Disini tidak semudah di kampung halaman menemukan mesjid. Jadi, untuk solat Jumat saya harus pergi ke mesjid yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal saya. Perjalanan naik sepeda biasanya memakan waktu sekitar 20-25 menit. Biasanya saya jumatan di mesjid Indonesia di Schiekade, bentuknya sebenarnya bukan lah seperti mesjid yang lazim kita lihat di Indonesia, hanya sebuah ruangan yang cukup luas untuk menampung beberapa belas jamaah. Tapi, kali ini, berhubung karena mesjid Indonesia (ISR) tadi tutup, maka saya jumatan di mesjid Turki yang jaraknya tidak terlalu jauh dari ISR.

Ini kali kedua saya jumatan di mesjid Turki ini. Sebelumnya saya bersama seorang teman dari Indonesia, tapi kali ini sendiri saja. Saya tiba lebih cepat, dan bergegas menuju tempat solatnya. Khutbah belum dimulai, begitu pun dengan adzan. Yang saya lihat hanya beberapa orang di ruangan tersebut. Saya keluar sebentar, sambil menunggu adzan.

, tadi beberapa orang saya lihat solat sunnah 4 rakaat, saya tidak tahu kenapa demikian, yang jelas, seperti biasa, saya solat sunnah dua rakaat sebelum dan sesudah jumatannya.

Perbedaan lainnya, tentu saja adalah bahasa khutbahnya. Bahasanya bukan bahasa Belanda tapi, sepertinya bahasa Turki atau bahasa Arab, atau jangan-jangan bahasa Turki dan bahasa Arab sama saja. Wallaahu’ alaam. Saya tidak mengerti dengan apa yang diucapkan sang khatib karena keterbatasan bahasa saya, tapi tidak masalah buat saya. Cukup membiasakan diri dengan hal ini, Insha Allaah ada beberapa kata yang bisa saya pahami. Lebih dari itu, yang jelas rukun solat Jumat sudah terpenuhi.

Terus terang, jumatan di mesjid Turki ini terasa lebih khidmat dibanding di tempat lain disini. Saya sangat suka dengan bacaan Al Qur’aan oleh khatib sebelum ceramah dimulai. Indah sekali. Hal ini jadi mengingatkan saya dengan salah satu keinginan saya untuk bisa membaca Al Qur’an dengan indah yang sudah dari dulu sekali saya inginkan (belum pernah ada realisasi). Semoga suatu saat nanti saya bisa latihan dan juga bisa membaca ayat-ayat suci seperti itu.

Satu hal lagi yang membuat saya senang jumatan di mesjid Turki ini, adalah jamaahnya yang lebih banyak, dan semuanya juga khusyuk dalam beribadah. Tidak ada yang lebih baik dalam ibadah berjamaah selain suasana nyaman seperti itu menurut saya.

Insha Allah minggu depan, saya akan jumatan disana lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *