Indeks Prestasi) saya? Masih dalam tahap perbaikan :-).

Bagaimana resolusi untuk semester 8?

Wah, sebenarnya saya jarang sekali membuat resolusi. Mungkin karena ini lah saya terkadang kurang fokus. Yah, katanya tidak “setting goal” sebelumnya. Tapi secara garis besar ini saja:

  • Menyelesaikan semua mata kuliah dengan nilai terbaik. *catat: nilai terbaik!
  • Sudah bisa mengajukan proposal tugas akhir.
  • Kalau ada, mudah-mudahan bisa programkan KKN (Kuliah Kerja Nyata).
  • Bisa mendapatkan skor minimal 550 untuk TOEFL. *Harus!
  • Dapat proyek. *Entah dengan dosen atau dengan instansi/konsultan.
  • Bisa tambah berat badan. 🙂

Kenapa tidak sekalian merencanakan sarjana? Kan semester depan sudah tepat 4 tahun kuliah? Itu dia masalahnya, Gas! Saya masih belum mau terlalu cepat meninggalkan bangku kuliah. Rasanya masih banyak yang harus dipelajari lagi. Masih banyak yang harus disempurnakan! Dan masih mau menambah pengalaman sebelum mencapai gelar sarjana. Jangan sampai cepat sarjana, tapi masih kurang berisi. 😉

Oh iya, itu tadi sedikit tentang perkuliahan saya, di semester 7 tepatnya. Bagaimana dengan kuliah mu?