Menu Close

Tag: tugas akhir (page 1 of 2)

Alhamdulillah Ujian Meja Selesai, Tapi…

Senang, boleh lah…

Dang! Ini adalah pertanda bahwa saya akan mengakhiri karir saya sebagai seorang mahasiswa. sudah setengah tahun lebih disibukkan dengan tugas akhir, rasanya tidak enak. Sungguh! Dan hari yang ditunggu-tunggu untuk dilewati ini telah berlalu. Tanggal 15 Mei 2013 adalah hari dimana peristiwa seminar tertutup alias ujian meja saya “terjadi”.

Sorry, tiba-tiba pikiran saya macet.

FINISH, SELESAI

Finish? | Sumber: bloggingwithamy.com

Mengingat kata-kata “TUGAS AKHIR” rasanya memang aneh. Ada banyak perasaan yang bercampur aduk didalamnya. Disatu sisi, ini adalah kabar gembira, mengingat hanya satu subyek ini saja yang harus saya lakukan untuk menjadi seorang sarjana. Tapi disisi yang lain, untuk melewati ini prosesnya akan tidak mudah. Dan ini lah yang saya alami.

Berulang kali, judul tugas akhir saya mengalami perubahan. Sempat putus asa juga, tapi apa boleh buat. Ini memang jalan yang harus saya lewati. Dan saya banyak berterima kasih kepada orang-orang yang berjasa dalam penyusunan tugas akhir saya ini. Diantaranya: Prof. Dr. Ir. Ananto Yudono, M.Eng dan Dr. Eng. Ihsan, ST., M.Eng. sebagai dosen pembimbing saya. Tanpa beliau, mungkin saya akan lebih lama kuliah.

Ujian tugas akhir saya secara de facto telah selesai, dan saya cukup lega dengan ini. Tapi, berhubung karena beberapa bagian dalam skripsi saya harus mengalami perbaikan, maka saya belum bisa merasa bebas sebebas-bebasnya dari Tugas Akhir.

Biarkanlah ini berlalu. Heee heee…

Malam Minggu Terakhir Sebelum Ujian Seminar Terbuka

Kenapa bisa santai begini?

Hi, my blog. Lama tak menulisimu. Aku disini, sedang menulis untukmu. Ini malam minggu, tadi Cuma sempat keluar makan malam, dan kembali lagi ke kamar kos. Oh iya, secara matematis ini adalah malam Minggu terakhir sebelum ujian seminar terbuka yang Insya Allah akan diadakan tanggal 25 April 2013 bertempat di ruang Utilitas, Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin, Makassar.

Ujian ini akan mempertemukan 5 orang bapak dosen yang terdiri dari dua orang dosen pembimbing dan tiga orang dosen penguji. Saya perkirakan ini akan menjadi pertarungan big match antara saya dan dosen-dosen yang selama ini telah mengajar saya menjadi mahasiswa yang entahlah, semoga baik.

Dan, sedikit cerita, kawan… salah satu dosen penguji saya adalah dosen yang kata teman-teman saya “killer” pada saat menguji mahasiswa. Wow! Anda tidak perlu bilang wow! Mikir! Hehehe…. And then, oh ya… anda tidak perlu tahu soal persiapan saya menghadapi ujian ini. Sampai dengan malam ini, draft skripsi saya masih belum kelar. Ya! Anda mungkin saja menodongkan senjata api ke kepala saya untuk mengancam, tapi ini benar. Saya belum menyelesaikannya. Itulah bedanya saya dengan teman-teman mahasiswa  yang lain. Negative!

Terus, apalagi ya. Malam ini, entahlah,  saya justru merasa tidak terbebani dengan deadline ujian yang tidak terasa akan terjadi beberapa hari kedepan. Sejujurnya, saya sudah stuck dengan semua hal seputar Tugas Akhir, kawanku… dan sebagai pelampiasan, malam ini saya Cuma menulis dua tulisan. Yang satu adalah tulisan yang anda baca ini. Dan yang satunya di blog yang lain.

Oh iya, sampai disini saja dulu, my dear friends! Mau lanjutkan kerja Tugas Akhir.

Ini malam Minggu ku, bagaimana dengan malam minggu kalian?

*ditulis dalam waktu ± 15 menit. (biasa saja)

Yakin Tidak Yakin, Usahakan Saja

Apalagi kalau bukan tugas akhir

Belakangan ini tulisan di blog saya cuma seputar tugas akhir. Ada ide tulisan lain juga, hanya saja belum sempat dieksekusi jadi satu tulisan. Dan malam ini berhubung karena belum ada tulisan di bulan Maret 2013, maka saya sempatkan untuk menulis, tulisannya tentang apa? Apalagi kalau bukan seputar tugas akhir.

Definisi tugas akhir

Oleh karena karya tulis ilmiah/skripsi itu banyak-banyak membahas tentang definisi, maka dalam tulisan ini saya mencoba untuk ikut-ikutan memuat tentang satu definisi, yaitu tugas akhir. So, tugas akhir (menurut saya) adalah serangkaian proses yang membuat mahasiswa menjadi semakin sadar akan dirinya sendiri. (butuh 30 menit cuma untuk memilih kalimat ini).

Sadar apa?

  1. Pertama, sadar akan kemampuannya sendiri.
  2. Sadar bahwa banyak hal yang terlewatkan sebelumnya (I don’t regret it).
  3. Sadar bahwa ternyata banyak hal yang harus dilakukan.
  4. Sadar bahwa umur sudah tua sebagai seorang mahasiswa.
  5. Sadar bahwa beberapa teman bahkan sudah menikah.
  6. Semakin sadar bahwa menulis ilmiah itu memang bukan hal yang menyenangkan (bagi saya).
  7. Sadar bahwa ternyata sudah banyak teman yang sarjana diluar sana.
  8. Dan karena sadar bahwa populasi teman yang belum sarjana makin langka, maka kesadaran untuk saling memiliki dan menghargai juga semakin kuat satu sama lain.

Ah, hidup ini indah duhai mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir! Dan berhubung karena kesadaran saya, bahwasanya tugas akhir saya cukup berat dan sangat menantang, maka kadang timbul perasaan bahwa mungkin saja saya tidak akan sarjana sesuai dengan rencana, yaitu bulan Juni tahun ini. Ada rasa kurang percaya diri mengerjakan tugas akhir ini. Dan sebagian besar karena persoalan memperoleh data untuk bahan penelitian saya.

Semua surat izin survey saya, sampai dengan hari ini belum disetujui oleh instansi terkait. Untung saja saya bukan orang yang seenaknya bilang “stress”, seperti yang banyak orang lain katakan ketika menghadapi satu masalah. Dan level keyakinan untuk menyelesaikan tugas akhir ini menjadi semakin menurun. Padahal saya sempat merasakan sedang dalam semangat menyelesaikan tugas akhir ini.

Tapi, kukatakan pada mu kawan, pengalaman orang lain juga sangat berharga. Saya berfikir, masa’ si Anu bisa sarjana, kenapa saya tidak? Melihat bahagianya teman-teman yang sudah yudisium tadi sore, membuat saya semakin sadar. Kalau bukan saya yang menyelesaikan ini (tugas akhir), tidak mungkin orang lain yang akan melakukannya. Yakin tidak yakin akan sarjana secepatnya, yang penting ada hasil dari pembelajaran dari proses mengerjakan tugas akhir yang dilakukan. Lebih daripada sekedar nilai yang tertera pada lembar kertas.

Untuk yang sedang galau dengan tugas akhir, cheers!

Tugas Akhir dan Yang Tidak Ilmiah

Prokrastinasi plus pola pikir yang tidak ilmiah

Sudah beberapa minggu ini saya disibukkan dengan hal-hal yang berbau tugas akhir. Memang sudah saatnya begini, mengingat saya sudah 1600 hari lebih kuliah. Yang artinya sudah hampir lima tahun saya kuliah, tapi masih belum sarjana juga. What’s wrong with me? Semuanya karena saya sendiri! Bukan karena Romeo.

Salah satu penyebab kenapa saya terlambat selesai (jadi sarjana) adalah sesuatu yang tidak ilmiah itu. Apa sesuatu yang tidak ilmiah itu? Saya curiga itu adalah pola pikir saya dalam menyelesaikan sesuatu, yang tidak memenuhi kaidah-kaidah penulisan ilmiah. Saya sungguh kesulitan dalam menyusun tugas dalam bentuk tulisan ilmiah. And you know lah, jadi sarjana itu harus bisa menyusun skripsi, dan skripsi itu tidak lain adalah salah satu bentuk tulisan ilmiah.

Tugas-Akhir-Kuliah

Literatur TA ku

Saya masih ingat beberapa semester yang lalu, saya diberi tugas besar untuk satu mata kuliah. Tiap Minggu, paling tidak harus ada progress. Namun apa yang terjadi, bolos saya melebihi kuota. Jadi progress pun tersendat-sendat. Penyebabnya juga karena saya kesulitan dalam menyusun tulisan ilmiah. Kan tidak asik kalo paper nya dibaca dosen trus dosennya malah pucat gara-gara tulisan yang beliau baca lebih mirip novel atau bahkan buku bacaan anak-anak. Malu, man!

Dan satu lagi biang kerok dibalik ini semua. Dia adalah prokrastinasi, alias kawan akrab semua mahasiswa diseluruh jagad raya. Bukan cuma mahasiswa sih, tapi semua orang. Saya ambil contoh (kisah nyata), sudah sejak semester lalu saya sudah mulai berurusan dengan proses penyusunan tugas akhir. Dosen pembimbing sudah ada, dengan reputasi yang luar biasa pula. Dan, seperti biasa, setiap satu satuan waktu (entah hari atau minggu), harus ada progress. And you know, progress itu tak kunjung muncul sampai berbulan-bulan. Berdosa saya sama diri sendiri dan kepada dosen pembimbing.

Progress yang kadang berbulan-bulan itu tidak muncul, juga karena prokrastinasi. Satu contoh lagi (kisah nyata juga), setiap satu lembar dalam draft tugas akhir yang saya buat kurang lebih menghabiskan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Bayangkan kalau saya harus menulis paling tidak 200 halaman? Butuh berapa tahun lagi sampai saya bisa dapat gelar ST?

Munculkan passion untuk tugas akhir

Tidak ada yang membuat seseorang mengerjakan sesuatu dengan sangat excited kalau bukan karena passion. Dan itulah yang coba saya tumbuhkan selama proses ini. Untungnya judul tugas akhir saya sedikit berbau IT, which is something I love. Dan ini sungguh membuat saya menjadi lebih bersemangat mengerjakannya. Saya menjadi rajin membaca literatur, dan mencari tahu hal-hal yang terkait dengan tugas akhir ini. Sejauh ini rhythm nya sudah dapat, tapi masih butuh pembiasaan.

Semoga Allah melancarkan proses penyusunan tugas akhir saya ini.

Untuk yang mengerjakan tugas akhir, cheers!

Tantangan Itu Bernama Cellular Automata

Seminggu pertama setelah surat perintah yang mengesahkan dosen pembimbing untuk Tugas Akhir saya telah berlalu. Dan, syukurlah saya telah bertemu dengan kedua dosen pembimbing saya. Mengenai judul, sampai dengan hari ini masih belum fix judulnya apa. Namun, sudah ada dua tema mengenai judul tersebut. Yang pertama (yang saya ajukan) temanya sedikit berbau pertanian, yang cukup berbeda dibandingkan bidang ilmu program studi saya yaitu Pengembangan Wilayah dan Kota. Dan judul kedua, yang merupakan arahan dari salah satu dosen pembimbing saya, yaitu mengenai Cellular Automata.

CA Artwork by me

Pertama kali

Cellular automaton, alias cellular automata ini baru pertama kali saya dengar dari dosen pembimbing saya. Padahal, setelah saya browsing, cellular automata ini ternyata sudah dipelajari sejak awal tahun 50-an. Sudah sekitar 60 tahun lalu, dan saya baru mendengarnya beberapa hari yang lalu. Dan berita baiknya adalah, mungkin ini akan menjadi pengisi hari-hari saya selama beberapa bulan kedepan. Yah, kalau judulnya sudah fix dan disetujui oleh kedua dosen pembimbing saya. 🙂

Terus terang, passion saya memang dibidang yang berhubungan dengan IT, dan seni. Dan sepertinya, dengan sedikit gambaran yang diberikan oleh pak Dosen, dan salah satu laman web, mathworld, saya jadi semakin penasaran dengan sesuatu yang bernama Cellular Automata ini. Hanya saja, salah satu hambatan saya untuk stay on the track mempelajari cellular automata ini adalah kekurangan saya dalam hal membagi waktu. Penyakit lama kambuh kembali, ketika mulai membahas tugas, badan langsung lemas.

Tapi, cellular automata ini sepertinya akan asik dipelajari. Apalagi dosen saya yang menerangkan dengan penuh antusias. Saya sangat senang dengan cara beliau menerangkan kepada saya, apa itu cellular automata, apa kegunaannya, dan bagaimana prinsipnya. Saya yang biasanya sangat malas mengulang pelajaran, menjadi mulai memaksakan diri mempelajari cellular automata ini.

Cellular automata, hello! 😀