Menu Close

Tag: Tugas Kuliah

Belanda, Bulan Kelima

4 Maret hari ini, genap lima bulan saya di Belanda. Sejujurnya saya sudah mulai merasa bosan disini. Kedengaran mustahil, apalagi bagi orang yang sangat ingin tinggal di negeri ini. Percayalah, saya juga dulu seperti itu. Read more

Sebelum Memulai Weekend

Ada banyak tugas yang menunggu untuk diselesaikan. Mereka menunggu untuk dituntaskan begitu saja, lalu apapun yang terjadi, kata mereka, tidak masalah. Mau saya meninggalkan mereka setelah diselesaikan, tak masalah, yang penting diselesaikan! Read more

Damn, Begini Lah Rasanya Kena Sidak Mendadak

Bukan bajing yang hobi meloncat, akhirnya terjatuh juga. Dari beberapa kali meninggalkan posko, akhirnya kena getahnya juga. Saya dan beberapa teman se posko KKN lain didapati meninggalkan posko tanpa izin supervisor. Memang sudah ditakdirkan sepertinya. Saya, Nurul, Riri, Ifah, Budi dan Widya mendapat teguran langsung dari pihak UPT KKN Unhas.

Yah, begini lah rasanya. Sama sekali tidak ada feeling bahwa akan ada sidak oleh Pak Hasrullah, kepala UPT KKN Unhas. Saya memang sudah dua hari meninggalkan posko, karena ada asistensi laporan Kerja Praktek Profesi dengan dosen. Sementara teman-teman lain juga memiliki alasan kuat kenapa bisa meninggalkan posko. But there were no excuses. Semuanya harus menunggu pak Hasrullah, untuk mendapatkan “pencerahan” supaya lain kali tidak mengulangi kesalahan. 😯

we-are-sorry

Sorry

Dan kami mengakui bahwa kami salah

Setelah beberapa lama menunggu, sempat makan bakso, foto-foto, akhirnya beliau datang. Terlihat raut wajah teman-teman cemas menunggu keputusan pihak UPT. Satu per satu masuk kedalam ruangan berdinding kaca gelap. Diluar terdengar suara bentakan bapak-bapak. Semuanya kena peringatan. Dan terancam akan dikirimi surat peringatan kepada masing-masing Dekan. Kami mengakui bahwa kami memang salah. 😳

Untung saja saya sempat asistensi laporan sebelumnya, yang juga membuat saya menunggu lama. Karena dosen yang bersangkutan sedang menghadiri seminar mahasiswa pasca sarjana. Bisa dibayangkan betapa capeknya saya. Dari pagi cuma makan roti 3 biji, ditambah dengan kurang nya waktu istirahat sehingga sangat kewalahan rasanya.

Tapi, apa pun itu saya sudah pasrah. Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk asistensi laporan KP. Mengingat ini merupakan hasil praktek selama kurang lebih 3 bulan.

Apa yang bisa saya petik disini adalah, kesialan itu mutlak tidak bisa ditebak kapan datangnya. Karena kalau dilihat, dari beberapa banyak mahasiswa yang sering meninggalkan posko tidak semua kena teguran. Tapi, memang saya beberapa kali meniggalkan posko karena alasan mengurusi tugas yang sifatnya urgent.

Mudah-mudahan saat sidak selanjutnya saya ada di posko, dan tidak ada lagi teman-teman yang kena teguran. 🙄

Saat Dimana Tidak Ada Prioritas (Galau ?)

Ini memang zaman yang aneh. Aneh dalam artian yang tidak jelas. Begitu juga dengan saya. Kukatakan padamu kawan, bahwa sesuatu yang tidak jelas itu pasti aneh, dan sesuatu yang aneh itu adalah unik, dan sesuatu yang unik itu adalah menarik. Paham? Keanehan dalam kehidupan sehari-hari saya salah satu nya adalah hampir tidak adanya skala prioritas. Sorry, yang saya maksud adalah skala prioritas yang kadang tidak berlaku bagi saya.

Contoh pastinya adalah tentu saja dalam hal perkuliahan. Sudah tahu ada tugas yang urgent, malah tidak saya kerjakan. Oh Tuhan, hidup ini indah. Indah dengan meninggalkan suatu hal yang tidak menyenangkan. It’s so something! (sesuatu banget!) 😉 ….. Dosen pernah menyarankan saya untuk menentukan skala prioritas untuk mengatasi masalah saya dibidang akademik. Maklum, saya adalah mahasiswa yang “pernah” menyandang status ber IPK jongkok. :mrgreen:

skala-prioritas

Bukan Ilustrasi

Sebenarnya skala prioritas itu tetap menjadi salah satu pertimbangan saya dalam memutuskan sesuatu. Tapi entah kenapa kalau menyangkut soal penyelesaian tugas kuliah, saya kesulitan menerapkannya. Dan karena itu, saya sering mendapat masalah. Dan hidup semakin berwarna karena ada masalah.

Oh iya, tadi siang saya asistensi laporan Kerja Praktek Profesi dengan dosen, dan alhamdulillah saya tidak mendapat coret dari beliau, tapi beberapa bagian masih harus diperbaiki. Mahasiswa lain mungkin akan segera memperbaiki laporannya, mengingat deadline tinggal dua hari lain. Tapi disini lah “keistimewaan” saya. Saya sama sekali belum memulainya. Malah asyik online dan blogging. Masya Allah, dosa apa lagi yang saya lakukan!

Saya kadang bertanya dalam diri saya. Apakah ini termasuk dalam kategori kegalauan? Kata anak-anak begitu. Kata “galau” ini sedang trend saat ini, meskipun sebenarnya tidak ada hubungannya dengan yang dimaksudkan. Contoh, misalnya: “sepertinya saya tidak akan makan malam ini, tidak ada selera makan” si B membalas, “mungkin kamu sedang galau”. Alamak…. 😳

Apakah, kekurangan saya yang kadang tidak bisa menentukan skala prioritas ini memang betul-betul murni karena kegalauan? Kalau iya, letak nya dimana? Dan kalau tidak, Alhamdulillah.

Mudah-mudahan tugas kuliah saya bisa segera fix. Setelah memposting tulisan ini saya akan mengeksekusinya. 🙂

See ya!