Menu Close

Tag: Unhas

Selamat Kepada Wisudawan Teknik PWK 08 Unhas Gelombang Pertama

Selamat, teman-teman!

Apa lagi yang bisa saya katakan saat ini selain ucapan selamat kepada teman-teman seangkatan saya di Teknik Pengembangan Wilayah Kota (PWK) Universitas Hasanuddin angkatan 2008. Senang bisa melihat secara langsung keceriaan mereka saat wisuda (21 Juni 2012). Kurang lebih empat tahun bersama-sama kuliah di kampus yang sama (awalnya sempat beda kelas) adalah salah satu momen yang tidak akan saya lupakan dalam hidup ini.

Kurang dari empat tahun, kalian sudah menjadi Sarjana Teknik (ST). Adalah hal yang membanggakan bagi kalian bisa selesai lebih cepat dari sebagian besar orang – termasuk saya – yang kuliah di Fakultas yang sama, Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Saya sendiri belum selesai sampai tulisan ini saya buat. Jangankan wisuda, judul skripsi  pun saya belum terbayang. 🙂

Pemandangan-Gunung

Wisuda (Mereka)

Dan kepada teman-teman sekalian:

Irpan Numang, ST (D521 08 001)

Rahma Hiromi, ST (D521 08 105)

Fadila Ramadhani, ST (D521 08 106)

Ariyanto limpo, ST (D52108256)

Andi Hildayanti, ST (D521 08 259)

Nur Adyla S, ST (D521 08 260)

Karlina, ST (D521 08 851)

Sri Wahyuningsih, ST (D521 08 853)

A. Musdalifah, ST (D521 08 858)

Yusni Auzyia Baharuddin, ST (D521 08 860)

Herlina Syam, ST (D521 08 862)

Ruth Nadayanti, ST (D521 08 864)

King Abd Rahman, ST (D521 08 865)

Saya ucapkan terima kasih atas semua kebaikannya selama ini, selamat atas pencapaiannya, semoga apa yang selama ini kalian peroleh betul-betul bisa dimanfaatkan demi kebaikan bersama.

Tidak akan saya lupakan masa-masa kebersamaan kita, mulai saat kita masih berstatus mahasiswa baru (MaBa) sampai saat ini.

Tidak akan saya lupakan pengalaman-pengalaman bersama kalian, dimana dulu kita sama-sama masih baru di dunia kampus saat masih MaBa, masih polos, masih culun, sering dijahili senior, lari saat pengumpulan, terlambat masuk kelas dan ditegur dosen karena saling menunggu, gantian absenkan teman, sampai dengan pulang bersama.

Terus terang, pengalaman-pengalaman waktu masih MaBa itu adalah salah satu hal yang paling berkesan dalam hidup saya.

Dan terakhir, tidak akan saya lupakan perjalanan-perjalanan bersama kalian, saat survey, saat ke Toraja, sampai dengan perjalanan KKL kita ke Malaysia, Singapura dan Thailand. Semuanya akan terus menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Wisuda Teknik PWK Unhas 08 Gelombang Pertama

Wisuda Teknik PWK Unhas 08 Gelombang Pertama

Mohon maaf kalau selama ini saya punya salah dengan kalian. Lebih daripada itu, kalian tetap lah teman yang berpengaruh dalam hidup saya.

Gracias! Gracias!

Felicidades! Felicidades!

Wassalam,

Muh Rizqi Fahma, Belum ST

D521 08 269

KKN, So Far So Good

Hari ini adalah hari kedua KKN saya di Kecamatan Bungoro. Terus terang saya sangat bersyukur bisa ber KKN di lokasi kami saat ini. oh, iya saya mendapat lokasi di kelurahan Samalewa, Kec. Bungoro, Kabupaten Pangkep. Hari pertama kemarin kami isi dengan perkenalan dengan para staf pegawai kelurahan, juga dengan pemilik rumah tempat kami tinggal untuk ber KKN, dan juga pastinya teman-teman yang notabene baru bertemu.

So far, everything is OK, kami semua sudah mulai akrab satu sama lain. Awalnya saya belum kenal dengan semua teman, apalagi mahasiswi di posko saya, tapi sekarang sudah kenal semua. Nasib kami di posko sangat beruntung bila dibandingkan dengan teman-teman yang ada di posko lain. Pertama, kami mendapat tempat yang lokasi nya tidak jauh, bahkan sangat dekat dengan ibukota kecamatan. Hal ini sangat membantu dalam hal pemenuhan kebutuhan. Kedua, syukur Alhamdulillah keluarga yang menampung kami selama KKN juga baik kepada kami, sebagai hasilnya kami tidak dibebani biaya besar untuk pemenuhan kebutuhan dasar kami.

Im-ok

I’m OK

Hal sebaliknya terjadi di beberapa posko lain, yang harus terbebani dengan biaya hidup yang tidak sedikit, berkisar sekitar 450 ribu per bulan. Saya dan teman-teman di posko cukup terkejut dengan hal ini. Mengingat, perhitungan kami biaya sebesar itu jauh diatas kemampuan rata-rata kami. Katanya, dalam dua bulan masa KKN kami, biaya hidup selama KKN melebihi ongkos SPP kami, yang berkisar sekitar 750 ribu rupiah.

Beberapa teman yang lain pun tinggal di posko yang letaknya jauh dari jalan utama. Bahkan ada yang transportasi umumnya hanya dua kali se hari dan hanya dilayani pada jam-jam tertentu. Sementara di posko saya hanya butuh jalan kaki beberapa meter untuk mencapai jalan utama.

Dengan melihat beragam kondisi yang dialami teman-teman tadi, saya dan teman se posko sangat bersyukur mendapat posko yang sedemikian “asik” nya. Meskipun mungkin pengalaman tinggal di pedalaman pasti lebih meninggalkan kesan mendalam dibanding tinggal ditempat yang dekat dengan pusat kota.

Agak susah juga menulis tulisan ini, karena keyboard warnet yang saya pakai ini ngadat-ngadat. Dan aplikasi nya pun tidak lengkap, bahkan aplikasi Microsoft Office pun tidak ada. What an awful! But, once again, thank god for all the things you’ve given to us, the KKN “troopers”.

Seminar Nasional Temu Investor Unhas

Pujian dan kekecewaan

Pagi tadi saya mengikuti sebuah acara yang diadakan oleh HIPMI PT (Himpunan Pengusaha Muda Perguruan Tinggi). Acara ini mengusung tagline “Seminar Nasional Temu Investor”. Sangat menarik, apalagi jauh sebelumnya diberitakan bahwa beberapa pembicara nya adalah Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN) dan Erwin Aksa (CEO Bosowa Group). Saya sudah jauh-jauh hari menunggu acara ini, karena beberapa waktu mengalami penundaan.

Singkat cerita, akhirnya fix bahwa acaranya diadakan pagi ini (8 Januari 2012) di Gedung Baruga AP Pettarani Unhas. Saya sangat excited akan hal ini. Penasaran melihat langsung pak Dahlan Iskan, dan berharap beliau memberikan banyak inspirasi kewirausahaan.

Entrepreneurial-Spirit

Ilustrasi

Acara pun dimulai, meski agak telat beberapa menit. Tapi, ada yang kurang. Banyak malah. Pembicara utama yang saya tunggu-tunggu (Pak Dahlan Iskan) tidak nampak dalam gedung. Waduh, perasaan sudah kurang enak ini. Acara sudah dibuka dengan resmi dan pembicara sudah duduk didepan, tapi tidak ada Pak Dahlan! Waduh….🙁

Dimulai dengan kritik Prof Halide

Pembicara yang hadir adalah: Prof. Halide (Guru besar Fakultas Ekonomi), Yudi Ondong (Ketua HIPMI Sul Sel), dan Amran Sulaiman (CEO Tiran Group). Prof Halide memulai talkshow dengan on fire! Betul-betul on fire! Beliau mengungkapkan kekecewaannya kepada panitia. Beliau mengkritik kapasitas acara ini, yang katanya seminar nasional, tapi sama sekali tidak menunjukkan kapasitas nya. Harusnya acara ini mengundang pembicara yang berkaliber nasional, tapi yang hadir masih yang lokal saja. Dan sejujurnya beliau mengakui bahwa beliau sudah punya agenda pagi hari tadi untuk acara lain.

Tapi, meski diawali dengan kritik yang tajam, beliau tetap memberi semangat kepada peserta untuk mengembangkan karakter entrepreneurship yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Beliau berujar, bahwa entrepreneur itu harus memiliki sifat yang berani mengambil resiko (to take a risk) dan mampu mengatasinya. Sifat lain yang juga harus dimiliki adalah smart, moral/akhlak yang baik, mampu bersaing dan jujur.

Amran Sulaiman dan Yudi Ondong

Pembicara selanjutnya adalah pak Amran Sulaiman (41). Luar biasa pemaparan yang beliau sampaikan. Sangat inspiratif. Beliau menceritakan bagaimana dia berjuang dari modal kecil (bahkan minus) sampai dengan memiliki sejumlah perusahaan yang beromset miliaran rupiah per tahun. Beliau juga memegang beberapa paten atas temuannya mengatasi hama tikus, dan ini telah memberi cukup banyak royaliti untuk beliau. Pak Amran juga merupakan distributor Unilever terbesar untuk kawasan Indonesia Timur, distributor Semen Tonasa, juga memiliki pabrik gula. Satu hak yang membuat saya sangat salut kepada beliau adalah mental pantang menyerah, dan sikap idealisnya yang kuat.

Milik mimpi yang besar

Manfaatkan waktu 24 jam dengan maksimal

Ikuti orang-orang yang telah berhasil

Amran Sulaiman

Pak Yudi Ondong Darsono banyak menerangkan tentang HIPMI PT yang baru dibentuk Juni 2011 yang lalu. Beliau juga bercerita tentang bagaimana kiat-kiat untuk menjadi pengusaha sejak mahasiswa.

Meskipun kecewa karena Pak Dahlan dan Erwin Aksa tidak datang, tapi pembicara-pembicaranya sudah cukup memberikan motivasi kepada kami. Lumayan daripada tidak ada sama sekali. Tapi 1 hal lain yang membuat saya kecewa adalah konsumsi nya tidak cukup untuk semua peserta. Termasuk saya yang juga tidak dapat makanan. Padahal saya juga lapar! 🙁

Jangan bikin kecewa lagi!

Mudah-mudahan acara selanjutnya bisa jauh lebih baik dari yang ini. Jangan sampai ada kekecewaan lagi dari pihak pembicara apalagi para peserta karena kesalahan panitia.

Fun Bike With Prof Halide

Sudah seminggu lebih setelah kegiatan Campus bike yang bertemakan “Greener, Healthier, Safer” (GHS) di Universitas Hasanuddin, Makassar (26/02/11). Sebuah kegiatan yang sangat baik diadakan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan alat transportasi yang ramah lingkungan, khususnya sepeda. Kegiatan dimulai dari lapangan Baraya dan finish di halaman parkiran rektorat Universitas Hasanuddin.

Beberapa professor sempat mengikuti kegiatan ini, diantaranya Prof. Dr. Ir. Slamet Tri Sutomo, MS (Dosen di Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin) , Prof Dr dr Idrus A Paturusi SpB SpBO (Rektor Universitas Hasanuddin), dan Prof. Halide (Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin). Saya sebagai peserta waktu itu sempat terlambat sebelumnya karena harus mengarahkan peserta-peserta yang belum tau pasti lokasi start nya. Rombongan sudah mulai start, OK saya juga start kalau begitu. Rombongan sudah jauh meninggalkan saya. Saya tidak peduli sejauh apa mereka meninggalkan saya, karena saya menikmati perjalanannya.

Prof-Halide

Ditengah perjalanan saya melihat Prof. Halide mengayuh sepeda nya dengan semangat. Sangat menarik melihat orang seperti Prof. Halide begitu bersemangat mengikuti acara ini, padahal jarak dari lokasi start dan finish berkilo-kilo meter. Beliau tak kalah semangat degan anak muda yang jauh lebih muda dari dirinya. I had an idea, to know what’s in his mind about this event. Let’s see next. But not this time. Ya, saya fikir kurang baik melayangkan beberapa pertanyaan langsung kepada beliau ditengah perjalanan yang saat itu banyak kendaraan yang bersiluweran di jalan, mengingat kami harus melalui jalan raya.

Beberapa orang mungkin kurang tau kalau yang ada didepan saya waktu itu adalah seorang guru besar Ekonomi yang sudah sangat berpengalaman. Beliau sendiri sudah beberapa kali menjadi panelis di acara-acara besar, seperti waktu debat kandidat calon wali kota Makassar. Beliau juga sempat menjadi khatib waktu Shalat Ied di Mesjid Istiqlal beberapa waktu yang lalu. Peserta-peserta lain sibuk untuk memacu sepeda nya supaya cepat sampai di garis finish.

Sebenarnya tak semua peserta cuek dengan keberadaan Prof. Halide waktu itu, beberapa mahasiswa yang perkiraan saya waktu itu adalah mahasiswi Fakultas Ekonomi Unhas sempat mengucapkan salam kepada beliau. Pantas dari tadi mereka ikut dibelakang saya. Hehehehe… Saya masih menunggu saat yang tepat untuk bertanya langsung kepada beliau.

OK, kami sudah masuk di pintu 1 kampus Universitas Hasanuddin (Unhas). It was time to ask him some questions. Konsep-konsep pertanyaan sudah saya siapkan dalam perjalanan tadi. Saat nya bertanya. Kurang lebih begini lah percakapan saya dengan beliau:

Saya: “Assalamu alaikum Prof.”

Prof Halide: “Waalaikum salam. Duluan saja dek. Saya sudah tua, jadi agak lambat. Duluan saja.”

Saya: (Tersenyum) “Prof. boleh bertanya, tidak?”

Prof Halide: “Boleh… boleh”

Sambil bersepeda, kami berbincang-bincang ringan

Saya: “Prof, bagaimana tanggapannya soal kegiatan seperti ini?”

Prof Halide: “Oooh, bagus… bagus… kegiatan seperti ini bagus sekali. Pertama, kau diajar untuk sehat, terus kau diajar disiplin, bagaimana bersepeda yang baik, bagaimana meletakkannya (di shelter-shelter yang akan disediakan), terus kau diajar untuk sehat. Dibanding dengan naik kendaraan bermotor seperti sekarang yang banyak dilakukan mahasiswa. Apalagi di kampus ini sudah hijau, jadi lebih enak naik sepeda.”

Saya: (Mengangguk-angguk) “Menurut Prof. bagaimana dengan kebijakan Pemerintah Kota Makassar, infrastruktur kota khususnya untuk pengguna sepeda jika dibandingkan dengan beberapa kota besar lainnya di Indonesia seperti misal nya Bandung yang punya jalur sepeda dan pejalan kaki yang sangat akomodatif untuk penggunanya?”

Prof Halide: (Tersenyum) “Ya, Makassar memang masih ketinggalan soal infrastruktur seperti itu. Tapi setidaknya di kampus nanti sudah dapat lebih terakomodasi lagi (infrastruktur untuk pejalan kaki dan sepeda di Unhas masih belum cukup akomodatif saat ini). Nanti pete’-pete (mikrolet/angkot) sudah tidak boleh masuk kampus, sudah ada disediakan shuttle bus.   Dan kalau tidak salah juga akan dibangun shelter-shelter untuk sepeda.”

Saya: “Prof. kalau yang Prof perhatikan, bagaimana penyelenggaraan panitia untuk acara ini?, apa kah sudah baik atau bagaimana, Prof.?.”

Prof Halide: “Sudah cukup baik, meskipun masih ada beberapa kekurangannya. Seperti jadwal start yang molor yang semestinya kita sudah start jam 06.30, tapi tadi jam 7 lewat belum start. Makanya saya sempat berteriak ke Shinta (Dr. Techn. Yashinta Kumala Dewi Sutopo, ST, MIP), koordinator program supaya segera memulai acara nya. Terus kita juga tidak tau kalau ternyata ada sepeda disediakan. Kalau tau sudah ada sepeda disediakan kan kita tidak usah pakai sepeda kesana. Yang lain, yaitu pada waktu dijalan, mestinya polisi memberi jalan yang cukup untuk pesepeda, tidak terputus-putus kayak tadi. Kan tadi banyak kendaraan yang bisa membahayakan peserta.”

Saya: “Jadi, masih banyak yang harus diperbaiki ya Prof.?”

Prof. Halide: “Iya.”

Saya: “Prof. memang senang bersepeda ya?”

Prof. Halide: “Iya, saya biasa bersepeda disekitar rumah, kalau ada kesempatan. Saya juga sempat ikut acara Fun Bike nya Kompas beberapa waktu  yang lalu, tapi agak terlambat, karena jarak rumah saya ke lokasi acaranya jauh, apalagi saya cuma naik sepeda waktu itu.”

Belum sempat selesai berbincang-bincang, kami sudah dekat dengan garis finish, saya dan Prof. Halide berpisah, karena saya harus mengembalikan sepeda yang saya pakai waktu itu (sepeda kampus yang disediakan panitia) ke gedung rektorat. Sedangkan Prof. Halide menuju ke lokasi finish, di parkiran rektorat berstemu dengan panitia dan beberapa petinggi-petinggi kampus yang lain.

Oh, iya. Prof. Halide saat itu dipercaya menjadi salah satu dari lima orang duta sepeda untuk Universitas Hasanuddin bersama dengan beberapa mahasiswa(i).

Sangat menyenangkan rasa nya sempat berbincang-bincang dengan salah satu guru besar Unhas meskipun dalam suasana tidak formal, sambil bersepeda. But anyway, I loved it karena sama sekali tidak timbul kekakuan diantara kami. Dan beliau sangat antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Satu hal lagi, Prof. Halide juga humoris, sama dengan beberapa kali saat saya menyaksikannya berbicara dilayar televisi. Salah satu wish saya sudah terkabul untuk bertemu langsung dan berbincang-bincang dengan beliau. Sejak beberapa tahun yang lalu.