Menu Close

Tag: Surveyor

Survey Sidrap, Perjalanan Hingga Hari Pertama

Sedikit bercerita tentang dinamika survey lapangan pengembangan wilayah dan kota

Berangkat dari Kota Makassar kurang lebih pukul 9 malam menuju Kab. Sidrap yang jaraknya kurang lebih 170 km membutuhkan stamina yang prima. Bukan saja karena gelapnya malam yang harus ditembus, faktor lain yang membuatnya lebih berat adalah kondisi fisik yang sudah cukup terkuras karena cukup padatnya kegiatan yang saya lalui mulai dari pagi sampai malam harinya.

Salah satu faktor yang membuat stamina ku cukup menurun adalah, belum makan, saudara-saudara skalian. Dalam perjalanan (masih dalam perjalanan) saya dan rekan saya merencanakan untuk singgah dulu untuk makan malam. Akhirnya kami singgah disalah satu warung makan Sari Laut di daerah Tamalanrea, Makassar. Sebelumnya saya dan rekan survey saya di Sidrap (Dana) singgah sejenak didepan gerbang perumahan BTP untuk berangkat bersama teman-teman lain (2 orang) yang juga survey, namun mereka di daerah Kab. Pinrang yang jaraknya juga cukup jauh, kurang lebih sama dengan jarak lokasi survey saya.

Makan malam nya lumayan enak, sekali-sekali makan di Sari Laut. Lagian makannya juga sudah termasuk kedalam pendanaan survey kami. Setelah makan, kami bergegas melanjutkan perjalanan ke daerah survey masing-masing. Perjalanan Tim Survey saya dan Tim Pinrang kami lakukan beriringan. Kami juga sempat singgah di salah satu pompa bensin Pertamina di daerah Kab. Barru, Mallusettasi’. Selain mengisi bahan bakar motor, kami juga menyempatkan diri untuk minum dan cuci muka untuk menghilangkan rasa kantuk. Sempat juga mengambil foto disana. Perjalanan dilanjutkan kembali, sampai di kota Pare-Pare, barulah kami terpisah, karena untuk menuju ke Sidrap, saya harus berbelok ke arah ke kanan, sedangkan Tim Pinrang lurus saja.

Tiba di Sidrap

Kurang lebih empat jam perjalanan, akhirnya tim saya sampai di rumah nenek rekan saya (Dana) di daerah Amparita, Kab. Sidrap untuk menginap sebelum turun ke lokasi survey pagi harinya. Kedatangan kami sudah ditunggu-tunggu oleh tuan rumah sejak malam hari. Tiba disana, kami segera beristirahat untuk persiapan survey esok hari yang pastinya membutuhkan stamina yang OK.

Pagi harinya, meskipun agak terlambat bangun, kegiatan dimulai dengan shalat subuh dahulu. Setelah shalat subuh, makan kue, minum teh dan briefing kecil-kecilan dengan tuan rumah yang jauh lebih tahu lokasi survey kami. Tentu saja mereka tidak ikut ke lokasi, karena mereka sudah berusia lanjut. Mereka menjelaskan bagaimana untuk sampai di lokasi survey (Kec. Sidenreng untuk survey Persawahan dan Kec. Pitu Riase untuk survey peternakan sapi), diperjelas dengan menunjukkan nya di peta Sulawesi Selatan yang saya bawa dari Makassar.

Berangkat ke lokasi survey

Setelah persiapan sudah lengkap, GPS, kamera digital, HP, kertas kuesioner, peta, dan peralatan menulis lainnya sudah siap, kami segera berangkat ke lokasi survey dengan motor Shogun SP hitam saya tentunya. Kami sempat singgah dirumah keluarga Dana yang berada di Kec. Pangajene, Sidrap untuk bertamu sejenak, tuan rumah juga menawarkan untuk menginap dirumah nya. Setelah dari rumah keluarga Dana, kami singgah juga di toko untuk membeli bekal makanan dan minuman.

Memulai survey

Sampai di Kec. Sidenreng, Sidrap. Kami mengawali survey dengan mencari pabrik/gudang beras, yang ternyata jumlahnya sangat banyak. Dapat dilihat dari letaknya yang cukup berdekatan, kurang lebih hanya berjarak beberapa ratus meter dari yang lain. Masya Allah, pabriknya saja sudah banyak, apalagi sawah nya. Pokonya, sejauh mata memandang, sawah terbentang luas didepan. Betapa subur nya daerah ini. Tidak heran kalau Kab. Sidrap menjadi lumbung padi Sulawesi Selatan, bahkan nusantara.

Sawah-Jl.-Salo-Mekko-dkat-PB-199

Sawah di Sidrap

Pabrik pengolahan padi ini sangat penting untuk kami survey, untuk menggambarkan alur, mulai dari sawah sampai kepada konsumen, sehingga tujuan dari survey ini yaitu untuk memperlihatkan potensi kawasan ekonomi terpadu kepada investor dapat tercapai dengan baik. Jadi survey nya memang harus mantap.

Mengawali survey cukup membuat nervous, karena kami masih mencari cara yang tepat untuk memperoleh data yang kami butuhkan seperti: Nama pabrik, koordinat, nama pemilik, luas area, jumlah produksi, biaya produksi, daerah distribusi, dll. Dan ini membutuhkan sedikit proses tanya jawab dengan pemilik pabrik. Dan sayangnya tidak semua pemilik pabrik beras (PB) ada ditempat, kebanyakan yang kami peroleh hanya pekerja nya saja. Dan tidak semua yang kami tanyai dapat memberi jawaban yang kami butuhkan. Karena ada yang masih baru bekerja disana, dan info lebih lengkapnya hanya diketahui oleh pemilik PB. Ada juga PB yang memiliki penanggung jawab, yang dapat ditanyakan soal PB tersebut.

Selain proses tanya-jawab dengan orang-orang di PB, kami juga harus mengambil koordinat tempat itu. Yang ini sih tidak terlalu susah. Cukup melihat di GPS berapa koordinat nya. Dan mudahnya lokasi nya yang berada disitu saja. Nah, berbeda dengan PB, sawah ini lah yang cukup sulit menentukan yang dibagian mana yang akan diambil koordinat nya, melihat luas sawah yang sejauh mata memandang tadi. Bisa keok kami kalau harus mengambil semua titik di area sawah yang batas nya jauh sekali. Akhirnya kami memutuskan untuk mengambil koordinat sawah disekitar PB saja. Gambar-gambar tak lupa saya abadikan untuk kelengkapan data survey, gambar pabrik, jalan, sawah, peralatan PB, irigasi, juga jembatan.

Kendala-kendala

Kendala lain yang cukup mengganggu proses pengambilan data yaitu adalah soal izin. Izin dengan birokrasi meskipun tingkat kecamatan ini ribet sekali, mereka minta surat ini lah, harus ada tembusan kepada itu lah, dibuat oleh siapa lah, dan lain-lain, yang semua nya memberatkan itu. Begini lah rumit nya birokrasi di negara kita. Daerah mereka mau diperkenalkan untuk investor, malah mereka yang mempersulit diri sendiri. Dan juga kami tentunya.

Terus terang, kalau soal izin ini, pengalaman pahit sudah banyak saya alami selama berkuliah. Kami, program studi PWK (Pengembangan Wilayah Kota) memang harus berhadapan dengan para Satuan Kerja Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang bertugas di kantor-kantor, khusunya di kantor kepala desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Yang semua nya membutuhkan proses surat-menyurat yang bertele-tele. Kalau tidak punya surat, yah dapat datanya juga susah.

Akhirnya kami memutuskan untuk tidak perlu meminta data sama pak Camat, langsung terjun ke lapangan saja.

Survey tak berhenti sampai disini

Hari sudah menjelang malam, kami memutuskan untuk segera pulang ke Amparita untuk beristirahat. Tidak semua data yang diharapkan terlengkapi. Kurang lebih masih berkisar 20-30 % dari keseluruhan. Namun ini sudah banyak menguras energi, karena kami harus berkeliling ke tempat-tempat yang memang belum pernah kami kunjungi sebelumnya.

Malam harinya, kami menginventarisir data-data yang kami peroleh selama hari pertama survey, sambil menanyakan kepada teman-teman yang juga survey di beberapa kabupaten lain. Cerita senang, dan sedih kami bagikan satu sama lain. Begini lah dunia survey, tapi ambil hikmah nya saja. Pengalaman lah yang paling saya utamakan dalam proyek ini.

Survey Kawasan Ekonomi Terpadu di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan

Sebuah Ajakan Survey Proyek Kawasan Ekonomi Terpadu Dari Seorang Teman

Pre-Survey (Kronologis Sebelum Survey)

Rabu 7 September 2011 tengah malam, sebuah sms masuk ke HP ku menjadi pengalih perhatian saat bermain game Pro Evolution Soccer (PES) dirumah nenek teman. Sms itu berasal dari seorang teman kuliah berisi ajakan survey untuk proyek Kawasan Perekonomian Terpadu (KAPET) di luar kota. Diluar dugaan, mengingat baru kali ini saya mendapat ajakan untuk survey seperti ini. Sebelumnya, saya sempat menerima ajakan seorang senior beberapa bulan sebelumnya, tapi sampai saat ini belum terealisasi, tapi Alhamdulillah survey belum terealisasi sudah dapat amplop. Isinya lumayan lah bagi saya untuk beli 1 buku.

Kembali ke sms itu. Rasanya cukup terkejut dengan sms itu, konsentrasi saya bermain game jadi terpecah. Ditambah lagi dengan percakapan saya dengan teman sambil bermain game yang membuat saya tidak fokus bermain game dan membalas sms teman. Wah, jadi tambah bingung saya. Sedikit demi sedikit, saya berusaha untuk memberi perhatian lebih untuk membalas sms teman, mengingat dia mengharap balasan sms segera.

Tidak perlu berfikir panjang, saya  iyakan saja. Tidak lupa saya tanyakan soal info lebih lanjut survey tersebut. Kata teman, katanya proyek ini adalah salah satu proyek Professor kami yang dishare ke alumni, yang kemudian menghubungi beberapa kakak angkatan saya di Prodi PWK (Pengembangan Wilayah Kota) Unhas untuk mencari tenaga surveyor ke 5 kabupaten  berbeda di daerah Sulawesi Selatan.

Waktu persiapan survey nya tergolong singkat, mengingat persiapannya kurang lebih hanya 2 hari. Dengan persiapan yang serba mepet itu ditambah dengan jadwal kuliah rasanya cukup memforsir tenaga. Meskipun sehari setelah ajakan itu (Kamis, 8 September 2011) diadakan wisuda di kampus kami, tetap saya harus mencari dosen untuk mengikuti beberapa kuliah. (Sebenarnya saya sendiri tidak berencana masuk kampus waktu itu, tapi karena ada teknikal meeting jadi saya harus masuk kampus untuk persiapan survey).

Marathon

Belum sempat ketemu dengan dosen (sempat pergi ke ruangan beliau di gedung Pasca Sarjana, namun tidak ketemu) saya harus segera kembali ke jurusan Arsitektur S1 untuk mengecek jadi tidaknya teknikal meeting tersebut. Waktu yang dijanjikan sebelumnya adalah pukul 10.00 WITA namun kembali saya harus menunggu sampai kakak alumni datang. Kuliah saya dengan Prof akhirnya tidak sempat saya hadiri, karena jarak antara gedung jurusan Arsitektur S1 dan Pasca Sarjana harus ditempuh kurang lebih 10 menit dengan jalan kaki sehingga saya berfikir sepertinya harus membatalkannya. Karena sisa jam kuliah yang juga tinggal sedikit, ditambah lagi dengan teknikal meeting yang akan segera dimulai membuat saya tetap tinggal di gedung jurusan.

Teknikal Meeting

Akhirnya teknikal meeting pun dimulai, dengan beberapa orang senior angkatan 2007 (6 orang) dan saya dan 3 orang lain se-angkatan saya (2008) dibimbing oleh alumni pertama Prodi kami 2 orang. Penyampaian materi nya santai saja. Terus terang saya sendiri belum kenal dengan alumni tadi, tapi mereka berdua cukup bersahabat dalam memberikanmateri. Beberapa materi diberi seputar teknis pengambilan data survey, soal format pengambilan data nya, dll. Mereka juga memperlihatkan rincian dana pelaksanaan survey. Yah lumayan lah. Sangat cukup untuk hidup beberapa hari di lokasi Survey saya di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Alokasi waktunya, maksimal 5 hari. Dan kami berharap bisa selesai maksimal 3 hari, jadi bisa kembali sebelum hari kuliah.

Hari Jum’at (9 September 2011) kembali teknikal meeting diadakan. Teknikal meeting nya sederhana saja, hanya beberapa informasi tambahan sekaligus pemantapan menjelang berangkat ke lokasi. Tapi yang paling penting saat itu adalah pembagian dana survey sebelum berangkat ke lokasi. Bisa terkatung-katung kami di lokasi kalau dana belum cair.

Alhamdulillah, setelah beberapa jam menungu akhirnya tim leader datang dan menyampaikan beberapa informasi sekaligus membagikan dana untuk kami para surveyor. Dana nya cukup lah untuk biaya akomodasi dan sewa peralatan selama berada di lokasi survey saya di Kab. Sidrap.

Differential-GPS-Survey-240

Ilustrasi

Alat yang kami sewa adalah GPS (Global Positioning System), sebuah alat yang dibutuhkan untuk memetakan lokasi survey, melihat koordinat lokasi, tracking jalur, dll yang berhubungan dengan positioning di muka bumi.

Beberapa saat kemudian, kami berpisah untuk mengambil perlengkapan-perlengkapan serta perbekalan kami untuk di lokasi. Saya harus mengantar rekan survey saya untuk Kab. Sidrap ke rumahnya untuk mengambil perbekalannya. Ditempat tinggalnya, kami shalat Isya dulu sekaligus berdo’a untuk kelancaran perjalanan ke sana.

Sebelum berangkat, sempat dapat ceramah sedikit dari Prof. Alimin (Om rekan saya) tentang perjalanan ke lokasi, beliau memberikan gambaran jumlah kecelakaan lalu lintas dalam perjalanan kesana yang jumlahnya ratusan. Wah, ngeri juga mendengar fakta-fakta yang disampaikan beliau dengan rinci. Beliau juga menghimbau untuk untuk berhati-hati dalam perjalanan kesana.

Setelah itu kami pun berpamitan untuk berangkat ke Kab. Sidrap dengan beliau. Kami berangkat kurang lebih sekitar jam 8 malam dengan mengendarai motor Suzuki Shogun 125 SP hitam saya.