Properti Kantor Telkom

Pelajaran yang Saya Dapat Dari Presentasi Mendadak Didepan CFO Telkom

Terima tantangannya dan lakukan yang terbaik

“Pak, ini ada beberapa tambahan yang ingin dipresentasikan Rizqi”

– Padahal saat itu saya sama sekali tidak ada persiapan untuk melakukan presentasi didepan CFO, dan saya fikir meeting sudah akan selesai.

Itu adalah pernyataan teman saya (sebut saja namanya Baim) yang sudah lumayan lama menjadi personal assistantnya CFO (Chief Financial Officer). Hal itu dikatakannya ketika saya join meeting membahas sebuah bisnis perusahaan (can’t tell you in details).

Saya yang masih OJT di Telkom tidak berharap banyak, kecuali bekerja mengikuti instruksi dan sesekali memberi masukan. Sama sekali tidak pernah muncul di benak saya untuk presentasi di depan salah satu dari jajaran Direksi perusahaan yang memiliki aset ratusan Trilliun Rupiah ini.

In fact, saya sama sekali tidak ada persiapan khusus untuk mempresentasikan bahan yang saya diminta buat. Lagian, sebelumnya saya hanya diminta Baim untuk mencari tahu lebih banyak tentang sebuah bisnis.

Yang saya pikirkan waktu saya tiba-tiba diminta meeting:

  • Cukup ikuti
  • Dengarkan
  • Beri masukan

Tapi kenyataannya adalah:

  • Ikuti meetingnya
  • Jaga attitude
  • Perhatikan dengan saksama
  • Presentasi (unexpectedly)
  • Diskusi

Mau tidak mau saya presentasikan powerpoint yang jumlahnya 4 slide itu. Walaupun jumlahnya tidak banyak, tetapi sempat membuat saya agak panik.

Akhirnya saya presentasi, pak CFO menanggapi, rekan-rekan yang ikut meeting juga ikut demikian, dan diskusi pun terjadi.

Well, diskusi tentang presentasi yang saya bawakan berlangsung dengan sangat menarik. Bahkan bisa memberikan beberapa insights tambahan bagi CFO dan rekan-rekan pegawai Telkom yang ikut meeting waktu itu tentang bisnis yang ingin kita lakukan.

Dari kejadian ini saya bisa mengambil beberapa pelajaran sebagai berikut:

Terima saja tugasnya

Yup, terima saja tugas yang diberikan. Walaupun ada banyak hal yang belum dipahami, tetap saja terima tugasnya. Anggap saja sebagai tantangan, seperti sedang menjalankan misi saat main game. Toh, ini bisa jadi bahan pembelajaran dan menambah pengalaman.

Lakukan yang terbaik

Ketika diberikan tugas, tidak peduli apakah status masih sebagai peserta OJT (On The Job Training), lakukan semua tugas sebaik mungkin. Mungkin tugasnya hanya membuat presentasi, yang bisa saja terpakai atau tidak, tapi tetap susun presentasi sebaik mungkin. Sertakan data-data penunjang yang relevan dan terbaru.

Kreasikan ide, ciptakan sebuah “story”

Dari banyaknya materi yang bertebaran di internet, pilihlah beberapa yang paling menarik untuk dibahas. Tentu saja yang berhubungan dengan tema presentasi. Ide-ide dalam bentuk visual bisa diterjemahkan kedalam bentuk presentasi yang lebih menarik.

Cantumkan gambar-gambar yang menggambarkan aktifitas dalam bisnis tersebut. Contohnya jika membahas tentang bisnis ride hailing, tampilkan gambar customer Grab/ Go-Jek/ Uber/ Lyft yang sedang menggunakannya.

Gunakan juga color scheme yang konsisten pada slide-slide presentasi. Terakhir, usahakan keseluruhan rangkaian slide-slide tersebut bisa disampaikan menyerupai sebuah story, sehingga bisa lebih menarik, make sense, dan engaging.

Terakhir…

Sempatkan untuk baca kembali presentasi yang telah dibuat

Nah ini dia, yang menurut saya hal terpenting yang harus diperhatikan setelah membuat presentasi. Hal ini sangat membantu untuk memastikan kembali bahwa komponen-komponen penting dalam presentasi (seperti 5W+H) itu sudah terpenuhi.

Sekaligus juga untuk jaga-jaga kalau misalnya memang tugas membuat bahan presentasi ini betul-betul akan dibawakan oleh anda.

Summary

Kejadian yang seperti saya alami ini, dimana sebelumnya saya tidak disampaikan bahwa slide powerpoint yang saya buat harus saya presentasikan didepan CFO, akhirnya bisa berjalan tanpa masalah berarti. Karena syukurlah saya tidak hanya sekedar membuat slide demi slide, tapi juga dapat memahami isinya, serta mampu menyampaikannya dengan baik kepada audience.

Terkadang jika diberikan tugas mendadak dan dengan deadline yang ketat, kita akan sulit mendapatkan waktu untuk mereview nya kembali. So:

Practice makes perfect.

Better preparation makes a better presentation.

Semoga sharing pengalaman ini bermanfaat, khususnya bagi rekan-rekan yang mengalami hal yang sama.

Introspeksi: skill presentasi saya harus terus saya tingkatkan.

Cheers from Telkom Landmark Tower, Jakarta Selatan.

36

4 Responses

  1. Wira
    February 2, 2018
    • Rizqi Fahma
      February 2, 2018
  2. Marandika
    April 11, 2018

Write a response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: